f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pasangan

Pilah-Pilih Pasangan untuk Lanjut ke Jenjang Pernikahan

“Kapan kawin? Kapan punya pasangan?”

Pertanyaan tersebut mungkin menjadi hal yang paling sering terdengar dari pemuda-pemudi di rentang usia 20–30 tahun. Tak hanya dari keluarga serta kerabat, kawan-kawan sebaya yang telah berumah tangga pun tak jarang turut menuangkan bensin ke dalam api, membuat kesendirian tampak semakin menjadi-jadi.

Kegelisahan dalam memilih pasangan hidup memang kerap terjadi pada pemuda di usia tersebut dan merupakan bagian dari krisis seperempat abad. Rentang usia tersebut memang merupakan usia ideal untuk mulai membina rumah tangga. Setelah menyelesaikan pendidikan, tentu karir dan relasi percintaan yang mapan menjadi target hidup berikutnya yang masuk dalam daftar harapan.

Usia minimal untuk membina rumah tangga ini berdasarkan pada peraturan pemerintah terbaru. Sesuai pasal 7 ayat (1) UU No. 16 Tahun 2019, yang menyebutkan bahwa “Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun”. Selain itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan rekomendasi usia ideal untuk menikah yakni tidak kurang dari usia 18 tahun. Meski begitu, usia terbaik untuk menikah bagi perempuan adalah 21 tahun sementara itu untuk lelaki adalah 25 tahun. Rekomendasi ini ada setelah melalui berbagai pertimbangan dari segi kematangan fisik dan emosional.

Lalu, jika usia telah memasuki fase ideal untuk berumah tangga dan tuntutan menikah sudah di depan mata, biasanya kita akan menghadapi situasi membingungkan berikutnya. Tak jarang pertanyaan “Kapan kawin?” juga diikuti oleh tawaran taaruf atau perjodohan. Inilah fase kegelisahan berikutnya yakni menentukan kriteria pasangan yang ideal.

Sebetulnya bagaimana sih, kriteria dalam memilih pasangan hidup? Apakah ada panduan atau cukup mengandalkan perasaan? Mari kita bahas kriteria pasangan ideal sesuai syariat Islam.

Baca Juga  Alasan Menjauhi Zina Kok Nikah Muda Sih?

Apa Itu Ideal?

Sebelum membahas kriteria pasangan ideal, tentu ada baiknya kita pahami terlebih dahulu maksud dari kata ideal itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ideal berarti sangat sesuai dengan yang dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki. Berbicara tentang cita-cita sendiri, sebagai umat Islam tentu cita-cita tertinggi adalah surga sehingga kriteria pasangan ideal mestilah berbanding lurus dengan tujuan utama kita sebagai hamba Allah.

Kriteria Utama: Iman

Tak dapat kita pungkiri, hal pertama dan utama dalam menentukan kriteria pasangan ideal adalah aspek iman. Meski dalam suatu hadis, Rasulullah SAW menyebutkan aspek agama di urutan keempat setelah harta, silsilah keluarga, serta kecantikannya, tetapi ketiganya tetap mesti mempertimbangkan keimanan.

“Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.” (HR Bukhari, Muslim, al-Nasa’i, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad)

Untuk dapat bahagia dunia dan akhirat, tentu kita dan calon pasangan harus berada di kapal yang sama. Setidaknya, dengan memilih pasangan yang bertakwa pada Allah, rumah tangga yang kelak terbina akan senantiasa mendapat Ridha-Nya. Kebahagiaan membina rumah tangga yang berlandaskan iman inilah yang menjadi harapan utama sehingga iman merupakan kriteria pasangan ideal yang pertama.

Kriteria Lanjutan: Akhlak

Setelah memastikan keimanan si calon, kriteria berikutnya adalah akhlak. Beriman pada Allah tak serta-merta menjadikan seseorang calon pasangan yang baik. Hal ini menuntut kita untuk lebih jeli mengenali sifat dan sikap pasangan. Itu sebabnya salah satu anjuran Nabi SAW adalah memerhatikan nasab atau silsilah keturunannya. Perangai atau akhlak seseorang terhadap sesama manusia memperoleh pengaruh dari lingkungan dan caranya bertumbuh. Sehingga, selain beriman, penting untuk memilih pasangan yang berakhlak baik untuk memiliki rumah tangga yang membahagiakan.

