f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
perbaiki hati

Muslimah: Berjilbab Dulu atau Perbaiki Hati Dulu?

“Berjilbab tapi kelakuannya kok masih gitu?” Sering kali kita mendengar statement seperti itu dari masyarakat sekitar kita. Dan mau tidak mau, hal itu terdengar jelas oleh kita. Akibatnya, hal itu juga berhasil mengusik pikiran sebagian muslimah yang sudah menjalankan perintah untuk berjilbab menjadi ragu. Naudzubillah.

Mereka diduga telah mencoreng nama baik jilbab itu sendiri karena tindakan atau perilakunya yang belum baik. Sampai tidak jarang dari mereka yang mendapat anggapan munafik karena berperilaku tidak sesuai penampilan. Padahal kita tidak pernah tahu bagaimana usaha mereka untuk samapai pada titik itu; memutuskan untuk berjilbab dengan berbagai pertimbangan dan konsekuensinya.

Kita memang tidak pernah bisa menebak isi hati seseorang, mungkin saja mereka masih dalam tahap awal belajar dan beradaptasi, dengan mengatakan, “Berjilbab tapi kelakuannya kok masih gitu ya?” adalah sesuatu yang harus di hentikan. Tapi bukan berarti hanya yang mengatakannya yang perlu diingatkan, melainkan bagi mereka yang berjilbab dan berperilaku belum baik pun juga perlu diingatkan dengan cara yang lebih sopan.

Perbaiki Hati Dulu

Dengan menyalahkan orang yang sudah berjilbab karena mereka berperilaku buruk maka munculah anggapan; “hati aja dulu yang diperbaiki, baru berjilbab”. Hal ini yang akan membuat muslimah menunda-nunda kebaikan, mau sampai kapan kita memperbaiki hati? Padahal dengan memakai jilbab itu sendiri sejatinya kita sedang belajar untuk memperbaiki hati, karena jilbab adalah sebagai pengingat diri sendiri.

Karena dengan memakai jilbab pasti kita akan berpikir berulang kali ketika hendak melakukan sesuatu yang tidak baik atau yang tidak pantas oleh seorang Muslimah. Misalnya ketika kita mau berteriak dengan keras atau tertawa berlebihan; pasti logika dan hati kita mengatakan yang sama, bahwa tindakan itu tidak sesuai dengan penampilan kita yang sudah seperti ini.

Baca Juga  Islam yang Rahmah Terhadap Perempuan

Nah, dari kejadian itu, kita akan merasakan bahwa berjilbab sendiri adalah proses kita untuk menjadi lebih baik, bukan berarti mereka yang sudah berjilbab merupakan orang-orang yang sudah baik dalam semua hal. Bisa dikatakan bahwa jilbab adalah tameng saat kita hampir terjerumus ke dalam perbuatan maksiat.

Belum Berjilbab karena Belum Mendapat Hidayah

Terlalu sibuk menilai lebih baik mana antara berjilbab atau perbaiki hati terlebih dahulu, membuat kita lupa akan banyaknya muslimah lainnya yang membantah tidak mau berjilbab karena belum mendapat hidayah; membuat mereka berlama-lama dalam kemaksiatan, membuat dirinya nyaman dengan berpenampilan terumbar.

Alasan belum mendapat hidayah terkesan sangat tidak logis, karena yang harus kita ketahui hidayah itu tidak datang dengan sendirinya, melainkan perlu kita jemput. Bukan menunggu.

Berjilbab adalah Kewajiban

Islam adalah agama yang sempurna, mengatur segala hal dari manusia bangun tidur hingga kembali tidur lagi. Tentu dalam hal ini Allah berfirman dalam QS Al-Ahzab: 59  dan surat (Nur: 3)        

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِىُّ قُلْ لِّاَزۡوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ يُدۡنِيۡنَ عَلَيۡهِنَّ مِنۡ جَلَابِيۡبِهِنَّ ؕ ذٰ لِكَ اَدۡنٰٓى اَنۡ يُّعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yanh demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganngu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59)

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖوَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖوَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ  …

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya)…” (Nur: 31)

Baca Juga  Gerakan Sosial dan Semangat Islam Berkemajuan Muhammadiyah
Hijab atau jilbab merupakan kain panjang yang menjuntai dan berguna untuk menutupi aurat seorang wanita muslimah.

Lantas manakah yang lebih baik di antara berjilbab atau perbaiki hati terlebih dahulu? Maka jawabanya kita kembalikan pada dalil di atas, yang mana menegaskan bahwa wajib hukumnya seorang muslimah untuk menutup aurat dengan berjilbab. Karena jilbab adalah ciri dari seorang muslimah, ketika kita mengaku kita adalah orang Islam maka kita pun harus mentaati perintah dan larangan dari Allah SWT.

Disaat kita sudah tau bahwa berjilbab adalah kewajiban, harusnya terlepas dari baik buruknya muslimah maka tetap wajib hukumnya untuk berjilbab. Dan bagi para muslimah yang berpendapat “mengenakan jilbab ataupun tidak adalah keputusan pribadi masing-masing” alangkah lebih baiknya mereka memahami kembali makna dari ayat di atas, karena Allah sudah menurunkan perintah berjilbab dengan jelas dan tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya.

Dan jangan sampai kita menyalahkan jilbabnya ketika kita mendapati seseorang muslimah berjilbab melakukan kesalahan; akan lebih baik kita saling mengingatkan satu sama lain untuk jangan pernah berhenti menjalankan perintah Allah. Bisa jadi mereka butuh rangkulan untuk sama-sama berjalan di jalan yang benar. Karena dengan berjilbab setidaknya kita sudah menutup satu pintu menuju neraka.

Bagikan
Post a Comment