Pandemi Covid-19 Membuka Wawasan Baru
Di hari-hari normal sebelum pandemi, saya berangkat kerja dan mengantar anak ke sekolah, bersilaturahmi dan melakukan segala rutinitas outdoor. Walaupun lelah, tapi menyenangkan bertemu dengan sanak saudara dan teman-teman lainnya. Datangnya pandemi, semua kegiatan harus berubah. Karena wajib untuk melakukan segala aktivitas di dalam rumah, menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, tidak mengunjungi tempat keramaian dan menggunakan masker wajah ketika harus keluar rumah.
Bayangkan saja, biasanya bersilaturahmi dan bertatap muka dengan orang banyak, sekarang semuanya tidak boleh dilakukan. Awalnya terasa membosankan dan membingungkan, namun akhirnya saya terbiasa dengan situasi yang sudah berjalan satu tahun ini. Tentunya, situasi ini berefek kepada kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan dan pariwisata. Kehidupan sosial ketat dengan protokol kesehatan. Ekonomi yang mengalami kemerosotan karena banyaknya pemecatan, penjualan yang tidak stabil, dan siklus ekonomi pun tidak stabil.
Dampak Positif dan Negatif Virus Covid-19 yang Bisa Jadi Pelajaran
Kegiatan pariwisata juga mengalami kelesuan. Pemerintah mengurangi masuknya turis ke dalam dan ke luar negeri. Kegiatan olahraga dan hiburan juga sangat dikurangi dalam rangka mencegah penyebaran virus covid-19. Sistem yang sudah berjalan sejak lama ini berubah menjadi sistem serba online demi menghindari kontak fisik yang memungkinkan penularan.
Selain dampak negatif, dampak positif juga terasakan oleh sebagian orang yang mampu melihat peluang dari pandemi ini. Jeli melihat kesempatan dan peka terhadap kebutuhan sosial. Gadget adalah sumber mediasi, jangkauannya panjang dan sangat luas. Melalui sistem ini, semua kegiatan tersampaikan mulai dari belajar mengajar, berjualan, work from home, dll. Semua kalangan dan segala usia tertuntut untuk memahami gadget agar aktivitas tetap berjalan dengan lancar.
Saat Pemerintah Dinilai Tak Serius Tangani Pandemi
Sebenarnya sejauh apa peran pemerintah terhadap penanggulangan pandemi ini? saya belum melihat keseriusan pemerintah memutuskan rantai Covid-19 ini. Adanya bantuan sosial dari pemerintah sedikit menolong, namun tetap tidak terdistribusi secara merata dan terkesan amburadul. Selain vaksinasi Covid-19 yang gratis untuk rakyat, tentunya mereka juga membutuhkan biaya untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari. Ekonomi yang tidak menentu saat ini, membuat banyaknya tindakan kriminal. Berbagai cara dilakukan untuk menyambung hidup.
Beberapa contoh kasus tersebut, memperburuk reputasi pemerintah. Seolah membiarkan rakyat mencari solusi sendiri untuk hidupnya dan terkesan lepas tangan. Padahal tindakan kriminal yang meningkat itu, bisa teratasi bila pemerintah lebih peka terhadap kebutuhan rakyat. Alangkah baiknya bila pemerintah memprioritaskan rakyat kecil. Memberikan subsidi dana yang adil dan merata untuk tiap keluarga kurang mampu. Termasuk kebutuhan sandang dan pangan mereka.
Di lain sisi, para kaum kreatif yang memiliki skill, sangat mudah menemukan solusi. Mereka menggunakan skill dengan sistem training online yang sistematis. Sistem belajar mengajar ini sangat efektif untuk orang-orang yang senang mencari ilmu. Sekaligus solusi mata pencaharian baru bagi pengajar dan pembelajar. Sebelum pandemi terjadi, pendidikan nonakademik yang mendapatkan serifikat digelar secara offline dengan harga mahal. Namun sekarang, semua menjadi praktis dengan sistem online dan proses belajar mengajar menjadi lebih mudah.
Training Online Kian Menjamur
Training bersertifikat online pun mulai dinikmati oleh para pembelajar. Untuk menambah ilmu atau untuk mendapatkan kegiatan baru yang bermanfaat. Selain belajar, mereka juga mendapatkan teman-teman baru dari daerah lain. Training tersebut dipandu langsung oleh orang-orang expert di bidangnya. Para guru yang kreatif mengajarkan dengan daya tarik ilmu yang tidak biasa, dan dengan waktu yang efisien. Sangat bermanfaat untuk diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari hari. Beberapa contoh training yang beredar yaitu:
Pertama, ada training tentang bagaimana cara menulis. Teknik menulis yang benar dan terstruktur diajarkan langsung oleh seorang penulis buku terkenal. Training ini cocok bagi kamu yang ingin menjadi seorang penulis.
Kedua, training tentang sains, ilmu saraf dan otak. Mengajarkan bagaimana proses terjadinya sambungan pembuluh saraf pada otak ketika mengalami trauma, dll. Ilmu ini langsung dibawakan oleh seorang dokter spesialis terkait. Cocok bagi kamu yang ingin menyembuhkan luka batin karena trauma pada masa lalu.
Ketiga, training mengenai bagaimana membangkitkan energi positif yang ada di alam semesta. Dibawakan oleh seorang penulis dan trainer. Training ini mengajarkan bagaimana kamu menata hati dan pikiran agar terbentuk energi yang dominan positif setiap harinya.
Keempat, ada juga training yang mengajarkan bagaimana cara memotivasi diri agar jiwa lebih semangat mengatasi masalah dalam hidup. Dan masih banyak lagi training lainnya yang bisa kamu nikmati, dengan harga yang sangat terjangkau, tentunya.
Kreatif dan Inovatif di Masa Pandemi Adalah Kunci
Banyak dari pembelajar yang mengikuti training online tersebut, kemudian mempraktikkan ilmu yang mereka dapatkan. Dengan membuka usaha baru maka bisa menghasilkan nafkah untuk menghidupi keluarganya. Bahkan, ilmu yang didapatkan bisa diajarkan kepada seluruh keluarga. Kesempatan untuk lebih kreatif dalam pandemi ini terbuka lebar. Hanya saja kita mau atau tidak mengambil kesempatan itu. Siapkah kita kepada hal-hal baru, berwawasan di bidang yang belum pernah digeluti atau menguatkan bidang yang sudah kita fokusi.
Gunakan kesempatan yang tersedia di masa pandemi ini. Menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan aplikasikan ke circle terdekat. Ilmu yang terserap dapat mendampingi kita menghadapi situasi yang kompleks seperti sekarang ini. Pandemi covid-19 adalah ajang pembelajaran, baik dari aspek pendidikan dan perdagangan. Membawa hikmah untuk kemajuan negara ini. Membuat rakyat menjadi lebih inovatif, berwawasan, dan hidup berdampingan dengan teknologi.
Editor: Andi Eka Nur Wahyu
Free Writer dan Cake Shop Owner
