f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
masa

Sudahkah Pembelajaran Daring Berhasil di Masa Pandemi?

Pembelajaran daring menjadi isu dan fenomena yang sering dibicarakan akhir-akhir ini. Banyak pendapat dan pandangan mengenai pembelajaran daring, ada yang pro dan ada yang kontra, lalu apakah pembelajaran daring efektif bagi kalangan pelajar yang menjalaninya? Apakah pelajar senang dengan pembelajaran daring? Ataukah pelajar makin malas dan kesulitan dalam pembelajaran daring?

Yuk!! Ta’arufan dengan Pembelajaran Daring

Semenjak merambaknya Virus Covid-19  pemerintah segera menurunkan perintah kepada seluruh sekolah yang ada di Indonesia untuk menerapkan pembelajaran daring. Hal ini tentunya dilakukan pemerintah sebagai upaya meminimalisir penyebaran Virus Covid-19. Meskipun sampai sekarang Virus Covid-19 ini masih saja tersebar di Indonesia.

Pembelajaran Daring merupakan pembelajaran yang dilakukan menggunakan internet sebagai media untuk menyampaikan ilmu pengetahuan dari guru kepada murid ataupun sebaliknya. Pembelajaran yang menggunakan internet sebagai penyalurnya ini, pasti ada media elektronik yang harus digunakan. Misalnya Laptop, Handphone, Smartphone, ataupun komputer.

Pembelajaran daring tak mengenal waktu dan tempat tak seperti pembelajaran disekolah pada umumnya. Karena pembelajaran daring dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tergantung dari guru yang memberikan tugas. Terkadang dalam pembelajaran daring siswa dihadapkan dengan berbagai persoalan yang muncul, misalnya susahnya sinyal, tidak punyanya smartphone, dan tidak punyanya kuota internet. Hal itu akan berdampak pada saat siswa sedang melakukan pembelajaran daring, mereka akan merasa sangat terganggu dan terkadang karena waktu yang sudah hampir habis mereka menjawab soal dengan alakadarnya.

Pembelajaran daring menjadi satu-satunya cara yang bisa dilakukan dimasa-masa pandemi ini, dengan pembelajaran daring interaksi antara guru dan siswa tidak ikut terhambat dan bahkan mati. Bukan hanya interaksi yang tetap berjalan tetapi juga peningkatan mutu dari siswa itu sendiri. Dengan pembelajaran daring mereka tetap mendapatkan pelajaran yang seharusnya mereka dapatkan pada saat di Sekolah.

Fenomena dan Fakta Dikalangan Masyarakat Tentang Pembelajaran Daring

Adanya pembelajaran daring membuat desas-desus yang merambak dikalangan masyarakat. Ada yang setuju dengan adanya pembelajaran daring dan ada juga yang tak setuju dengan adanya pembelajaran daring ini. Oleh sebab itu, tak dapat dihindari bahwa ada banyak masalah yang timbul dimasyarakat akibat dari pembelajaran daring.

Contoh kasus yang sedang terjadi dikalangan masyarakat saat berlakunya pembelajaran daring misalnya adalah kisah Mbok Ida, yang pinjam HP dan ngutang ke tetangga hanya untuk membeli kuota internet supaya anaknya bisa tetap sekolah. Mbok Ida adalah salah satu dari ratusan orang yang mempunyai problem dengan adanya pembelajaran daring. Mbok Ida hanyalah seorang penjual plastik sampah yang seharinya hanya berpenghasilan Rp. 20.000 rupiah, dengan uang yang segitu jangankan beli HP dan kuota internet untuk beli beraspun masih kurang.

Mbok Ida berujar bahwa beliau belum pernah mendapatkan subsidi dari Pemerintah untuk dana pembelajaran daring. Bukan hanya kisah mbok Ida yang mencuri perhatian publik. Ada juga kisah kakak beradik Nolin dan Adel yang bersekolah disalah satu SMP Negeri di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah yang bergantian meminjam HP tetangga dan berjalan hingga 2 km untuk mencari sinyal yang digunakan saat pembelajaran daring.  Namun kisah Nolin dan Adel sudah terdengar dari pihak sekolah, pihak sekolah pun mengunjungi mereka dan memberikan modul. Setiap 3 hari dalam satu minggu ada guru dari sekolah mereka yang akan rutin berkunjung kerumah mereka.

