f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
sebagai ibadah

Bekerja sebagai Ibadah

Saat pagi tiba, hampir semua makhluk ciptaan Allah mulai bergeliat seiring dengan naiknya bola api raksasa menyinari hamparan bumi. Burung-burung mulai terbang mencari makanan meramaikan suasana pagi.

Bunga-bunga yang kuncuppun perlahan mengembangkan kelopaknya satu demi satu. Biji yang pecah, membelah tanah lalu bertunas, tumbuh batang dan daun tak lantas berhenti prosesnya. Tumbuhanpun berjuang untuk bertahan dari panas dan hujan agar tetap tumbuh dan berkembang.

Berproses menjadi kuncup, bunga, bakal buah lalu berbuah. Ya, semua makhluk bekerja keras dalam maqamnya masing-masing. Terutama manusia, sebagai makhluk ciptaan Allah yang terbaik. Dengan keadaannya yang sempurna dalam akal, hati dan raga.

Tanggung jawabnya sebagai hamba dan khalifah tak luput dari keniscayaannya untuk “ bekerja” sepanjang hayat. Banyak hal yang harus diselesaikannya dalam hidup. Beribadah, berpengetahuan, bersosial, bermuamalah dan seterusnya.

***

Sebagaimana sibuknya seluruh makhluk Allah d iwaktu pagi, tak terkecuali manusia. Seorang Ibu yang sejak petang harus menyiapkan segala keperluan keluarganya. Sekolah atau keperluan suami jelang berangkat mencari nafkah. Serta semua pribadi-pribadi yang memiliki berbagai macam profesi.

Semua dilakukan  tak lain harus melakukan hal yakni “bekerja”. Bekerja tak mesti berorientasi mendapat uang saja namun bekerja yang dimaksud di sini adalah menjalankan kewajiban-kewajiban, menunaikan hak-hak.

Dan lebih dari itu semua adalah pengabdian pada Sang Pencipta Allah SWT. Maka sebuah pengabdian adalah totalitas bekerja tanpa mengharapkan imbalan materi namun hal-hal positif yang immaterial.

Dan hari ini, sudahkah kita mensyukuri hari atas kenikmatan sehat sehingga kita bisa menjalankan aktifitas dengan lancar ?. Dapat bekerja dengan tenang, tak lain adalah karena anugerah dari Allah Yang Maha Kuasa.

Ngomong-ngomong soal bekerja pastilah kita pernah mengalami kebosanan dan rasa malas. Apakah yang menjadikan munculnya rasa bosan dan malas dalam pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari hanya hati masing-masing yang dapat menjawabnya.

Baca Juga  Standar Ketakwaan Bukan Soal Ibadah !

Padahal dalam tulisan maupun tausiyah motivasi, seringkali kita mendengar tentang “ Bekerja adalah Ibadah”. Namun sering saja kita menemui beberapa orang menjalankan pekerjaannya dengan malas-malasan.

***

Bekerja merupakan upaya yang kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Nah ! jika kita terus-terusan bermalasan bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhan ? Maka mari kita kalahkan rasa malas.

Dalam agama manapun sangat menganjurkan umatnya untuk bekerja sebaik-baiknya. Dan dalam islampun bekerja bukanlah semata-mata hanya untuki mencari rezeki dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Namun lebih dari itu bekerja adalah mencakup kebaikan dan keberkahan bagi diri sendiri. Keluarga ataupun pihak lain yang terlibat dalam proses yang kita lakukan.Bekerja sehari-hari bukan hanya sekedar sarana untuk membuat dapur mengebul; namun juga untuk memelihara harga diri kita.

Bekerja dengan sebaik-baiknya akan mendapatkan hasil yang baik pula sehingga tak hanya membuat kita bangga namun juga bagi orang-orang terdekat maupun orang-orang yang mengenal kita. Alangkah beruntungnya jika kita memanfaatkan kerja sebagai salah satu bentuk ibadah. Yakni ibadah Mahdhoh yaitu suatu jenis ibadah yang tidak ada ketentuannya.

Bekerja dengan baik merupakan bentuk ibadah karena kita srbagai manusia berarti bisa menempatkan dan memenfaatkan waktu untuk hal-hal yang berguna. Lalu bagaimanakah agar pekerjaan kita sehari-hari tetap bernilai ibadah, terasa ringan dan mudah sehingga tak ada keluh kesah yang menghiasi waktu bekerja kita ?

***

Pertama, niatkan pekerjaan yang kita lakukan sebagai bentuk keikhlasan ibadah kepada Allah. Ikhlas dalam bekerja akan memberikan dampak positif bagi hidup dan pekerjaan kita. Kita mengerti bahwa syarat diterimanya ibadah adalah ikhlas. Demikian pula dengan bekerja. Agar dapat bernilai ibadah bekerja harus dilakukan dengan ikhlas.

Baca Juga  Kondisi Psikologis Akibat Penundaan Ibadah Haji

Kedua,  kita harus membiasakan diri bekerja secara jujur dan amanah. Jujur dan amanah akan mendatangkan kepercayaan dari orang lain terhadap pekerjaan kita.

Ketiga, bekerja dengan sikap profesional dan tanggungjawab. Dengan bekerja penuh tanggungjawab dan rasa profesional yang tinggi kita tak mungkin menyepelekan setiap waktu yang kita lewati untuk mengerjakan sebuah pekerjaan.

Intinya apapun pekerjaan yang kita lakukan, kerjakan dengan  sepenuh hati dan ikhlas. Pekerjaan yang kita lakukan tak sekedar masalah bagaimana mendapatkan uang. Namun bagaimana menjadikannya sebagai jalan menuju surga Allah.

Sebagaimana sebuah kalimah mutiara yang pernah saya baca :” jadikan siang hari sebagai puncak semangat kerjamu dan malam hari sebagai puncak dari doa-doamu”.

Semangat bekerja Rahmania, selamat mencari Nafkah dan bersyukurlah !

Bagikan
Post a Comment