f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
taaruf online

Taaruf Online: Penyedia Jasa atau Perantara?

Tiada hentinya orang berikhtiar untuk akhirnya bisa menjawab pertanyaan paling nyinyir sedunia: “Kapan nikah?”. Saya dan ratusan orang lainnya (mungkin ribuan) mencoba mengikuti akun taaruf yang dari dulu terdengar gaungnya sukses mempertemukan ikhwan dan akhwat sampai ke jenjang pelaminan.

Bio akun-akun taaruf di Instagram yang diikuti lebih dari ratusan ribu, terdengar menjanjikan:

“Banyak yang siap nikah”

“Akun taaruf online pertama”

“Mungkin jodohmu disini”

Dan tanpa banyak endorsement, akun-akun taaruf online seketika banjir dengan banyaknya postingan biodata para pejuang nikah. Mulai dari Sabang sampai Merauke, diam-diam tiap postingan sudah dilihat oleh ribuan pasang mata, berharap si dia lah jodohnya.

Taaruf Online dari Akun Media Sosial

Di awal tahun 2020, saya mencoba mendaftar di salah satu akun taaruf di Instagram yang paling banyak diikuti. Awalnya, saya klik tautan di bio akun tersebut. Lalu, dialihkan ke WhatsApp mereka dengan sebuah template pesan: “Saya siap mendaftar (seperti inilah kira-kira)”. Beberapa detik kemudian, muncul seuntaian balasan.

Dari situ, saya membaca pelan-pelan prosedur pendaftaran mulai dari apa saja yang harus diisi di biodata yang sudah disediakan sampai nomor rekening yang tertera. Nah loh. Bayar juga ujung-ujungnya. Memang sih, tidak ada patokan harga khusus dari mereka dengan embel-embel seikhlasnya saja. Ya wes. Namanya juga ikhtiar.

Saya mengosongi bagian nama dan memasukkan email yang sebelumnya saya buat. Hanya dibagian note, saya menulis “Saya bersedia resign apabila diminta untuk mengikuti suami”.

Kurang dari satu jam, biodata saya dengan ilustrasi seorang wanita tanpa wajah berkerudung hitam, muncul. G-mail saya pun langsung dibanjiri lebih dari 10 pesan masuk setiap menit. Wah berasa Raisa deh saat itu.

*

Malamnya saya membaca satu per satu pesan pada email saya. Ada yang sekedar mengucapkan salam dan ada pula yang langsung mengirimkan CV lengkap dengan foto, alamat, bahkan visi misi pernikahan. Latar belakang pekerjaan mereka pun tak sama. Ada yang ASN, BUMN, TNI, swasta, driver ojol, buruh, honorer, sampai entrepreneur.

Proses memilih si dia, ternyata tak semudah testiomonial. Kenyataannya, menolak dan ditolak pun seperti tidak ada habisnya. Alasannya pun bermacam-macam. Ada yang setelah bertukar CV langsung mundur mulai dari karena perbedaan manhaj, orangtua yang kurang sreg, sampai dituntutnya untuk bisa berbahasa Jawa krama.

Ada beberapa bujang yang komunikasinya lebih nyambung. Namun sebelum akhirnya memutuskan untuk tidak lanjut, dia bertanya relakah saya apabila di poligami. Oalah mas, nikah saja belum, sudah memikirkan perempuan berikutnya.

Memang, ada sekitar tiga sampai empat orang yang terang-terangan sedang mencari istri kedua. Akhirnya setelah tiga hari berkutat membalas dan menyeleksi, saya meminta admin akun taaruf itu untuk menghapus biodata saya. Saya berpikir pencarian model seperti ini tidak akan berhasil untuk saya.

Prosesi Taaruf Online Seperti Ajang Take Me Out

Jauh dari stagnan, akun taaruf tersebut terus mengunggah biodata tiap jamnya. Dan jika dicermati, komentar paling banyak ada pada profil orang-orang yang menulis: “kartap (karyawan tetap), TNI, ASN, BUMN, mencari pasangan yang sholeh/sholeha yang bisa diajak tinggal di luar negeri, staff di PT….”.

Baik laki-laki maupun perempuan dengan pekerjaan yang wah seperti itu tidak pernah sepi komentar. Banyak yang berharap semoga emailnya dibalas dan masuk kriteria orang tersebut.

Lama-lama akun ini seperti ajang Take Me Out Indonesia yang sempat populer di tahun 2009. Reality show ini akan berakhir apabila si high-quality jomblo sudah memilih satu diantara 30 peserta terbaik. Bedanya, taaruf online ini dibalut agama. No pacaran, nikah yes (jargonnya sih seperti ini).

Ironisnya, ada beberapa komentar insecure dari orang-orang yang tak memiliki pekerjaan dan pendidikan sementereng itu. Mereka bertanya bisakah mereka mendapat jodoh dengan pekerjaan mereka yang mereka anggap jauh dari kaya mapan seperti tukang cilok, buruh cuci, pembantu rumah tangga, dan lain-lain. Bisa mbak, mas!

Pelajaran dari Pengalaman Taaruf Online

Dari pengalaman saya mengikuti taaruf online ini, saya membawa begitu banyak pelajaran. Pertama, ini bukanlah taaruf seperti yang agama saya maksudkan.

Kedua, baik admin maupun pencetus akun taaruf bukanlah perantara, melainkan hanya menyediakan jasa untuk untuk memperlihatkan sebuah biodata seseorang dan tentunya mereka tidak akan bertanggung jawab jika ada tindakan kejahatan atau kriminal yang terjadi.

Dan yang terakhir, memilih calon suami atau istri hanya sekedar bertukar CV tanpa ada perantara yang jelas, akan timbul banyak cela yang bisa merusak istilah taaruf itu sendiri.

Saling bertukar nomor WA, intens berkomunikasi, mengirimkan foto kegiatan sehari-hari, dan sebagainya bisa-bisa seperti hanya mendapat kenalan dari aplikasi kencan online. Tidak ada bedanya kan?

Jadi pikirkan kembali jika ingin berikhtiar mencari kenalan lewat akun taaruf online seperti ini. Jika ada cara yang lebih “nyata” atau ada perantara yang dikenal yang bisa membuat proses berkenalan menjadi mudah, pilih saja jalan ini.

Dan satu hal lagi, mencari pasangan hidup bukanlah perkara mencari siapa yang terbaik pekerjaan dan pendidikannya, namun berada di waktu yang tepat saat Allah akhirnya berbisik pada semesta, kun fayakun. Teruslah berikhtiar dan konsisten tahajjud di sepertiga malam. Kamu ngga sendirian kok.

Bagikan
Comments
  • AE

    Terima kasih sudah share pengalaman pribadi tentang taaruf online. Jadi ada gambaran jelas seperti apa taaruf online itu. Semangat, orang dan waktu yang tepat pasti sudah disiapkan sama yang Kuasa 🙂

    Agustus 8, 2020
  • TE

    Tulisan yang menarik! Dan juga lagi dibutuhkan banyak orang, mengingat tren taaruf online yang sekarang sedang menjamur.
    Terima kasih sudah berbagi cerita dan pengalaman, Sis!
    Saya (dan mungkin para pembaca tulisan ini) akan mendoakan kamu segera dipertemukan dengan jodoh terbaik pilihan Tuhan, di waktu yang tepat dan dengan cara yang nggak terduga.
    Aaamiiin.

    Agustus 8, 2020
Post a Comment