f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pandemi

Pandemi dan Potensi Bencana Alam Tahun 2021

Ketika kita menerima undangan teman, saudara, atau siapapun untuk bertemu muka di masa pandemi ini tolong fikirkan sekali lagi terkait lokasi, durasi dan kemungkinan penegakan protokol kesehatan.

Kalau lokasinya ditempat terbuka dg sinar matahari cukup, bisa jaga jarak. Pastikan tidak ada yang merokok, tidak ada yang membuka masker, tidak ada kontak fisik, silahkan menjadi pertimbangan untuk hadir.

Pastikan jangan lama-lama, Cukup dibawah 3 jam

Mari kita coba berempati dengan teman-teman tenaga kesehatan yang 310 hari ini sudah berjibaku. Dari mereka, banyak yang harus terinfeksi, bahkan kehilangan rekan kerja dan keluarganya untuk selama-lamanya.

504 orang tenaga kesehatan meninggal sejak pertama pandemi datang. Belum lagi keluarga mereka, banyak nakes yang pulih pasca positif covid-19 tapi keluarganya tidak tertolong setelah terpaksa tertular.

Kita tahu, ruang isolasi mandiri untuk pasien bergejala ringan dan tanpa gejala tidak lagi menjadi prioritas rumah sakit. Itu karena ruang perawatan isolasi diprioritaskan untuk pasien bergejala sedang dan berat. Bahkan banyak rumah sakit yang mendirikan ruang perawatan darurat karena tidak cukup lagi.

Seandainya siklus alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami terjadi tahun ini jelas fasyankes kita tidak cukup lagi untuk mendukung tindakan darurat medis yang menyertainya. Bahkan minta bantuan dari negara lainpun tidaklah mudah, pandemi ini terjadi di seluruh dunia.

Saatnya terapkan PRB Total

Tapi manusia memang ditugaskan untuk terus berdoa dan berusaha. Pandemi yang nyaris melumpuhkan layanan normal fasyankes kita ini mengajarkan kita bahwa tanggung jawab untuk mengurangi risiko bencana adalah tergantung komunitas terkecil di masyarakat, yaitu komunitas. Ketangguhan komunitas yang bisa menghitung, memprediksi, menghadapi dan memulihkan diri akan kemungkinan-kemungkinan terjadi bencana menjadi penting.

Baca Juga  Memikul Keranda Jenazah ke Kuburan, Siapa Takut?

Negara sebagai penanggungjawab penanggulangan bencana di Indonesia sudah saatnya mengubah struktur anggaran kebencanaan tahun 2021 ini. Fokuskan untuk memastikan semua komunitas yang berisiko tinggi terhadap ancaman bencana mampu menghadapi segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

Sampaikan kepada mereka bahwa dimasa pandemi ini jangan berharap datangnya relawan dari daerah lain bila terjadi bencana di daerah mereka. Karena itu akan meningkatkan risiko penularan covid-19 berlipat-lipat.

Dukung kebutuhan darurat komunitas berisiko terdampak bencana saat ini juga, tidak perlu menunggu kondisi darurat datang. Yakinkan kemandirian, latih kesigapan, perkuat solidaritas, bangun protap darurat dan stand by kan suplay darurat di lokasi sekarang juga.

Banjir Kaum Nuh tidak Datang Tiba – Tiba

Tuhan tidak tiba-tiba mendatangkan banjir besar kepada ummat nabi Nuh tanpa peringatan – petingatan terlebih dahulu. Bahkan Tuhan mengajarkan cara penyelamatan diri dari banjir besar dengan membimbing evakuasi dan ilmu teknologi pembuatan bahtera besar.

Apakah angka statistik kejadian bencana di Indonesia yang hadir sejak kita lahir di dunia ini belum cukup sebagai peringatan Tuhan atas kemungkinan-kemungkinan kejadian yang sama di masa depan ? Akankah kita terus mengingkari angka – angka itu sebagai ayat – ayat kauniyah dari Tuhan ?

Doa kita untuk memohon keselamatan dari bencana mungkin sulit dikabulkan Tuhan ketika kita mengabaikan semua ayat-ayatNya. Apalagi kalau kita malah meningkatkan risiko dengan merusak lingkungan, mempertinggi kemungkinan terjadinya banjir, longsor dan banjir bandang.

Kalaupun selamat bisa jadi Tuhan membiarkan kesombongan bersemayam di hati kita. Apalagi kalau berakhir dengan kematian, tentu sulit status syahid kita harapkan. Walaupun semua itu hak prerogatip Allah SWT.

Bagikan
Post a Comment