Baca Juga  Harta Suamiku Adalah Hartaku, dan Hartaku Hanya Milikku, Yakin?

Kemantapan Hati

Dalam salah satu kajiannya, Quraish Shihab bercerita bahwa ia pernah mendapat nasihat dari seorang kawan karena ia belum menikah meski usianya telah matang. Ia merasa kerap mendapati kekurangan dari calon pasangan yang hendak ia pinang. Sang kawan pun berkata bahwa dalam memilih pasangan untuk ke jenjang pernikahan jangan hanya mengandalkan akal, tetapi gunakan hati. Jika hati sudah merasa pas, maka ia akan mencari penutup dari kekurangan yang dinilai oleh akal. Jika nasihat ini kita kaitkan dengan panduan memilih pasangan Baginda Nabi Muhammad SAW, maka kita bisa melihat faktor fisik dan harta dalam sudut pandang lain.

Memilih pasangan yang secara fisik dapat menyenangkan hati tentu merupakan anjuran yang mulia. Begitu pula dalam memilih pasangan dengan mempertimbangkan status sosial serta kedudukannya. Siapa yang tak ingin memiliki pasangan tampan atau cantik yang terhormat dan kaya raya? Namun, kita harus melihat dua kriteria tersebut secara berimbang. Kemolekan fisik bukanlah hal yang bertahan sepanjang hayat, begitupun harta dan kedudukan. Kedua kriteria tersebut memiliki tujuan yang baik demi kelanggengan rumah tangga. Meski begitu, jika masih ada kekurangan pada calon pasangan terkait dua hal ini, agaknya nasihat dari Quraish Shihab dapat menjadi panduan.

Di dalam Islam sendiri kita mengenal salat istikharah untuk memohon petunjuk Allah. Milikilah hati yang tentram dan mantap dalam menentukan calon pasangan. Genapkanlah kriteria pasangan ideal kita dengan memohon petunjuk Allah.

Tak Ada Manusia yang Sempurna

Dari seluruh kriteria pasangan ideal yang telah dibahas, penting untuk menyadari bahwa tak ada manusia yang sempurna. Jangan berharap untuk mendapatkan pasangan yang sempurna karena tak ada manusia tanpa cela. Sesungguhnya, kesempurnaan hanya milik Allah SWT, Sang Pencipta. Pantaskanlah dirimu  dari segi mental, pendidikan, dan kehormatan. Selesaikan kewajibanmu untuk menjadi manusia yang berdaya dan pilihlah pasangan yang setara dan melengkapimu. Sesungguhnya, sebaik apapun kriteria pasangan ideal kita akan sia-sia jika kita tak memantaskan diri kita terlebih dahulu.

Baca Juga  Poligami Tak Semudah yang Dikira Lelaki

Itulah beberapa kriteria pasangan ideal menurut syariat Islam. Semoga kalian tak ragu lagi dalam menentukan pilihan menuju jenjang pernikahan.

Referensi:

Ini 4 Kriteria Memilih Pasangan Hidup. (2018, March 17). Sepenggal Info. https://sepenggal.info/ini-4-kriteria-memilih-pasangan-hidup/

Nasehat Memilih Pasangan || Prof. Dr. M. Quraish Shihab || Menikah. (2020, July 4). [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=FTBxIr_bBe4&feature=youtu.be

Shihab & Shihab – Pernikahan Dalam Islam: Nikah atau Kawin Lebih Dulu? (Part 1). (2018, September 24). [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=xfI86H6J_PQ&feature=youtu.be

Bagikan
Comments
  • Memantapkan hati dan memantaskan diri that is probably a long overdue homework of mine. Thx Erlin

    April 4, 2021
  • Fina Napitupulu

    Pengenalan karakter dari masing-masing pribadi juga boleh diperhitungkan, Bu Erlin. Mantap artikelnya. Bernas!
    Sukses dan semoga bisa menang.

    April 4, 2021
  • Euis

    Masya Allah
    Artikel yang maslahat untuk umat
    Semoga meraih juara buat mbak Erlyn solekhah.Aamiin

    April 7, 2021
  • Feby

    Artikelnya menarik. Insya allah artikelnya bermanfaat untuk banyak orang. Terutama yang lagi mencari pasangan.

    April 7, 2021
Post a Comment