f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
puisi

Resensi Buku Kata Adalah Rasa; Antologi Puisi Cinta

Buku Kata Adalah Rasa adalah sebuah karya yang hadir saat pandemi seperti saat ini; yang pada saat rasa gundah dan resah sebab wabah ini terus bergema di kepala dan di seluruh media masa; ketika ketakutan menyerang setiap individu yang ingin melakukan aktivitas. Sehingga beberapa hal yang sudah di rencanakan menjadi “stuck”, tak punya arah dan hilang ide sebab termakan oleh ruang-ruang ketakutan.

Jika berbicara tentang puisi, menurut saya puisi yang indah itu berasal hati dan dibaca oleh hati. Kadang penuh makna dan misteri di setiap kata yang tertulis.

Bagi seorang penulis, puisi acap kali menjadi bukti atas perjalanan yang sudah ia lewati, seperti jalan dan tempat yang pernah di singgahi atau seorang manusia yang pernah ia temui. Dan puisi, menjadi kenangan yang paling berharga untuk mengingat hal-hal yang sudah singgah di kehidupan.

Bagi seorang pembaca, puisi menjadi alat untuk mengetahui suasana hati si penulis atau keresahan yang sedang di rasakan. Seperti puisi Widji Tukul yang kebanyakan tentang pergerakan atau keadaan masyarakat pada zamannya; maka artinya ia yang sangat resah pada kondisi dan situasi tersebut.

Dalam kamus psikologi (James Drever) Cinta (love) merupakan sebuah persaan khusus yang mana berkaitan dengan kesenangan yang menyangkut sebuah objek. Ketika berbicara tentang cinta memang tak akan ada habisnya. Sebab hal-hal tentang cinta memiliki arti yang luas dan beragam tergantung pada penghayatan setiap makhluk.

Tetapi pada umumnya jika seseorang berbicara tentang puisi; cinta oleh kebanyakan, artinya sebagai si melankolis yang sifatnya emosional, sensitif dan baperan. Sehingga bentuk puisi yang bermakna cinta menjadi sempit maknanya; rasa suka, bucin atau hal-hal yang dianggap sebagai rasa yang lebay.

Baca Juga  Pendidikan Perempuan Menurut Rasyid Ridha
Tentang Buku

Setelah beberapa bulan menanti akan hadirnya buku ini, Alhamdulillah sekarang buku “Kata Adalah Rasa; Antologi Puisi Cinta” telah hadir di atmosfer bacaan kader IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) cabang Cirendeu.

Hadirnya buku ini di pelopori oleh pimpinan cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah cabang Cirendeu; melalui bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan. Sebagai salah satu usaha menggerakan literasi di cabang Cirendeu.

Setelah saya berdiskusi dengan kabid RPK cabang Cirendeu Kakanda Khotibul Umam tentang adanya buku ini yang kebetulan ia merupakan senior saya di komisariat IMM FIP UMJ. “mengambil judul kata adalah rasa merupakan suatu hal mendasar untuk membuat puisi, yang sudah kita ketahui puisi adalah suatu karya yang menjadi alat untuk mengungkapkan perasaan. Saya tidak langsung mengambil tema tentang kata adalah senjata karena setiap orang bisa saja menulis puisi dengan kritikan atau cemoohan tentang kondisi seperti saat ini. Tetapi, saya mengambul judul kata adalah rasa sebab setiap manusia harus bisa mengartikan makna rasa sebelum ke makna-makna selanjutnya” ucapnya.

Masih banyak sekali pemahaman-pemahaman tentang puisi yang beliau berikan kepada saya, karena beliau juga merupakan salah satu pegiat puisi dengan karya-karya yang sudah diterbitkan di media.

Buku ini ditulis oleh 32 orang dengan 99 judul puisi. Karena buku ini bersifat umum (bukan hanya kader IMM) yang menulis di buku ini, karena kehadiran buku ini sebagai makna bahwa IMM tidak bersifat inklusif tetapi kehadiran IMM dapat dirasakan oleh seluruh mahasiswa.

***

Jika kita menyelami kembali makna seorang mahasiswa memang seharusnya menjadi salah satu agent yang selalu menyuaran tentang pentinganya literasi; karena yang sudah banyak kita ketahui bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang kurang akan literasi.

Baca Juga  Framing Pejabat Publik dan Tantangan Integritas Informasi di Ruang Publik

Kehadiran buku ini menjadi salah satu bukti nyata literasi yang selalu di gaungkan oleh IMM; dengan basis gerakan yang bernafaskan agama Islam sebagai pijakan dalam gerakan. Maka IMM memili tanggung jawab untuk melakukan gerakan literasi.

Karya-karya yang dihasilkan oleh kader IMM sangatlah tidak terhitung jumlahnya. Dengan berbagai karya tersebut, IMM Cabang Cirendeu pun akan terus berusaha menghadirkan sebuah karya nyata untuk kader IMM khususnya dan mahasiswa umumnya.

 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang menjadi wadah di kalangan mahasiswa akan terus menggaungkan tentang literasi dengan banyaknya kegiatan dari komisariat se-Cabang Cirendeu seperti; Diklat Literasi, pelatihan menulis, Baitul Hikmah, serta banyak lagi hal-hal yang diusahan dalam aspek ini.

Sehingga segi tiga intelektual (menulis, membaca dan berdiskusi) menjadi makanan sehari-hari kader IMM. Bukan hal aneh memang ketika melihat kader IMM melakukan diskusi sampai larut malam. Ketika senior menyebutkan tempat yang biasa untuk diskusi dengan lelucon “motor tanpa kepala” yang artinya banyaknya motor yang terparkir depan warung kopi; tetapi sang pemilik sedang duduk di sudut-sudut pembicaraan yang mulai membahas hal-hal tentang dunia dan seisinya.

Bagikan
Post a Comment