f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
tubuh

Pakai Cara ini, Anak Pasti Mau Membaca

Hari ini saya mendapat orderan komik, lagi, dari anak saya yang kecil. Katanya mau mencoba membaca serial Doraemon. Selama ini dia membaca komik Naruto dan Detektif Conan, milik kakaknya. Keren ya saya, he he. Dua orang anak saya, punya hobi membaca. Yang kecil, di usianya yang baru 6 tahun, sudah mulai suka membaca komik. Sedangkan kakaknya, yang kini duduk di kelas 12, sudah menelan berbagai macam jenis bacaan. Bahkan sekarang, sedang mencoba membaca karya-karya terjemahan dari William Shakespeare ( yang jujur aja, bikin saya pun terkejut dengan pilihan bacaannya kali ini)

Ketika saya memamerkan kesukaan anak-anak saya dalam membaca, beberapa orang berkomentar sinis sebenarnya,. Ada yang berkomentar “ Ya iyalah anaknya suka baca, secara gitu lho, mamanya suka baca, jadi otomatis hobinya menurun ke anaknya “. Ada juga yang berkomentar, “ Ya kan, bu Dinul guru, wajar dong bisa bikin anaknya suka buku”. Terlepas dari hobi yang menurun, atau background saya yang seorang pendidik, sebagai seorang ibu, saya bangga dengan hobi membaca anak-anak saya.

Namun tak sedikit juga yang kemudian bertanya, treatments apa yang saya berikan kepada anak-anak, sampai mereka punya kebiasaan membaca. Jadi, karena saya sedang in a good mood, dengan senang hati akan berbagi cerita tentang bagaimana cara saya menggiring anak-anak untuk menyukai bacaan.

Membaca dan Dibacakan

Orville Prescott, seorang kritikus sastra terkenal di Times, mengatakan bahwa “ Tidak banyak anak-anak yang belajar MENCINTAI buku dari dirinya sendiri. Harus ada orang yang memancing mereka masuk ke dalam dunia bahasa tertulis yang indah. Seseorang harus menunjukkan jalan kepada mereka”. Karena itu, it’s OK lah kalau di awal misi kita sedikit memaksa anak-anak untuk mulai membaca.

Baca Juga  Apresiasi, Kunci Kesuksesan Anak

Seperti, secara rutin memberi latihan-latihan soal tentang pelajaran sekolahnya, di mana dalam latihan soal tersebut banyak mengandung bacaan. Mau gak mau, mereka harus membaca bacaan tersebut untuk bisa menjawab soal-soal yang ada. Jika ini sering dilakukan, lama-lama mereka terbiasa bertemu dengan bacaan. Betul?

Banyak sekali soal-soal yang berisi bacaan yang cukup panjang. Tanpa perlu effort yang keras, saya rasa kalau kita mau rajin berburu materi dan latihan soal, akan mudah untuk menemukan soal-soal latihan berjenis ini. Bahkan, mudah sekali menemukan latihan soal yang bacaannya adalah sebuah narasi yang notabene banyak disukai anak-anak.

Next, kita bisa memancing anak-anak menyukai bacaan dengan cara, rutin membacakan cerita untuknya. Waktunya? Monggo, it’s up to you parents. Sebelum tidur bisa, atau mencuri waktu di sela-sela waktu bermain juga bisa. Anda yang paling paham siklus mood anak-anak anda, jadi cari momen ketika mereka sedang dalam mood yang pas. Seiring dengan waktu, kita akan memahami jenis bacaan mana yang bikin mereka antusias mendengarkan.

Eit, misi belum selesai ya… Setelah mereka tertarik mendengarkan, kita harus bikin mereka penasaran dengan memotong cerita tersebut hingga anak-anak penasaran untuk ingin tahu kelanjutan cerita tersebut. Akhirnya, terpancinglah mereka untuk membaca sendiri.

