Karena Aku Perempuan
Wahai tuan pemilik frekuensi asaRasanya, waktu menunggu amin atas ingin dan anganUntuk aku menjadi perempuan Menerka bagaimana raga dan rasa akan terpenjaraDibalik sarang yang tak mengerti ujungnya Taukah tuan?Rasaku teramat dekat dengan jantungBerdebar degup kala juang menjadi tombakMeracik berani untuk menjadi perempuan hebatMeskipun dunia belum bersahabatTapi, langkahku berdamai pada mimpiku yang kuat Taukah tuan?Aku berdiri … Read more
