f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
adab

Tetap Utamakan Adab di Tengah Cepatnya Perubahan Zaman

Kualitas diri seseorang bisa dinilai dengan bagaimana dia menempatkan dirinya ketika sedang bermasyarakat maupun ketika ia sedang seorang diri. Hal ini tentu menjadi alasan mengapa adab adalah salah satu hal yang sangat ditekankan dalam kehidupan kita khususnya dalam bersosialisasi. Banyak pendapat sepakat bahwa pentingnya mengajarkan adab kepada anak sejak dini akan memudahkan mereka dalam menghadapi masa depan. Apabila banyak orang yang memiliki perilaku baik akan tercipta pula kehidupan yang nyaman.

Seperti yang sudah teman-teman tahu nih kalau dalam Islam sendiri adab-adab untuk melakukan kehidupan sehari-hari begitu banyak. Misalnya adab kepada orang tua, teman, bertamu, sebelum dan sesudah makan, masuk kamar mandi, mau tidur dan lain sebagainya. Kalau hal tersebut kita terapkan, akan termasuk orang-orang yang tidak menganiaya diri sendiri.

Lalu, ada adab dalam berperilaku yang sepertinya sudah mengalami penurunan seiring dengan cepatnya perubahan zaman. “Wah perubahan zaman bisa berpengaruh, ya?” Iya loh! Karena saat ini akses anak untuk melihat ke dunia luar melalui digital lebih mudah daripada ketika zaman-zaman sebelumnya.

***

Sudah menjadi rahasia umum melihat anak-anak menggunakan kata-kata yang kurang baik di sosial media. Bahkan secara terang-terangan banyak pula anak-anak usia dini dari SD-SMA mengunggah kemesraan dengan lawan jenisnya tanpa malu karena menganggap itu adalah hal yang normal pada masa sekarang, dan itu sangat memprihatinkan.

Selain itu, beberapa kali headline mediapun terisi dengan bagaimana siswa yang marah ketika gurunya menghukumnya; atau bahkan wali murid yang tidak terima saat anaknya mendapat hukuman karena kesalahannya dengan mempermalukan pendidik tersebut di depan banyak orang. Padahal seorang guru tidak akan memberi hukuman apabila anak didiknya manut saat belajar.

Baca Juga  Pendidikan Kespro dalam Islam

Penurunan akhlak ini tidak lepas dari pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan putra dan putrinya. Pergaulan ini tidak hanya apa yang kita lihat di lingkungan rumahnya saja, tetapi juga bagaimana dia menggunakan sosial media. Anak-anak biasanya belum mampu menyaring informasi dan hanya langsung menirukan apa yang dia peroleh tanpa mengetahui apakah itu baik atau buruk. Bukankah pendidikan awal ada di rumah oleh orang tua? Seperti banyak pendapat yang menyetujui “Adab before ilmu.” Pasti ada alasan mengapa Islam mengedepankan akhlak mulia.

Bagaimana Sih Pandangan Islam Terhadap Adab?

“Kaum Mu’minin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Tirmidzi no. 1162)

Ketika kita mempercayai bahwa Islam adalah ajaran yang haq sudah sepatutnya kita tidak memilih-milih mana amalan yang akan kita lakukan; karena ibadah itu sangat luas jangkauannya tidak hanya apa yang dipraktikkan. Akhlak yang mulia sudah selalu Rasulullah Saw ajarkan; bagaimana beliau mengajarkan untuk menjadi pribadi yang pemaaf, bertutur kata yang baik, selalu tersenyum, menyayangi fakir miskin dan anak yatim dan lain sebagainya.

Hal ini harus kita ajarkan kepada anak-anak sejak dini, agar generasi muslim selanjutnya adalah mereka yang bisa merangkul lebih banyak orang dengan akhlak yang mulia. Dengan cara ini kita juga sedang membantu menanamkan akidah kepada anak dengan mengingat bahwa perbuatan baik dan buruk akan selalu dicatat oleh malaikat di samping kiri kanan dan setiap perbuatan akan mendapatkan balasan.

Dengan izin Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai manusia yang memiliki adab terbaik. Penyebaran Islam pada zaman jahiliyah di tengah-tengah penduduk yang mulai menyimpang ajarannya tidak lepas dari peran akhlaknya yang begitu sempurna. Banyak tokoh-tokoh besar kaum Quraisy pada masa itu memeluk Islam dengan mudah karena mereka tahu bahwa Rasulullah adalah orang yang paling jujur. Maka, sepatutnya kita semua sebagai muslim menjadikan Rasulullah sebagai role model dalam berperilaku sehari-hari; dan mengajak anak-anak generasi selanjutnya untuk tidak mudah menjadikan sembarangan tontontan atau public figure sebagai contoh untuk mereka berperilaku.

Baca Juga  Menghalau Ketakutan dengan Keimanan
Pentingnya Peran Orang Tua dalam Menerapkan Adab Sejak Dini kepada Anak

Pendidikan paling dasar dari seorang anak adalah moral, tentu ini menjadi tanggung jawab besar bagi para orang tua yang di rumah. Bagaimana cara kita mengajarkan tata krama kepada anak bisa dilakukan dengan memberinya contoh, bukan hanya menceramahinya. Tidak sedikit orang tua yang lalai dengan memberitahu anaknya untuk berbuat baik namun mereka sendiri tidak menunjukkan kepada anaknya. Dengan menunjukkan perilaku dan memberi pemahaman yang benar kepada anak mengapa kita melakukan hal-hal tertentu akan lebih mudah membuat anak untuk meniru apa yang kita lakukan. Misalnya ketika kita memberitahu anak untuk minta maaf kepada temannya bila mereka berbuat salah; kita sebagai orang tua juga jangan ragu untuk meminta maaf kepada anak apabila kita melakukan kesalahan.

Mengarahkan Pembelajaran Adab dengan Bijak

Peran pembelajaran spiritual begitu penting dalam mengajarkan adab, loh! Bagaimana cara kita mengenalkan Sang Pencipta kepada anak-anak. Biasanya siswa SD sudah mulai mempelajari tentang rukun iman, jadi kita bisa mulai memberi pemahaman tentang setiap poin dalam rukun iman tersebut kepada anak sebagai bentuk penanaman akidah.

Selain itu, bisa mulai mengenalkan sosok Rasulullah SAW dan para sahabatnya tentang bagaimana mereka berperilaku terhadap satu sama lain melalui cerita yang menarik perhatian anak. Kemudian mengajaknya berdiskusi tentang moral dari sejarah cerita para pendahulu umat muslim juga yang patut dijadikan teladan untuk anak-anak sebagai bekal mengahadapi perubahan zaman yang akan datang.

Jadi, selain memberi contoh dalam berperilaku, menanamkan akidah, dan mengenalkan sosok-sosok yang bisa mereka teladani seperti yang sudah dijelaskan di atas; di era teknologi ini mendampingi anak dan membatasi penggunaan sosial media juga harus dilakukan. Karena kita tidak mengetahui apa saja yang mereka lihat saat asik bermain dengan gadgetnya; dan banyak sekali postingan di berbagai media yang tidak sesuai dengan norma-norma keislaman.

Baca Juga  Pentingnya Prinsip Kesetaraan dalam Rumah Tangga Menurut Islam

Hal ini bukan berarti menutup akses untuk anak belajar digital karena Islam pun menyukai orang yang berilmu. Tetapi kita mencoba mengajarkan mereka lebih bijak dalam mengikuti perkembangan zaman dengan tetap menerapkan hukum Islam, bukan melebur dengan modernisasi.

Bagikan
Post a Comment