Menciptakan Lingkungan Budaya Membaca Buku

Berikutnya, ini step yang beratttt buat kita, para orang tua. Mengapa begitu? Karena kita harus rela menanggalkan ego dan kepentingan pribadi. Yaitu, ciptakan lingkungan yang mendukung budaya membaca buku di rumah. Anak baca buku, orang tua juga harus membaca buku. Halah, mudah itu bu. Susyah ya….Bayangin aja, menyuruh anak-anak membaca buku, sedangkan orang tuanya membaca lewat gadget hanya karena alasan kepraktisan. Gak fair dong.

Baca Juga  Periksa ke Rumah Sakit di Saat Pandemi Covid-19

Kita, para orang tua, seringkali memiliki banyak pengaturan yang sebenarnya kita bikin sesuai apa mau kita tanpa mempertimbangkan perasaan anak-anak. Anak-anak kita kondisikan membaca buku cerita, sedangkan emaknya lebih sering membaca novel online, dengan alasan tidak perlu repot menenteng buku novel ke mana-mana. Anak-anak kita kondisikan sebisa mungkin tidak sering bermain game online atau play station, padahal orang tuanya sering spending time dengan berface book ria, atau chat haha hihi di WAG. Bener gak moms? Hayo ngaku aja ( kita samaan kok sebenarnya).

Jadi, poin utama step ini adalah, pentingnya pengaturan yang adil untuk kedua belah pihak, dan pentingnya keteladanan pembiasaan. Berat ya, seberat tanggungan cicilan rumah, he he. Kalau anak melihat orang tua sering membaca, otomatis mereka akan meniru. Yakin deh….

Sediakan Bacaan Kesukaan Anak

Last step. Merujuk dari penciptaan suasana membaca, maka perlu juga kita menyediakan bacaan yang disukai anak-anak. Jangan sampai menyediakan bacaan yang tidak sesuai dengan keinginan dan kesukaan mereka. Jangankan dibaca, dibuka aja enggak. Karena itu, perlunya kita memahami apa maunya mereka, dan apa yang disukai mereka.

Seperti 2 anak saya, mereka memiliki ketertarikan bacaan yang yang berbeda. Jadi starting point buku yang yang dibaca pun berbeda. Yang besar, mulai tertarik membaca ketika saya melarang keras dirinya menonton kartun Naruto di TV, tapi saya memperbolehkannya membaca komik Naruto. Maksa ya saya, he he. Gak pa pa deh. Berawal dari membaca komik Naruto, berlanjut dengan berburu koleksi Naruto yang akhirnya tanpa sadar membawa dia tergiring ke berbagai toko buku dan berbagai komunitas membaca, hingga menemukan banyak bacaan menarik selain Naruto.

Baca Juga  Si Kecil Nggak Harus Juara Olimpiade Kok

Sedangkan anak yang kecil, karena sebelumnya sudah terpola kebiasaan membaca di rumah, mencontoh kakak dan orang tuanya, lebih mudah membawanya ke situasi tersebut. Sudah tersedia banyak bacaan yang bisa dipilihnya. Dan, sesuai dengan karakternya yang kepoan, akhirnya terbentuk sendiri pilihan bacaannya, yaitu cenderung memilih buku-buku bergenre penelitian dan cerita-cerita detektif.

Jadi, perlu peran aktif para orang tua untuk menggiring serta memfasilitasi anak-anak agar mau bergaul dan akhirnya menyukai buku. Tidak bisa kita menyuruh saja tanpa benar-benar terlibat dan terjun langsung dalam misi penting ini. Dan, perlu waktu yang tidak sebentar untuk bisa menciptakan iklim membaca di rumah, jadi jangan bosan berproses ya moms.

Bagikan
Comments
  • Dian supraptiningsih

    Iya bu… Terimakasih triknya biar anak suka membaca. Dah tidak sabar praktek nih:)

    Januari 16, 2021
Post a Comment