f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
isolasi mandiri

Isolasi Mandiri dan Ihsan Kepada Sesama Manusia

Tulisan ini berangkat dari pengalaman pribadi ketika menjalani isolasi mandiri menunggu hasil Swab test – PCR dan mendengar secara langsung cerita teman – teman yang sudah positif Covid-19 tanpa gejala (OTG). Di tengah wabah covid19 yang semakin tinggi ini; baik secara nasional maupun khusus Daerah istimewa Yogyakarta kita melihat semakin banyaknya orang tanpa gejala (OTG). Mereka adalah yang positif covid-19 tetapi secara fisik sehat dan dapat beraktivitas seperti biasa; hanya hasil test swab menunjukkan ada virus di dalam tubuhnya.

Andaikan mereka tidak test swab maka orang – orang OTG ini bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa, berpergian ke manapun dan berhubungan dengan siapapun. Betapa bahayanya orang tanpa gejala karena bisa menularkan virus Covid-19 kepada orang lain tanpa disadari. Dan jika itu tertimpa kepada yang imunitas tubuhnya tidak baik atau yang memiliki penyakit bawaan seperti jantung, diabetes, kanker dan lainnya maka bisa berakibat fatal.

Untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini maka dibutuhkan test swab yang massif agar kita mengetahui siapa saja yang di dalam tubuhnya terpapar Covid-19; dan bisa mengambil langkah untuk melakukan isolasi mandiri. Dalam konteks itulah sesungguhnya isolasi mandiri adalah cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini sekaligus sebagai upaya melindungi masyarakat secara luas.

Isolasi Mandiri adalah Bagian Ihsan Kepada Sesama Manusia

Kepentingan isolasi mandiri sesungguhnya bukan hanya saja untuk kepentingan pribadi yang terpapar Covid-19 agar segera pulih dan hilang virusnya dari dalam tubuh –karena sekali lagi mereka secara fisik sehat dan tanpa ada keluhan– tetapi isolasi mandiri dapat dilihat dari kepentingan yang lebih besar yaitu kesehatan masyarakat luas.

Bagi masyarakat yang melakukan test swab; bahkan berani melalukan test swab secara mandiri dan kemudian diikuti dengan isolasi diri adalah bagian dari tindakan ihsan kepada sesama manusia. Dalam ajaran Islam tindakan ihsan itu melebih dari tindakan adil. Jika adil adalah tindakan memperlakukan orang sesuai dengan apa yang orang lain lakukan; maka ihsan memberikan lebih baik daripada yang diberikan orang lain kepada kita. Jadi Ihsan merupakan kebaikan melimpah, bukan hanya berharap untuk kebaikan dirinya, namun untuk kebaikan orang lain.

Dalam Al qur’an orang yang dapat berbuat ihsan dijanjikan mendapatkan surga yang seluas langit dan bumi . “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS 3: 133-134).

Melakukan isolasi mandiri selama lebih dari 14 hari, tidak beraktivitas di tempat umum; selain untuk kebaikan diri sendiri tentu lebih jauh untuk kebaikan orang lain. Tindakan ini masuk dalam kriteria ihsan kepada sesama dan jika diniatkan ibadah kepada Tuhan maka di janjikan surga yang sangat luas tersebut.

Hentikan Stigma Negatif Bagi yang Melakukan Isolasi Mandiri

Di lingkungan masyarakat kita, secara jujur harus diakui masih ada yang menstigma negatif bagi masyarakat yang terpapar Covid-19. Penolakan sebagaian masyarakat terhadap bangunan tempat isolasi mandiri masih sering kita dengar; mungkin alasannya masyarakat takut tertular dan menganggap penyakit ini mungkin aib. Padahal virus Covid-19 bisa menular siapa saja tanpa pandang status sosial, bukan aib tetapi virus yang bisa menyebabkan penderitanya sakit.

Di tengah wabah yang masih tinggi ini kita membutuhkan tempat isolasi mandiri dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus covid19. Cara pandang kita harus diubah bahwa tempat isolasi mandiri adalah tempat kebaikan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Yang sedang melakukan isolasi diri adalah pejuang kemanusiaan untuk memutus penyebaran Covid-19. Dalam konteks itulah sesungguhnya mereka sedang melakukan ihsan kepada sesama manusia yang oleh karenanya harus disupport bersama.

Mengubah pandangan tentang isolasi mandiri dengan melandaskan pada nilai trasendetal kepada Tuhan sangatlah penting. Karena selama ini kita hanya beranggapan bahwa isolasi diri hanya proses penyembuhan dari terpaparannya Covid-19. Akan tetapi selama melakukan isolasi mandiri dan mendengarkan cerita teman – teman yang terpapar Covid19; mengisolasi diri tersebut dapat kita maknai sebagai bagian dari perjalanan spiritualitas yaitu ihsan kepada sesame dengan begitu masyarakat yang sehat dapat menghormati yang melakukan isolasi dan mensuport meraka. Walhu’alam bishowab.

Bagikan
Post a Comment