Sepotong Cerita Tentang Ibuku
Musim kemarau membakar tubuhnya perlahan. Aku mencium aroma peluh yang diperas hingga tuntas. Matahari senantiasa tersenyum ceria melihat kekar lengannya menjemur padi agar kering, lalu dimasak menjadi nasi untuk makan si buah hati dan suami. Maghrib turun dari langit sedang ia masih setia dengan kepul tungku sampai asap menyergap ke dalam hidung dan tenggorokan . … Read more
