f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
taubat dosa nasuha

Lebih Besar Manakah, Dosamu atau Allah Swt?

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. “(QS. ali-imran: 135-136)

Kebaikan itu memiliki tingkatan yang berbeda-beda dan diganjar dengan pahala. Demikian juga halnya dengan kejahatan dan akan dibalas dengan dosa. Setiap kejahatan yang mudharatnya lebih besar, maka ia disebut sebagai dosa besar yang membinasakan dan siksanya pun sangat berat.

Adapun kejahatan yang mudharatnya lebih rendah dari itu, maka ia tergolong kepada dosa-dosa kecil yang dapat terhapus dengan jalan istighfar atau mengiringinya dengan kebaikan, sedangkan dosa-dosa besar menghapusnya dengan taubat, taubat yang sebenar-benarnya.

Oleh karena itu, jika dosa-dosa kecil dilakukan berulang-ulang, secara berkesinambungan dan dikerjakan dengan terang-terangan, maka akan terangkum menjadi suatu dosa besar, seorang ulama menerangkan pengaruh-pengaruh dosa kecil dan dosa besar dengan contoh begini.

Ia mengibaratkan dengan perbandingan sengatan kalajengking kecil dengan kalajengking besar. Juga ibarat rasa panas terbakar api kecil dibanding dengan terbakar api yang besar. Semuanya terasa sangat sakit, namun akibat yang ditimbulkan oleh yang besar menyisahkan luka yang lebih parah. Begitu juga, kedua jenis dosa itu sama berbahayanya, akan tetapi  kerusakan yang diderita akibat dosa besar lebih parah daripada dosa kecil.

***

Dikisahkan bahwa pada suatu hari Rasulullah saw kedatangan seorang pemuda yang menghadapnya sambil menangis. Rasulullah bertanya, “Wahai anak muda, apa yang membuatmu menangis?” Pemuda itu menjawab, “Dosaku, aku sangat takut dengan marahnya Allah Swt”.

Baca Juga  Islam yang Menyayangi Kaum Disabilitas

Rasulullah bertanya, “Apakah kamu menyekutukan Allah Swt?” Pemuda itu menjawab, “Tidak.”

Rasulullah bertanya, “Apakah kamu membunuh seseorang yang diharamkan Allah swt untuk dibunuh?” Pemuda itu menjawab, “Tidak.”

Rasulullah mengatakan, “Jika demikian, maka Allah Swt  akan mengampuni dosa-dosamu meski dosamu setinggi gunung yang menjulang sampai menutupi tujuh langit.” Sambil menangis pemuda itu berkata,” Dosaku lebih besar dari gunung yang menjulang tinggi itu.”

Rasulullah bertanya lagi, “Lebih besar manakah dosamu dengan Allah Swt?” Pemuda itu menjawab, “Tentu Allah Swt lebih besar dari dosa-dosaku.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa besar, kecali Allah yang Mahabesar.”

Selanjutnya pemuda itu mengatakan bahwa ia telah menggali kubur seorang wanita muda dan menggauli mayatnya. Mendengar pengakuannya itu, Rasulullah Saw sangat marah dan mengusirnya. Namun tidak lama kemudian Allah Swt mengutus malaikat jibril untuk menyampaikan pesan kepada Rasulullah Saw bahwa Allah telah menerima taubat pemuda tersebut.

***

Perbuatan dosa akan menghalangi rahmat Allah kepada hambanya. Dosa juga akan menutup pintu surga dan membuka lebar-lebar pintu neraka. Namun demikian, sesungguhnya Allah Mahapengampun dan penerima taubat bagi hamba-hambanya yang bersungguh-sungguh dalam taubatnya selagi  nyawa masih menyatu di badannya.

Seperti diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan At-Tirmidzi, Rasulullah Saw bersabda; “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai ke kerongkongan mereka.”

Taubat yang diterima Allah memiliki persyaratan, yaitu peryesalan, meninggalkan dosa, dan berusaha keras untuk tidak melakukannya lagi. Semasa hidupnya setiap orang pasti mempunyai dosa. Dan beruntunglah orang-orang yang telah bertaubat dalam hidupnya.

Secara garis besar pengaruh dosa dalam kehidupan manusia adalah sebagai berikut: mematikan hatinya, melemahkan hati dan tubuhnya, menghilangkan nur yang ada pada akalnya, hati terasa jauh dari Allah Swt dan merasa sering dengan-Nya, menggelapkan hati si hamba sebagaimana gelapnya malam, sehingga dosa yang dilakukan manusia sangat besar pengaruhnya terhadap jiwa dan kehidupan  sosialnya.

Baca Juga  Cinta itu Eksistensial, Tidak Gampang Diraih Secara Sembarangan

Manusia kehilangan arah batin dan hidup dalam sejuta konflik dalam dirinya. Pengaruh dosa nyata dalam penipuan diri sendiri. Manusia tidak lagi mampu menilai dirinya dengan benar dan tepat. Dosa telah membuat manusia tidak lagi mampu memandang dirinya sebagai ciptaan Allah yang mulia.

Bagikan
Post a Comment