Senyum yang Mengundang Kebahagiaan
Ada hal menarik dan menjadi sebuah ibadah dengan pahala dan beragam manfaat. Terlebih hal ini menjadi sedekah yang paling mudah kita lakukan serta pelakunya menerima beragam manfaat. Senyum, ya senyum, aktivitas menyenangkan dan ketika seseorang melakukan berulangkali, maka menumbuhkan rasa gembira dan bahagia bagi orang yang melihat. Ketika senyum itu mengembang di bibir pemiliknya.
Coba bayangkan ketika ada orang yang berwajah kecut, masam dan tidak memperlihatkan senyum, tentu malah memicu kita untuk berpikir negatif dan penasaran dengan apa yang terjadi pada orang tersebut. Hal itu jelas bukannya menularkan rasa senang atau bahagia tetapi malah menciptakan kondisi yang tidak menyenangkan hati. Sehingga senyum itu bisa mengubah suasana ke arah yang lebih baik dan menggembirakan hati orang yang bertemu dengan kita.
“Senyumanmu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi).
Menurut yang tertulis di google, dalam fisiologi, senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagiaan dan rasa senang. Dengan demikian, tersenyum adalah kegiatan ringan namun jelas tidak bisa dipandang sepele. Senyum memiliki magnet yang membuat orang-orang terkondisikan agar sejenak lupa dengan bebannya dan mesti merasakan bahagia walaupun dalam waktu yang tidak lama.
Tentu saja, kita pun tak bisa memungkiri jika di tengah pandemi banyak orang stres karena beragam hal. Untuk membentuk perasaan senang secara kolektif ternyata kuncinya awalilah dengan tersenyum. Senyum itu kecil tetapi besar pengaruhnya dan menciptakan lingkungan di sekitar kita menjadi terbawa suasana positif karena orang-orang yang ada di sekitar kita menjadi gembira ketika berada di dekat kita. Senyum itu tak melelahkan karenanya berikan senyum itu kepada siapapun.
***
Senyum memang bukan solusi dari masalah yang tengah terjadi. Tetapi paling tidak senyum sendiri bisa mengurangi beban orang-orang yang sedang gelisah. Berbahagialah orang-orang yang mampu memberikan senyum untuk orang lain. Selain yang bersangkutan mampu menciptakan suasana yang positif, senyum juga menunjukkan cermin pribadi yang menyenangkan sehingga orang-orang di sekitarnya ikut menikmati kebahagiannya.
Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dia berkata,“Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah SAW.” (HR. Tirmidzi).
Senyum sendiri merupakan akhlakkul karimah yang selalu Rasulullah lakukan untuk para sahabat dan umat Islam saat itu. Rasulullah mengerti betul mengapa beliau harus selalu tersenyum kepada semua orang. Senyum memudahkan jalan Rasulullah untuk berkomunikasi dengan siapa saja. Bagaimana mungkin mampu berdakwah secara baik, jika memperlihatkan suasana hati yang tidak menyenangkan kepada orang-orang.
Sebuah penelitian di University of South Australia mengungkap tentang dampak lain dari senyuman. Para ahli mengawali penelitian dengan asumsi, senyum adalah sesuatu yang sangat penting terutama di tengah kondisi pandemi. “Ketika otot-otot Anda mengatakan Anda bahagia, Anda lebih cenderung melihat dunia sekitar dengan cara yang positif. Dalam penelitian, kami menemukan bahwa ketika seseorang dapat ‘memaksa’ dirinya untuk tersenyum, maka ia dapat merangsang pusat emosi dalam otak yakni amigdala untuk melepaskan neurotransmiter, yang menjaga keadaan emosional seseorang tetap positif,” kata Fernando, seperti dilansir Sciencedaily, beberapa waktu lalu. (https://mediaindonesia.com).
***
Senyum sendiri dapat kita rasakan sebagai media untuk bisa mengajak orang ke dalam lingkaran yang membahagiakan. Senyum-senyum yang mengembang setiap hari pada bibir-bibir orang kita lihat semakin membuat suasana menjadi menyenangkan. Siapapun yang mampu menebar senyum untuk orang-orang di sekitarnya, maka akan menciptakan suasana positif dan dapat saling menguatkan ketika ada masalah.
Senyuman sendiri adalah bentuk komunikasi non verbal yang menyiratkan kepada semuanya bahwa senang, gembira dan bahagia sesungguhnya dapat dilakukan dari hal yang kecil. Visual senyum yang mengembang di bibir tentunya gambaran rasa Bahagia yang tengah terjadi pada pelakunya. Membagi kebahagiaan bagi orang lain melalui senyum mengartikan yang bersangkutan adalah sosok yang menyenangkan dan peduli dengan orang lain setidaknya hanya dengan senyum ia bisa membahagiakan orang lain.
Menyadari akan senyum sebuah hal ringan namun dampak positifnya begitu besar. Maka taka da salahnya mulailah hari ini dengan tersenyum ketika hari-hari lalu kita belum tersenyum. Sadarilah jika tersenyum takkan pernah merugi dan justru akan mendatangkan kebaikan-kebaikan dari orang lain untuk kita. Menebarkan senyum kepada orang-orang adalah sedekah berpahala yang mengundang keberkahan-keberkahan selama kita hidup. Dengan senyum segalanya akan menyenangkan dan membahagiaakan.
Rasulullah SAW bersabda, “Tersenyumlah ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah,”. (HR Imam Turmudzi, Ibn Hibban dan Al Baihaqi).
Jadi jelas, jangan lupakan tersenyum karena senyum adalah ibadah yang memngundang kebahagiaan.***
Penulis adalah bapak dari tiga orang anak yang terbiasa menulis segala hal dan dengan segala nikmat yang ada merasa betah tinggal di Kota Bandung
