f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
ketenangan

Zaman Multi Biadab (2)

Kaum Madyan: Kaum Nabi Syuaib a.s

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu ‘aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya.  Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman“. (QS. Al-A’raaf: 85)

Tetapi sebagaimana kaum-kaum sebelum mereka, mereka pun menolak seruan nabi Syuaib dan terus melakukan kedzaliman dan kelicikan dengan mengutak-atik timbangan dan sejenisnya. Allah Swt mengirimkan azab-Nya kepada mereka berupa gempa yang dahsyat, diperdengarkan kepada mereka teriakan yang sangat kuat, dan mereka ditimpa naungan yang disangka awan, padahal siksa. Dikirim oleh Allah kepada mereka percikan-percikan dan lidah api sehingga mereka hancur binasa.

Ada lima kaum terdahulu yang telah Allah azab karena perbuatan durhaka mereka. Allah Swt menurunkan azab yang berbeda untuk kelima kaum tersebut. Allah memberikan banjir besar kepada bani Rasib, mengirim badai angin kencang pada kaum ‘Aad, menurunkan petir yang menggelegar yang memekakkan telinga untuk kaum Tsamud, dan Allah Swt membalikkan bumi untuk mengazab kaum Sodom, sedangkan untuk kaum Madyan, Allah Swt mengirimkan api yang menyala dari langit yang membakar mereka semua.

Setiap kaum tersebut memiliki satu kedurhakaan spesifik yang membuat Allah Swt murka. Kaum nabi Nuh a.s, bani Rasib, dan kaum ‘Aad; mereka menyembah berhala yang berupa patung-patung. Kaum Tsamud, mereka mendustakan keberadaan Allah Swt dengan membunuh unta yang Allah jadikan mu’jizat nabi-Nya serta mengusir nabi Saleh as, nabi mereka. Kaum Sodom melakukan penyimpangan seksual, terutama homoseksual dan kaum Madyan melakukan pembegalan (perampokan) dan kelicikan dalam perdagangan (mengutak-atik timbangan).

Baca Juga  Nur Aisyah Haifani, Warisi Usaha KH Ahmad Dahlan
Lalu, apa hikmah dari tadabbur ayat-ayat tentang kaum yang diazab tersebut? Miris, sedih, takut, dan ngeri. Mengapa?

Coba lihat sekeliling kita. Bacalah berita-berita yang disiarkan berbagai media. Coba renungkan kehidupan sekarang. Semua kedurhakaan yang dilakukan kaum-kaum terdahulu, semuanya ada zaman sekarang ini. Dengan semua kedurhakaan itu bisa dikatakan zaman sekarang ini disebut zaman multi durhaka.

Penyembahan berhala, baik dalam arti sebenarnya, menyembah berhala berupa patung, pohon, makam, prasasti atau apapun yang dikeramatkan. Maupun penyembahan berhala berupa kiasan, dalam arti menyembah, mengagung-agungkan jabatan, harta, orang (tokoh) dan yang lainnya.

Mendustakan Allah dan Nabi. Siapa yang bisa menutup mata dengan realitas sekarang, yang sudah tidak lagi memedulikan aturan agama, tidak menyandarkan pada syariat dalam aktivita.s-aktivita.s hidupnya. Mendustakan syariat-Nya sama saja dengan mendustakan-Nya.

Penyimpangan seksual. Zaman sekarang bukan hanya sejenis, homoseksual saja, tetapi berbagai rupa; lesbian, biseks, transeks, dan varian yang lainnya.

Begal dan kelicikan dalam menimbang. Dengan berbagai jenisnya dua kejahatan yang dilakukan kaum Madyan ada di zaman sekarang. Begal atau perampa.san harta orang lain, sekarang marak, baik cara halus (seolah) resmi, sesuai hukum, maupun cara ka.sar. Lihat saja dalam perbutan lahan, penyerobotan tanah, penyalahgunaan anggaran atau perampok yang dilakukan terang-terangan dengan cara kekera.san. Begitu pun, dengan kelicikan timbangan. Hampir semua praktek bisnis sekarang ini, kalau tidak hati-hati semuanya mengandung unsur penipuan. Berpuluh macam investa.si bodong muncul, selalu saja banyak peminatnya.

Realita ini tentu membuat miris dan sedih, sekaligus memunculkan ra.sa takut kalau kemudian Allah SWT menurunkan azab-Nya. Apalagi kalau kemudian Allah Swr menurunkan azab tidak satu macam, seperti pada kaum-kaum terdahulu, tetapi menurunkan kelima azab sekaligus. Multi Azab. Na’udzbillahimindzalik. Ngeri membayangkannya.

Bagikan
Post a Comment