Rumah Menjadi Ruang Baca, Caranya Bagaimana?
Budaya membaca tidak bisa muncul secara tiba-tiba di dalam diri seseorang. Ini adalah pembiasaan diri yang bisa jadi dilakukan sejak dini. Atau orang bisa juga “terpaksa” melakukan kegiatan membaca misalnya karena tuntutan pekejaan, penelitian, profesi sebagai pengajar atau ilmuwan yang memang perlu banyak referensi pengetahuan. Tapi bukankah dari kata terpaksa ini lama-lama kita jadi tahu betapa bermanfaatnya kegiatan ini?
Kita sebagai orang dewasa yang telah mengetahui pentingnya budaya membaca tentu saja tidak akan diam memperkaya diri sendiri. Terlebih jika ingin menanamkan budaya membaca dalam keluarga, tentu dampaknya akan sangat besar bagi tumbuhkembang anak. Jika tiap-tiap rumah punya program budaya membaca, semakin cerdaslah bangsa Indonesia. Data dari UNESCO tentang minat baca Indonesia yang rendah, hanya 0,001 persen, sangat mungkin bisa mengalami kenaikan jika minat baca bisa ditumbuhkan di setiap keluarga.
Lalu bagaimana caranya supaya rumah menjadi ruang baca? Untuk menghidupkan budaya membaca ini, Antoni Ludfy Arifin telan membagi tipsnya di sebuah buku, yaitu “Be a Reader, Mendulang Aksara Meraih Makna.” Ia menguraikan tiap poin yang disampaikan oleh Jenn Barman, seorang psikoterapis asal Los Angeles. Kedelapan poin tersebut adalah sebagai berikut:
1. Start reading your child right away
Seperti kata pepatah, “tuntutlah ilmu dari buaian hingga akhir masa.” Maka jika kita telah menjadi orangtua, wajib bagi kita memperkenalkan si kecil dengan buku-buku bacaan. Mulai bercerita sesuatu yang ia suka sesuai dengan bacaan anak-anak. Ajak mereka supaya tertarik dengan buku dengan memberi kesan menyenangkan saat membaca buku.
2. Be a role model
Mau tidak mau, saat kita mengajak orang lain melakukan sesuatu maka yang paling pertama melakukan adalah diri kita sendiri. Menjadi contoh yang baik untuk anak-anak setiap kali di rumah, mengakrabkan diri dengan buku. Membuatnya menjadi kebiasaan yang menyenangkan. Karena anak itu peniru yang ulung, kebiasaan orangtua di rumah bisa menjadi kebiasaannya juga. Makanya, be a role model.
3. Create your reading ritual
Nah, tugas kita sebagai orangtua adalah membangun rutinitas membaca itu jadi hal menyenangkan bagi si kecil. Misalnya kita bisa meluangkan waktu setiap malam sebelum tidur untuk membacakannya buku cerita. Atau pada saat akhir pekan, waktu kumpul keluarga, supaya di setiap rumah suka dengan membaca, konsistensi setiap anggota keluarga itu penting juga. Saling dukung untuk menciptakan ritual membaca ini dk keluarga.
4. Keep books on hand at all time
Benarlah ungkapan M. Quraish Shihab bahwa, “Sebaik-baiknya teman sepanjang waktu adalah buku.” Di mana-mana selalu ada buku, kita bisa membawanya setiap waktu untuk bahan bacaan. Kita bisa membawanya saat keluar rumah, saat liburan, sahabat di saat kesepian, membunuh waktu ketika menunggu.
5. Read to your child regularly
Lanjutan dari poin 3 di atas tadi, konsistensi adalah kunci keberhasilan membangun habit ini. Kita luangkan waktu, kasih sayang, dan cinta untuk membacakan buku cerits kepada anak-anak ini adalah salah satu proses tumbuhnya cinta pada membaca. Jika si kecil tumbuh dewasa, tentunya ia akan memandang membaca adalah hal yang menyenangkan. Orangtuanya telah mengajarinya.
6. Give your child a bed lamp
Ini salah satu cara saja agar suasana di kamar si kecil mendukung untuk kegiatan membaca. Supaya mata tidak cepat lelah dan mereka nyaman melakukannya di kamar. Jadi letakkanlah lampu belajar atau lampu penerangan yang cukup di kamar.
7. Turn off the TV
Ini nih yang juga penting. Seringkali orangtua abai dalam memperhatikan tontonan yang dilihat anak-anak. Kadang ada beberapa gambar atau tayangan yang belum sepantasnya dilihat oleh anak-anak. Maka penting adanya pengawasan dari orangtua. Alangkah baiknya mematikan televisi saat kegiatan membaca berlangsung supaya anak berkonsentrasi. Jika memang masih menonton tv, pastikan kita memberikan arahan kepada anak untuk apa-apa yang dilihatnya.
8. Get books about topic that interest your kids
Mulailah dengan hal yang disukai, ini sangat efektif untuk anak-anak. Ia bisa mrngeksplorasi lebih jauh tentang hal itu. Dengan pemantik itu, ia akan haus akan ilmu pengetahuan. Semua buku mungkin akan dilahapnya ketika ia sudah jatuh cinta pada membaca.
Oke demikian tadi beberapa tips untuk membiasakan membaca di rumah. Menjadikan anak-anak ramah dengan buku. Rumah menjadi jendela ilmu, pelita yang menerangi dunia dan menata masa depan lebih cerah. Kita bisa turut serta mengubah peradaban dari rumah kita. Tinggal praktiknya aja sekarang juga. Aku melihat ada contoh nyata yang dilakukan oleh Ibu Retno Hening (ig @retnohening) kepada Kirana dan Rumaysa, Sejak kecil mereka sudak akrab dan punya koleksi banyak buku. Mereka tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas dan berwawasan luas Sekarang giliran ayah dan bunda. Semangat para orangtua!
“Buku adalah teman paling pendiam dan selalu siap di tempat, penasihat yang paling mudah ditemui, serta guru yang luar biasa.” Charles W.Elliot
Lifelong Learner, content writer, recipe writer, blogger. Blog Pribadi martinamuliadewi.wordpress.com
