f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
ibu muda

Hal Sederhana dalam Mendidik Anak, Parenting Ala Ibu Muda

Anak adalah anugerah terindah yang diberikan Allah dalam sebuah keluarga. Kehadiran buah hati menjadi kebahagiaan tersendiri, apalagi jika kelak ia mampu membanggakan orang tua dan berguna bagi orang lain. Namun ada tahap yang harus dilakukan si kecil agar bisa seperti yang diharapkan, tak lain adalah pendidikan sejak kecil yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Orang tua tidak hanya bertugas membesarkan melainkan juga harus mendidik anak, terutama bagi ibu bersama ayah yang merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Maka ia harus menjadi teladan yang baik untuk diajarkan pada buah hati.

Dalam agama Islam, pembentukan karakter pada anak menjadi tanggung jawab dari orang tua sebagai lingkungan yang memiliki pengaruh besar. Dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad Saw beliau bersabda; “Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani, dan Majusi”(Hanbak, 1971). 

Parenting di sini bisa berarti sebagai proses bagaimana orang tua menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai orang tua, yakni tidak hanya melahirkan dan mengasuh atau membesarkan, namun yang lebih berat adalah mendidik.

Tantangan bagi Ibu Muda

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang menikah pada usia 20 ke bawah, dalam hal ini ibu muda mendidik anaknya? Memang ukuran dewasa bukan umur saja, tapi pada usia tersebut emosi dalam diri kadang sulit terkendali yang berdampak pada anak.

Pada kondisi ini, ibu di usia muda masih belum mencapai kedewasaan dengan tuntas. Sehingga belum bisa bersikap mandiri, mengelola tanggung jawab yang lebih besar, dan berperan aktif dalam perkembangan diri sendiri. Bahkan belum memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri, menemukan arti dan tujuan hidup dalam perannya, serta menilai dan membuat perubahan hidup untuk mengatasi perubahan yang terjadi.

Baca Juga  Optimalisasi Kesehatan Balita di Rumah Selama Adaptasi Kebiasaan Baru

Hal ini berkaitan dengan persiapan dan pengetahuan tentang perilaku perawatan anaknya. Permulaan menjadi ibu pada usia remaja banyak berkaitan dengan kesehatan mental yang buruk, misalnya gangguan mood. Di samping itu ibu usia remaja berkaitan juga dengan masih rendahnya pendidikan, tinggal di rumah menjalankan perannya sebagai orang tua, dan akan mengakibatkan kesulitan ekonomi di kemudian hari (Klein, H.A. & Cordell, A.S., 1987; Ziirich, U., 2000; Zarrett, N., 2006; Kaplan & Sadock’s, 2007).

Tips Parenting

Untuk itu ada beberapa tips parenting atau mendidik anak, di antaranya :

1. Memberi perhatian penuh saat bermain

Bagi anak-anak, bermain adalah dunianya. Setiap hari ada saja hal yang ingin ia eksplorasi. Di sini orang tua tidak hanya menemani tapi juga perlu memberi perhatian penuh atau ikut bermain dengan si buah hati dan untuk sementara tinggalkan aktivitas kesukaan anda seperti bermain gadget, dengan begitu anak akan merasa mendapat kasih sayang lebih dari orang tuanya.

2. Jangan terlalu banyak melarang

Saat bermain anak akan menjadikan segala sesuatu yang ia lihat sebagai bahan mainan. Misal air, pasir, kayu atau tanah berlumpur. Saat itulah pasti ibu akan mengatakan “jangan nanti basah, nanti kotor, nanti terluka”. Meskipun niat seorang ibu baik untuk melindungi si kecil, tapi fikiran mereka justru sebaliknya. Semakin dilarang anak akan semakin membangkang. Pada kondisi seperti ini yang perlu mengalihkan perhatian mereka pada mainan yang lebih aman atau bersih. Jika mereka tetap ingin bermain turuti saja dengan mengatakan dengan perlahan untuk membersihkan diri setelah selesai.

  3. Jangan main fisik

Ada saat di mana anak-anak rewel tak menentu, entah karena tidak mau makan, mandi, tidur atau minta sesuatu yang harus dituruti. Jika keadaan sedang tidak mood, ibu akan reflek  mencubit atau menjewer anak agar si anak kapok. Namun hal tersebut justru akan menyakiti mereka baik secara fisik maupun mental, tidak menutup kemungkinan jika ia akan meniru hal tersebut kepada orang lain. Maka jangan sekali-kali bermain tangan, selama itu bisa berbicara dengan baik. Selain itu, jangan pernah memarahi anak di depan orang lain karena bisa berdampak pada kepercayaan diri anak dan timbul rasa malu. Jika ingin menasihati, lakukan secara empat mata.

Baca Juga  Selamat Milad, Perkumpulan Para Baper
***

  4. Biasakan si kecil membereskan mainan sendiri

Ketika selesai bermain, anak akan meninggalkan tempat begitu saja tidak peduli dengan mainan yang berantakan dan berujung pada ibu yang membereskan. Dari hal ini, kita bisa mengajarkan kedisiplinan pada mereka dengan cara mengajak mereka untuk membereskan mainan secara bersama, ingat ya mengajak bukan menyuruh.

5. Berbicara dengan hal yang disukai anak

Menasihati anak kadang tidak mudah, perlu waktu yang tepat agar pesan kita dapat diserap. Dalam hal ini adalah menunggu mood anak bagus dengan cara membicarakan hal-hal yang anak sukai. Kemudian perlahan menyisipkan apa yang akan anda sampaikan, dengan demikian anak akan menuruti apa yang kita inginkan.

***

Beberapa poin di atas bisa menjadi pertimbangan saat mengasuh si kecil. Sebenarnya masih ada banyak hal yang orang tua lakukan agar si kecil memiliki kepribadian yang baik, sopan terhadap orang dan orang lain. Hal sederhana bisa menentukan cara anak bersikap, jadi pastikan kita bijak dalam mendidik dan merawat mereka dalam segala situasi. Memang tidak mudah dan perlu kesabaran ekstra, tapi hal tersebut juga akan terbayar dengan tingkah lucu dan kebahagiaan mereka.

Referensi :
Rahayu, Kristanti Yulianto & Basoeki, Lestari. Pengasuhan Anak oleh Ibu Usia Remaja. Parenting by teenage mother.
Ubaidillah, M. Burhanuddin.2019. Pendidikan Islamic Parenting dalam Hadith Perintah Salat.. Jurnal Darussalam; Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam.Vol. X, No 2: 349-362.

Bagikan
Post a Comment