Dari Pertandingan Maroko, Belajar Mengikiskan Ego
Di atas sebuah kursi rotan di pekarangan indekos milik bu Rahmi terlihat seorang pemuda duduk, kakinya yang sebelah dinaikkan sedang yang satunya lagi dibiarkan menapak lantai. Posisinya ini persis layaknya bapak-bapak ketika nongkrong di warung kopi. Langit sore yang indah itu dilihatnya tenang-tenang, tetapi pikirannya melayang jauh ke mana-mana. Ihsan, begitulah laki-laki yang sedang berjuang … Read more
