f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
Pakaian

Sebaik-baik Manusia, Bermanfaat bagi Sesama

“Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang  tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Dalam sebuah acara tausiah, seorang ustad mengatakan bahwa derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauh mana dirinya punya nilai manfaat bagi orang lain. Hal itu diucapkan berdasarkan sabda Rasulullah saw, “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaat bagi orang lain.” (HR. Bukhari), juga hadis lain seperti yang tertulis di atas.

Jadi, sangatlah beruntung orang yang memiliki kemampuan dan kesempatan untuk berbagi dengan orang lain yang membutuhkan; karena selain dapat meringankan beban orang lain, juga akan mendatangkan kebaikan dari Allah swt. Hal itu juga diamini oleh Mario Teguh, yang mengatakan bahwa “Manusia terindah adalah manusia yang bermanfaat untuk saudaranya.” Bahkan ahli sains Albert Einstein juga pernah mengatakan, “Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna.”

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Juga kita tidak tahu bagaimana penilaian Allah terhadap orang yang kita tolong (bantu). Bisa jadi di mata Allah orang yang kita bantu itu lebih baik dari diri kita. Dan bisa jadi di masa yang akan datang orang itu lebih sukses dari kita; dan di saat itu justru kitalah yang akan dibantu olehnya.

Ingat, Allah Maha Kaya,  Pengasih, dan Penyayang. Sehingga jika ia menentukan kebaikan dan kemurahan rezeki bagi seseorang, maka tidak ada yang dapat menghalaginya. Juga sebaliknya, jika ia menguji seseorang dengan kesulitan; maka tidak ada juga yang bisa mencegahnya. Maka jalan terbaik adalah dengan bertawakal kepadanya dan dengan mengasihi sesama manusia.

Baca Juga  Menimbang Standar, Sekufu, dan Rasa Insecure dalam Memilih Pasangan Hidup
Orang yang Paling Dicintai Allah

Bagaimana perasaan kita jika sedang mencintai seseorang? Tentu kita sangat memperhatikan orang yang kita cintai; berusaha menjaga perasaan orang tersebut agar selalu senang dan gembira. Maka, jika Allah mencintai seorang hamba akan melakukan hal yang lebih baik itu. Lalu, apakah kita tidak ingin menjadi orang yang dicintai Allah?

Dikisahkan dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling dicintai Allah? Dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?”.

Rasulullah saw menjawab, “Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia; dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan ke dalam diri seorang muslim; atau engkau menghilangkan suatu kesulitan; atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menunaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini yaitu masjid madinah selama satu bulan. Barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya; dan barang siapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya, maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk menunaikan suatu keperluan sehingga tertunaikan (kperluan) itu, maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki hari perhitungan.” (HR. Thabrani)

Menolong Haruslah Ikhlas

Menolong sesama harus dilandasi dengan keikhlasan, rasa kasih sayang, dan lillahita’ala bukan dengan maksud lain atau riya. Allah maha mengetahui apa yang kita niatkan, sehingga jika ada niat lain atau bermaksud pamer, maka akan sia-sia amal yang kita kerjakan.

Firman Allah pada surat al-Baqarah: 264, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima); seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.”

Baca Juga  Dari Resolusi Ala Story Nasruddin Hoja Menuju Tradisi Sahabat Nabi

Maka perumpamaan orang itu seperti batu lici diatasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Allah swt sangat menyukai orang-orang yang gemar tolong-menolong, seperti dalam firmannya. Jadi, jika ingin menjadi manusia yang dicintai Allah, maka kita harus menjadi manusia yang gemar membantu dan bermanfaat bagi orang lain.

Bagikan
Post a Comment