f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
muhammadiyah perempuan berkemajuan

Menenangkan Istri yang Tidak Tenang

Kehidupan rumah tangga memang tidak selalu harmonis, kadang juga sering berdebat, kadang juga berpeluk erat. Hal ini wajar, karena setiap manusia pasti menghadapi ujian, tinggal orangnya saja mampu atau tidak dalam mengatasi tantangan hidup. Suami dan istri, mempunyai sifat berbeda namun pada hakikatnya mereka saling melengkapi satu sama lain.

Suami haruslah mampu memahami karakter istrinya, pastinya seperti itu. Namun terkadang meski paham dengan sifat istrinya, tetapi ego sering di kedepankan keduanya. Sehingga ada perselisihan sedikit dapat berakibat fatal, maka sebagai manusia biasa terkadang suka khilaf dan salah. Apakah perempuan selalu benar? Atau lelaki yang sering melakukan kesalahan?

Istri Perlu Kasih Sayang Lebih

Sering kita lihat ada beberapa drama ataupun sinetron yang menggambarkan istri yang selalu tersakiti, padahal wanita makhluk sensitif yang haruslah berhati-hati dalam memperlakukannya. Perasaan yang halus, tidak bisa kita perlakukan dengan cara kasar.

Jika mengingat lagu dari Ada Band yang berjudul “Karena Wanita Ingin Dimengerti”, maka kita mendengar untuk memahami perempuan dengan tutur lembut dan laku agung. Ia tidak bisa diperlakukan keras, tidak dapat pula diperlakukan kasar. Perlu kesabaran dan pengertian lebih ketika menghadapinya, lalu bagaimana cara menenangkan hati seorang istri agar bisa tenang?

Perlakukan dengan Tenang

Istri, akan mereda kemarahannya ketika kita (suami) dapat menghadapinya dengan cara yang tenang, bukan malah mengimbanginya. Marahnya istri, terkadang dengan totalitas, entah sambil menangis, atau hanya diam. Maklum, banyak wanita yang memilih diam ketika sedang marah, namun tak sedikit pula yang meluapkan amarahnya berbagai ragam ekspresi dan sikapnya. Maka terkadang malah membuat suami bingung, dan tidak tau bagaimana cara mengetahui sebab marahnya.

Oleh karena itu, dekati istri dan mengajaknya berbicara dengan tenang, dengan kata lain bicara dari hati ke hati. Dengan begitu, ia akan merasa lebih nyaman mengungkapkan apa yang menjadi permasalahan. Selain itu, akan lebih mudah pula dalam mencari solusi dari masalah yang ada. Karena tidak semua wanita harus diperlakukan dengan cara yang sama, namun dalam berbagai hal perlu adanya ketenangan ketika kita menghadapi suatu persoalan, termasuk istri. Nantinya kita sebagai suami akan mengambil kebijakan dengan pikiran yang jernih, jika kita dapat memperlakukan istri dengan tenang serta mampu meredam emosi.

Baca Juga  Membahagiakan Orang Tua Bukan Tanggung Jawab Anak Sulung

Ketika sikap tenang ada dalam diri kita, di saat itu pula kita memiliki rasa sabar, serta mampu mendengarkan apa yang menjadi keluhan dan kemauan dari istri. Biarkan istri meluapkan apa yang mengganjal dalam hatinya, dengarkan sampai ia tuntas, jangan sampai kita (suami) memotong pembicaraan ataupun penjelasan dari istri kita. Kalau pun apa yang istri kita sampaikan kurang tepat atau mungkin terdapat kesalahan sekalipun, kita perlu mendengarkannya terlebih dahulu, setelah selesai baru kita menjelaskannya. Tentunya dengan ketenangan hati dan nada suara yang tidak tinggi, sehingga apa yang kita sampaikan tidak melukai perasaan istri, atau bahkan membuatnya semakin ‘darah tinggi’.

Ajak Keluar Rumah

Ketika keadaan rumah tidak pas untuk memperbaiki hubungan, maka keluar rumah adalah cara yang tepat untuk membuka ruang komunikasi. Dengan mengajak istri keluar rumah, akan membuat pikirannya lebih fresh dan tidak sumpek. Mencari udara ke tempat yang menenangkan akan membantu suami menenangkan hati istri, karena terkadang suasana lingkungan sekitar mempengaruhi kondisi psikologis istri. Ya mungkin tidak harus mengajaknya keluar belanja, meski belanja menjadi kesenangan beberapa wanita. Tetapi kita bisa mengajak istri ke taman, pantai, atau sekadar makan di warung ataupun kafe.

