f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
tantrum

Memahami Anak Insecure

Masa remaja adalah masa terjadinya banyak perubahan. Salah satunya adalah membangun diri sebagai manusia mandiri, yang capaiannya, ditentukan oleh pola hubungan orang tua dan remaja dalam membangun kelekatan.

Kelekatan merupakan ikatan antara individu dengan figur kelekatannya, seperti ibu, ayah, ataupun orang yang dapat memenuhi kebutuhan akan rasa aman dan nyaman.

Dalam kelekatan juga, terdapat pola yang akan mempengaruhi perilaku individu. Pola kelekatan yang dibangun orang tua pada masa bayi, akan mempengaruhi perilaku interpersonal seseorang sepanjang masa. Sehingga, ketika meraka tidak mendapatkan peran dan sosok tersebut, maka anak bisa jadi menjadi individu yang pemalu, dan/atau rendah diri.

Peran Komunikasi Orang Tua

Peran orang tua dalam hal ini harus mampu mendengarkan dan berkomunikasi dengan baik terhadap anak, menyadari apa yang menjadi kebutuhan anak. Kurang responsifnya orang tua dapat mengakibatkan anak menarik diri dan membuat anak tidak nyaman dalam melakukan suatu tindakan sosial.

Kemudian, hal itu juga memengaruhi pada problem solving anak atau penyelesaian masalah. Orang tua yang memiliki kemampuan menyelesaikan masalah dengan baik, mampu menangani anak mereka dan membantunya dalam menyelesaikan masalah secara nyata.

Hal ini juga yang sedang hangat dibicarakan di media sosial, mengenai kesehatan mental. Kebanyakan kasus yang mereka angkat yaitu orang-orang mendapatkan kata-kata negatif dan overtinhking kepada diri sendiri.

Anak, dalam pergaulannya, seringkali mendapatkan perkataan negatif dari orang lain. Apabila anak tidak mampu mengontrol perkataan negatif tersebut, maka akan menimbulkan rasa insecure pada anak. Kemudian anak menjadi tidak percaya diri.

Tidak hanya itu, overtinking terhadap diri sendiri juga berpengaruh pada kemandirian. Berpikir bahwa diri kita tidak berharga, tidak menarik, dan tidak pintar adalah suatu hal yang menjadikan kita rendah diri. Dengan terlalu banyak berpikir juga tidaklah baik untuk kesehatan. Namun, bukan berarti menjadi orang yang cuek terhadap diri sendiri.

Baca Juga  Religious Trauma

Meningkatkan Kelekatan

Kelekatan atau attachment memiliki arti yang khusus, baik dari sifat dan orang yang berlaku di dalamnya. Menurut teori kelekatan, kelekatan adalah ikatan antara individu dengan figur kelekatannya.

Dalam hubungan orang dewasa, orang lain menjadi sosok figur kelekatannya yang bersifat timbal balik. Namun, berbeda dengan hubungan antara anak dan orang tua. Kehadiran orang tua menjadikan anak lebih berharga dan memiliki rasa aman dalam setiap melakukan tindakan.

Hadirnya sosok figur pelekat akan memberikan suatu dampak perubahan bagi anak, anak akan lebih merasa aman dalam melakukan suatu tindakan ketidaktahuannya karna sosok figur pelekatnya akan memberitahu dan mengarahkan anak menjadi lebih baik.

Di situlah kelekatan hadir, di dalam diri anak dan sosok figur pelekat.

Berbeda halnya ketika anak tidak mendapatkan pendampingan dari sosok figur kelekatannya. Anak lebih melakukan suatu tindakan yang tak terkontrol atau bertindak semaunya. Kemudian, akan mempengaruhi anak dalam mendapatkan penghargaan dalam suatu tindakan yang ia lakukan serta saran yang mana sehurusnya dilakukan.

Pentingnya Figur

Hadirnya figur pelekat anak dapat membantu anak dalam menyelasaikan masalah yang ia hadapi. Anak akan lebih mampu menghadapi pergaulan sosialnya, termasuk perkataan negatif, sikap insecure dan overtingking kepada diri sendiri. Figur pelekat membantu anak dengan memberikan solusi dan saran yang harus anak lakukan. Tindakan yang dilakukan oleh figur pelekat akan mengubah dan membentuk konstruk anak dalam menghadapi masalah.

Ketika anak mampu menyelesaikan masalah sosialnya, maka besar kemungkinan anak mudah akrab dengan lingkungan yang sedang ia hadapi. Sebaliknya, apabila belum tuntas dengan persoalan kelekatan dengan figur pelekatnya, anak akan lebih merasa hati-hati dan sulit untuk bersosialisasi.

Baca Juga  Memaknai Kekurangan Diri Sebagai Kelebihan

Adanya sosok figur pelekat akan membawa perubahan besar pada diri individu anak. Figur akan memenuhi kebutuhan rasa cinta dan aman untuk anak mengaktualisasikan diri. Hal itulah yang membuat anak percaya diri atas tindakan yang dilakukannya, dan mampu menjadi pribadi yang kuat dalam situasi apapun. Sehingga anak terhindar dari sikap insecure yang berlebihan

Bagikan
Post a Comment