f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
keindahan

Surga, Keindahan yang Abadi bagi Para Mukmin

Allah Swt. telah menciptakan surga dan neraka. Di mana kita sebagai manusia bisa memilih sendiri jalur mana yang akan kita pilih. Surga adalah tempat bagi orang-orang yang selama di dunia selalu taat kepada Allah dan neraka adalah tempat bagi mereka yang ingkar. Dan Allah Swt. telah memberikan manusia akal untuk menentukan pilihan mereka.

Allah memenjarakan roh manusia dalam sebuah kurungan yang bernama “Tubuh” dan “Dunia” agar roh manusia mengetahui hakikat penghambaan yang tidak mungkin terjadi tanpa sebuah ketaatan. Dan ketaatan tidak mungkin terjadi tanpa serangkaian aturan. Maka Allah menciptakan tubuh dan dunia untuk manusia yang penuh dengan aturan-Nya. Jika roh manusia berhasil mengatur tubuhnya di dunia dengan ketaatan atas segala aturan-Nya, maka dia bisa bebas melejit ke surga. Jika tidak, maka rohakan terus terpenjara dalam tubuh yang akan kekal di dalam neraka.

Namun, pada kenyataannya manusia hidup dalam pelanggaran dan kemaksiatan. Dunia dengan segala kepalsuannya berhasil mengelabui roh manusia, membuat tubuhnya mendominasi rohnya. Tubuhnya sudah berhasil membuat rohnya lupa pada hakikatnya yang seharusnya. Bahkan, tubuh yang diciptakan sebagai kurungannya telah menipu mata manusia dan membuat rohnya tidak berdaya. Akibatnya, manusia banyak yang dijadikan budak oleh hawa nafsunya. Dia mengagumi dunia yang sebagai penjaranya dan menikmati segala rupanya.

***

Keindahan yang dirasakan oleh manusia di dunia ini hanyalah keindahan yang bersifat fana dari yang sebenarnya nyata di surga. Keberadaannya membuat seorang Mukmin sejati memikirkan surga dan merasakan kerinduan terhadapnya. Walau sangat mungkin dia menderita kesulitan dan kepedihan sepanjang hidupnya di dunia. Tetapi Mukmin sejati akan selalu percaya kepada janji Allah bahwa ini adalah jalannya untuk bisa bebas melejit ke surga-Nya.

Baca Juga  Memaknai Syukur dari Sudut Pandang yang Lain

Firman Allah di dalam Al-Qur’an,

وَقِيلَ لِلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ مَاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمْ ۚ قَالُوا۟ خَيْرًا ۗ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۚ وَلَدَارُ ٱلْءَاخِرَةِ خَيْرٌ ۚ وَلَنِعْمَ دَارُ ٱلْمُتَّقِينَ

“Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.” (Q.S An-Nahl [16] : 30).

Dari ayat di atas, dapat dimengerti bahwa orang-orang yang berbuat baik akan mendapatkan balasan langsung di dunia. Tetapi keindahan surga yang akan mereka rasakan di akhirat jauh lebih baik daripada keindahan ketika berada di dunia. Keabadian sebuah keindahan yang nyata terdapat di surga yang hanya bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Sifat Calon Penghuni Surga

Terdapat sebuah pelajaran penting dari surat Qaf, surat yang biasa dibaca oleh Rasulullah ketika khotbah jumat mengenai sifat-sifat calon penghuni surga kelak,

“Sedangkan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tidak jauh (dari mereka). (Kepada mereka dikatakan), ‘Inilah nikmat yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang senantisa bertobat (kepada Allah) dan memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Allah Yang Maha Pengasih, sekalipun tidak kelihatan (oleh-Nya) dan dia datang dengan hati yang bertobat, masuklah (ke dalam surga) dengan aman dan damai. Itulah hari yang abadi. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki, dan pada kami ada tambahannya.” (Q.S Qaf [50] : 31-35)

Dari ayat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa ada empat sifat calon penghuni surga kelak, yaitu :

  1. Awwab

Yang dimaksud dengan awwab adalah orang yang selalu memohon ampunan kepada Allah swt. setiap kali dia berbuat dosa. Sa’id ibnu al-Musayyib rahimahullah berkata, “Yang dimaksud awwah adalah orang yang berbuat dosa lalu bertobat kemudian ia terjerumus lagi dalam dosa lalu ia bertobat.”

  • Hafizh

Yang dimaksud dengan hafizh adalah menahan diri dari segala larangan Allah dan menjaga kewajibannya sebagai seorang muslim. Ibnu Abbas ra. mengatakan, “Ia menjaga amanat yang Allah janjikan untuknya dan ia pun menjalankannya.”

  • Khaasyi ar-Rahmaan

Yang dimaksud dengan khaasyi ar-Rahmaan adalah perasaan tunduk dan takut kepada Allah serta pengakuan akan adanya Allah dan rububiyah-nya, kekuasaan-Nya, serta pengetahuan Allah yang terperinci pada setiap hamba-Nya. Sebagaimana dalam ayat 33, “(Yaitu) orang yang takut kepada Allah Yang Maha Pengasih, sekalipun tidak kelihatan (oleh-Nya)…”

  • Qalbun Munib

Yang dimaksud dengan qalbun munib adalah kembali kepada Allah dengan hati yang selamat, bertobat dan tunduk kepada Allah. Masih pada ayat 33, “Dan dia datang dengan hati yang bertobat.”. Ibnu Abbas ra. mengatakan, “Kembali (dengan bertobat) dari bermaksiat kepada Allah, melakukan ketaatan, mencintai ketaatan tersebut dan menerimanya.”

Baca Juga  Memiliki Anak Kembar : Nikmat atau Berat?
Kenikmatan Paling Tinggi di Surga

Dari segala keindahan dan kenikmatan yang ada di surga kelak, perjumpaan dengan Allah adalah kenikmatan yang paling tinggi. Kelak kaum Muslimin akan melihat Allah swt. secara langsung, sejelas manusia memandang matahari dan bulan di saat tidak ada awan yang menghalanginya. Di saat itu lah wajah para Mukmin akan berseri-seri bahagia melihat Tuhannya. Sebagaimana yang digambarkan di dalam Al-Qur’an,

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ , إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

“Wajah-wajah (orang Mukmin) pada hari itu berseri-seri. Memandang Tuhannya.” (Q.S Al-Qiyamah [75] : 22-23)

Ada banyak sekali kenikmatan dan keindahan yang ada di surga. Segala kebutuhan manusia dari segi lahir maupun batin sudah disediakan oleh Allah untuk hamba-Nya yang beriman. Tetapi puncak kenikmatan paling tinggi yang akan diperoleh oleh seorang mukmin adalah melihat Allah Swt. secara nyata di surga kelak. Karena itulah yang paling dinanti oleh semua hamba-Nya, yaitu para mukmin sejati selalu taat kepada-Nya dan menjunjung tinggi keimanan yang ada dihatinya serta selalu berbuat kebaikan.

Bagikan
Post tags:
Post a Comment