Mungkin saat suasana emosional sudah tidak terkendali, mengajak istri keluar akan terasa sulit. Namun setiap lelaki pasti memiliki ‘jurus jitu’ untuk meluluhkan hati istrinya, oleh karena itu akan ada cara untuk mengajak istri keluar rumah. Jangan sampai ketika pertengkaran malah membuat salah satu dari suami-istri keluar rumahnya sendiri, maka akan semakin memperburuk suasana. Dengan keluar rumah berdua akan membuka jalan komunikasi yang baik, entah ke mall, kafe, atau manapun asal tempatnya nyaman. Apalagi suami mengetahui selera tempat favorit istri, atau keduanya memiliki tempat yang berkesan, maka akan membuat mudah untuk memperbaiki suasana hati.

Baca Juga  Antara Kamu dan Mahabbah Kepada-Nya
Memohon Maaf dan Berprasangka Baik

Meminta maaf adalah cara terbaik ketika menghadapi istri yang sedang emosi, entah kita (suami) benar-benar salah atau tidak. Karena dengan kata maaf dari lisan, akan membuat istri lebih tenang. Kita sering mendengar istilah bahwa “perempuan selalu benar“, iya mungkin seperti itu meski tak selalu begitu. Tetapi seorang lelaki, seorang suami, haruslah memiliki kebesaran hati untuk mengakui salahnya, dan meminta maaf kepada istrinya. Jika suami tidak salah, maka maaf adalah kata terbaik untuk memulai dan memberi penjelasan terhadap istri. Hal ini akan membuatnya lebih tenang dan merasa di hargai, Allah SWT berfirman, 

وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَٰهِلِينَ خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. Al- A’raf: 199)

Dengan maaf maka akan merubah suasana, salah tidaknya seorang suami, ketika ia mengucapkan maaf kepada istri, akan membuatnya merasa tenang. Menjadi pemaaf atas salahnya istri, memohon maaf kepada istri adalah cara yang baik untuk membuat hubungan menjadi lebih baik. Selain maaf, dengan berprasangka baik kepada istri akan menjadikan kita (suami) tidak terlampau jauh memikirkan dan bahkan mengucapkan kalimat yang seharusnya tidak terucapkan.

Rasulullah SAW bersabda,

لاَ يَفْرَك مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَة إِنْ كَرِه مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَر

 “Janganlah seorang Mukmin itu membenci seorang Mukminah! Sebab, jika ia tidak senang satu perangai wanita itu, tentunya ia menyukai perangai lainnya.” (HR. Muslim).

Maka, ketika kita mengingat sisi baik dari istri, kita akan lebih menghargainya. Serta (suami) akan mengingat kembali bagaimana rasa cinta dan kasih sayang kepada istri, sehingga amarah dan benci yang timbul akan kembali tenggelam.

Baca Juga  Pandemi Covid-19 Membuka Wawasan Baru
Menggelar Sajadah

Cara selanjutnya agar istri merasa tenang saat hatinya tidak karuan adalah menggelar sajadah. Karena tidak selalu kegelisahan dan kemarahan istri disebabkan oleh suami, namun suami memiliki tugas utama yakni membuat hati istri tenang dan nyaman. Menggelar sajadah yang dimaksudkan ada dua, yang pertama adalah ajaklah istrimu sujud (salat). Dengan salat berjamaah dengan istri, maka secara spiritual akan merasakan ketenangan jiwa serta pikiran. Maka mengajaknya beribadah adalah cara yang paling tepat, entah dengan beribadah bersama di rumah, atau ke masjid.

Menggelar sajadah yang kedua adalah mendoakannya, ketika sebab marahnya istri adalah kita (suami). Maka doa adalah senjata yang paling ampuh untuk meminta petunjuk dalam menghadapi dan mengatasi masalah. Dengan salat dan mendoakan istri, maka hati kita akan merasa tenang, dan juga akan membuat istri kita akan tenang secara perlahan. Allah SWT berfirman, bahwa penolong pada suatu masalah adalah sabar dan salat, 

نَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah : 153)

Maka, dengan salat akan membuat hati kita tenang, ketika hati kita sudah tenang, menghadapi istri juga bisa tenang dan dapat menenangkan hati istri pula. Semoga kita sebagai suami bisa menjadi suami, teman, pendamping hidup, sahabat, serta partner yang baik bagi istri kita. Sehingga keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah akan terwujud. Intinya kita bisa saling menjaga komunikasi, selalu saling menghormati dan menjaga kehormatan masing-masing, serta saling pengertian sehingga keduanya (suami-istri) dapat memahami dan mengerti keinginan satu sama lain. (Editor : Jajang)  

Bagikan
Post a Comment