Asih
“Lagi-lagi sahur kita seperti ini Asih. Kamu sebenarnya kenapa?” Tanyaku sambil melihat piring nasi dengan wajah menahan amarah. Telur ceplok dan nasi putih. Aku memerhatikan Asih yang mulai bingung. Lalu kuputuskan untuk tetap makan walau masih sedikit kesal. “Maaf mas. Kalau mas tidak mau, biar aku beli makanan di warteg depan ya.” “Tidak usah. Sudah … Read more