Dilema Pembelajaran Daring

Kedua contoh diatas menjadi salah satu contoh kecil yang terjadi diseluruh penjuru Indonesia, masih ada banyak lagi kasus dan masalah yang terjadi akibat dari pembelajaran daring ini. Tapi tak jarang ada juga yang mendukung pembelajaran daring ini, mereka merasa bahwa pembelajaran daring tak hanya menimbulkan dampak buruk tetapi juga dampak baiknya.

Dengan pembelajaran daring anak akan lebih banyak punya waktu bersama dengan orang tuanya, jadi hubungan baik dapat diwujudkan dari kedekatan antara orang tua dan anak. Bukan hanya itu, kebersihan anak akan diawasi langsung oleh kedua orang tua jadi anak akan lebih terhindar dari virus yang sedang menyebar.

Pembelajaran daring menjadi satu-satunya solusi terbaik yang bisa digunakan pada masa Pandemi, tapi masih banyak pro kontra yang tersebar dikalangan masyarakat. Jika pembelajaran daring malah menyusahkan bagi para pelajar dan bahkan orang tua lalu apakah pembelajaran daring ini sudah efektif jika harus dilakukan terus menerus?

Dampak yang Timbul Akibat dari Pembelajaran Daring

Seperti pepatah, Tidak ada asap bila tak ada api. Maka seperti itulah pembelajaran daring yang sedang terjadi di Indonesia. Banyak masalah yang timbul dikalangan masyarakat karena adanya pembelajaran daring ini, dan menuangkan dampak buruk bagi para pelajar. Para pelajar terkena dampak langsung dari pembelajaran daring, ada yang mengaku senang dengan pembelajaran daring dan ada yang mengaku bahwa pembelajaran disekolah lebih menyenangkan dari pada pembelajaran daring.

Sebagian mengaku bahwa dalam pembelajaran daring sering mengalami kesusahan-kesusahan saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Mereka mengeluh dengan banyaknya tugas yang terkadang waktu pengerjaan dengan tugas dari mata pelajaran yang lain bertumpang tindih. Dengan banyaknya tugas dan waktu pengumpulan yang terlalu menyiksa membuat para pelajar kewalahan, belum lagi susah sinyal yang dirasakan bagi sebagian pelajar. Hal ini jika terjadi lama kelamaan maka akan berpengaruh bagi psikologis perkembangan anak.

Adanya pembelajaran daring membuat hubungan anak dan orang tua akan terbangun. Karena disinilah peran orang tua akan dibutuhkan, orang tua hendaklah selalu menemani anaknya saat belajar. Dengan pengawasan yang cukup hal ini dianggap akan berdampak positif bagi proses belajar pada anak. Terkadang pembelajaran daring membuat anak cepat bosan dalam belajar dan lama kelamaan akan lalai dalam belajar, hal ini akan berdampak pada pelajaran yang dipelajari anak. Disinilah pintar-pintarnya orang tua untuk membangun semangat anak untuk terus belajar walau ditengah lingkungan yang kurang mendukung.

Masihkah Pembelajaran Daring Jadi Solusi?

Jika anak terus merasa tertekan dan suntuk dengan pembelajaran daring mereka akan merasa stress dan hal tersebut akan berpengaruh bagi tumbuh kembangnya. Hal ini tentunya tak diharapkan oleh orang tua bahkan pemerintah. Memang pemerintah mempunyai niat baik dengan diadakannya pembelajaran daring ini, tapi jika hal ini dapat berdampak buruk bagi pelajar-pelajar yang ada di Indonesia, lantas apakah pembelajaran daring masih dipertahankan?

Ataukah ada perbaikan dan solusi dari pemerintah dalam menanggapi masalah-masalah tersebut? Semoga saja ada, jika tidak maka para pelajar-pelajar di Indonesia akan semakin tersiksa.

Bagikan
Post a Comment