f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
webinar

Asyiknya ikut Webinar

“Silahkan para peserta webinar, membuka videonya” ucap seorang ibu  selaku host acara.  Tak perlu repot berganti baju, aku cukup menarik bergo yang tergantung di kamar tidur, lalu berkaca sesaat, memastikan letaknya benar, dan bersiap di depan laptop.

Biasanya, kalau seminar offline, persiapan menjadi peserta saja cukup memakan waktu. Mulai dari pakaian yang akan kita gunakan, make up, parfum, pilih sepatu yang sesuai dan lain sebagainya. Apalagi  kalau seminarnya di hotel berbintang, pastinya penampilan kitapun harus menyesuaikan bukan?

Untunglah sejak Pandemi ini, semua serba online!

***

Sepanjang Work From Home (WFH) yang sudah memasuki bulan ke – 9 ini, aku mulai terbiasa dengan aturan standar memasuki ruang belajar online. Seperti menyalakan video, meng off-kan speaker, mengikuti dari awal hingga akhir, raise hand jika ingin bicara, ketik di room chat jika diminta, dan tetap berpenampilan yang santun meski hanya lewat media on line.

Selain itu, aku juga mulai mempelajari berbagai karakter orang yang ikut dalam ruang belajar, baik karakter pembicaranya maupun karakter pembelajarnya. Ada Pembicara yang sangat ahli dalam keilmuannya namun tetap membawakannya dengan humble dan menyenangkan bagi yang menyimaknya.

Tak sedikit  juga peserta yang membawa “gelas penuh” ke dalam ruang belajar. Sehingga terjadi debat kusir yang sesungguhnya tidak perlu terjadi jika kita memang sudah niatkan untuk mencari ilmu pengetahuan.

Di sisi lain, aku juga bisa menemukan teman-teman baru yang luar biasa menginspirasi. Mulai dari usia yang lebih tua hingga yang masih muda; sebab hal ini, bukanlah menjadi batasan bagi siapapun yang ingin belajar.

Bahkan, saya sendiri menjumpai peserta dengan positif Covid-19, terbaring di rumah sakit, namun semangat belajarnya membuat dia ikut duduk di ruang webinar dengan focus.

Baca Juga  Hardiknas: Pentingkah Gender Mainstreaming and Family Studies Menjadi Mata Kuliah Universitas di Perguruan Tinggi?

Lalu, aku bertanya pada diri sendiri. Apa sebenarnya yang membuat aku berselancar memasuki satu demi satu ruang kelas webinar tiada henti; dari Senin bahkan hingga hari Ahad, dari pagi bahkan hingga malam menjelang tidur, apa sesungguhnya yang aku cari?

***

Pertama, aku suka belajar. Webinar-webinar ini membuka kesempatan untuk belajar apapun yang diinginkan; ada banyak pilihan keilmuan yang selama offline hampir tidak mungkin diikuti karena jarak dan waktu, tetiba semua ruang belajar seakan terbuka lebar.

Kedua, waktu pelaksanaannyapun fleksibel, bisa disesuaikan dengan jadwal kegiatan yang dimiliki.  Ada yang pagi hari, siang, sore bahkan malam hari, seru bukan?

Ketiga, media yang digunakan cukup simple, hanya perlu laptop dan kuota tentunya. Bahkan jika laptop tak ada, pakai HP juga it’s okay kok.  Tidak perlu mengeluarkan biaya untuk transport, makan siang apalagi penginapan meskipun webinarnya terkadang ada yang berlanjut hingga 2 atau 3 hari berturut-turut,  pokoknya betul-betul menghemat budget!

Keempat, webinar bisa mendekatkan yang jauh sekalipun untuk berkumpul dalam satu ruang belajar.  Dulu, rasanya sulit membayangkan bisa satu kelas bersama, yang pesertanya berasal dari berbagai tempat, bukan saja beda kota, beda provinsi bahkan berbeda negara dan Benua.

Kelima, webinar membuka kesempatan belajar langsung dengan narasumber yang ahli di bidangnya, bahkan bukan tidak mungkin,  bisa langsung berhadapan dengan para tokoh penting; semisal dengan Menteri, Ulama, Guru Besar ataupun Tokoh Masyarakat yang cukup sulit ditemui jika dalam situasi offline.

Tentunya masih banyak lagi, keuntungan-keuntungan yang bisa kita dapatkan saat mengikuti webinar pada situasi sekarang ini.  Namun semua kembali kepada niatan kita, apa sebenarnya tujuan kita mengikutinya?

Jika hanya sekedar ikut-ikutan karena sedang trend webinar, bisa jadi kita tidak akan mendapatkan apa-apa, semua hanya menghabiskan waktu tanpa makna!

Baca Juga  24 Tahun Reformasi: Tantangan dan Mindset Gerakan Kekinian

 Apalagi hanya sekedar menggugurkan kewajiban karena ditugaskan kantor. Inipun tidak akan menghasilkan apa-apa, semua hanya sia-sia, sementara di luar sana bisa jadi ada orang yang sesungguhnya sangat ingin mendapatkan kesempatan belajar seperti kita.

***

Idealnya, waktu yang telah kita habiskan, kosentrasi dan kefokusan yang sudah kita curahkan menghasilkan sebuah feed back dari proses belajar tersebut.   Minimal menjadi tahu sesuatu hal yang baru, atau setidaknya kita memiliki standar pengetahuan yang bertambah dari waktu ke waktu.

Dan terakhir, semoga saja proses belajar webinar yang banyak bertebaran di mana-mana. Bebas kita pilih untuk diikuti ini, membuahkan suatu perubahan baru, sebuah perubahan yang membawa kita pada perbaikan.

Pastinya, webinar yang ada selama pandemi ini, merupakan berkah dan anugerah yang patut disyukuri. Sisi lain yang patut dilihat dan dicoba, sehingga mengurangi kita dari terus menyesali hal-hal yang sudah terjadi.

Bukankah untuk menghalau yang negatif maka perbanyaklah hal-hal yang positif. Nah salah satunya adalah dengan memanfaatkan waktu mengikuti kelas-kelas webinar.

Selamat berselancar di lautan pengetahuan, dan semoga berjumpa dengan banyak kebaikan, aamiin.

Bagikan
Post a Comment