f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kencan

Setiap Suami-Istri Perlu ‘Kencan’

Bayangkanlah bahwa pria berasal dari Mars dan wanita dari Venus. Pada suatu hari di zaman dahulu, penduduk Mars yang sedang meneropong melalui teleskop menemukan orang-orang Venus. Melihat penduduk Venus, timbul perasaan-perasaan yang belum pernah mereka kenal. Mereka jatuh cinta dan segera menciptakan penerbangan angkasa untuk terbang ke Venus.

Orang-orang Venus menyambut orang-orang Mars dengan tangan terbuka. Secara naluriah, mereka tahu hari ini akan datang. Hati mereka terbuka lebar-lebar untuk cinta yang belum pernah mereka rasakan.

Cinta antara penduduk Venus dengan penduduk Mars terasa ajaib. Mereka senang berkumpul bersama, melakukan segala sesuatu bersama, dan saling berbagi rasa. Meskipun berasal dari dunia yang berbeda, mereka bahagia atas perbedaan-perbedaan itu. Selama bertahun-tahun mereka hidup bersama dalam cinta dan keselarasan. Kemudian mereka tiba di Bumi dan mulai amnesia. Mereka lupa bahwa mereka berasal dari planet yang berlainan, para pria dan para wanita pun terus-menerus bertengkar.

***

Dr. John Gray menuliskan kiasan mengenai konflik umum yang terjadi antara pasangan dalam buku Men Are From Mars Women Are From Venus. Kita bisa lihat—rasakan, bahwa pola komunikasi laki-laki dan perempuan ternyata berbeda. Dan perbedaan inilah yang sebenarnya memperjelas bahwa laki-laki dan perempuan itu saling membutuhkan. Saling melengkapi satu sama lain.

Seperti yang Bruce Lee katakan, “Aku tidak pernah takut akan seseorang yang telah berlatih melakukan 10.000 tendangan sekali waktu, tapi aku takut terhadap seseorang yang berlatih melakukan satu tendangan 10.000 kali.”

Saya menyadari bahwa menghangatkan hubungan pernikahan, harmonis, membahagiakan pasangan, tidak melulu soal berapa banyak tempat yang dipijak, berapa banyak uang yang dikeluarkan, atau berapa banyak barang ber-merk yang dibelikan (meskipun saya juga tidak menolak jika dikasih hehe). Namun, seberapa sering kita mengasah ‘berlatih’ melakukan satu kegiatan ‘ngobrol’ dengan 10.000 kali, atau bahkan lebih dari itu.

Baca Juga  Rumah Idaman Setiap Insan

Jadi, ketimbang saya menuntut melakukan aktivitas bersama pasangan yang beraneka ragam ala selebgram—yang bahkan bisa bikin kantong kering. Saya malah meminta kepada suami untuk selalu menyisihkan waktu tiap ba’da subuh dan akhir pekan untuk ngobrol atau bisa kita sebut ‘kencan’—’us time‘.

***

Kencan yang ada di pikiran saya, tidak begitu sempit, tidak hanya seputar kegiatan nonton film di bioskop, makan di restoran, jalan-jalan ke Bali atau luar negeri. Tetapi bisa juga melaui sehabis sholat dan kami mengaji Al Qur’an bareng, kemudian mendiskusikan makna ayat tersebut; atau merutinkan baca Sharah Shahih Al Bukhari jilid 1-10 (meski belum khatam) yang merupakan mahar pernikahan kami; atau barangkali ngobrol santai tentang aktivitas apa yang telah kami lewati setelah makan malam di kamar.

Kegiatan yang saya sebutkan itu juga merupakan sebuah kencan yang mampu menawan hati saya—sungguh! Meskipun minim foto instragramable untuk dipost, tetapi kencan sederhana ini selalu memenangkan hati. Karena kebahagiaan ada di dalam diri kita sendiri, bukan diukur oleh jumlah like atau beribu komenan.

Beberapa hari lalu ketika saya membuka beranda instagram, saya membaca status Mbak Tristiul mengenai komitmennya bersama suami untuk rutin berkencan. Dan ternyata bukan saya seorang yang berpikir begini, hal yang perlu disyukuri karena ternyata masih ada pasangan-pasangan lain yang terus mau bertumbuh dan berkembang bersama.

Begini bunyinya:

“Aku ingin kita kencan rutin, diskusi rutin seminggu sekali. Untuk ungkapan uneg-uneg, evaluasi keberjalanan rumah tangga, dan merencanakan apa yang akan kita lakukan. Saya sangat diuntungkan dengan ritual ini. Uneg-uneg masing-masing yang bisa muncul tiba-tiba secara mentah dan menyakiti, lebih tersampaikan secara jernih saat kencan, atau terkonfirmasi lebih tepat. Perbedaan sudut pandang, karena didiskusikan rutin dari kencan ke kencan—mempermudah kami untuk bisa saling memahami.”

***

Ritual ‘kencan’ ini pun sangat membantu saya. Hingga pada saat saya sedang merasa malas memasak dan melakukan apapun, suami akan cepat tanggap dengan berkata, “kita gofood ya, mau makan apa?” Atau suami akan ikutan diam duduk di samping, tidak melakukan apa-apa saat saya sedang tidak ingin melakukan apapun (adegan ini hanya berada di akhir pekan).

Baca Juga  Keluarga: Tempat Kita Kembali

Ketika salah satu dari kami tiba-tiba diam, kami saling memberi waktu tersendiri untuk menikmati kesenangan atau hobi. Semisal, bermain game atau nonton bola akan begitu berarti untuk suami saya ketika pikirannya butuh refleshing. Atau membaca novel dan nonton video lucu akan sangat membantu saya merefleksikan diri.

Ketika salah satu dari kami marah, kami sepakat untuk menerima perasaan tersebut. “Sayang, aku marah!” atau “Tahu nggak sih, aku tuh lagi marah, Beb!”

Sebab, kami percaya bahwa pasti ada maksud yang ingin Allah sampaikan lewat perasaan tersebut, entah itu cemburu, kesal, marah, dan lain-lain. Bisa jadi, ini adalah sinyal dari adanya hal yang perlu kami kita perbaiki, atau barangkali ada pembelajaran yang ingin Allah berikan.

***

Seperti fitrah perempuan yang condong pada perasaan, mampu menjadi obat pelipur lara seorang lelaki. Hingga kemudian, kita sering mendengar kisah turunnya wahyu pertama yang saat itu Rasulullah saw dalam suasana ketakutan. Ibunda Khadijah yang penuh rasa kasih-sayang menguatkan Rasulullah, ia melimpahkan rasa damai dan tentram ke dalam hati yang besar itu, hati yang sedang mengalami kekhawatiran dan gelisah.

Seperti Rasulullah yang hanya tersenyum ketika mendengar perasaan negatif istrinya. My husband pun berusaha demikian. Dan yang namanya usaha tidak cuma dilakukan sekali-dua kali saja. Tapi berkali-kali, sampai mentok bila perlu.

Karena banyak sekali konflik dalam hubungan kami, disebabkan karena komunikasi yang buruk, dan segera terselesaikan dengan komunikasi yang baik.

Saya pun masih terus mengulik dan berusaha menemukan banyak formula seputar dunia per-kencan-an yang dapat meningkatkan pola komunikasi saya dan suami menjadi lebih baik. Pada akhirnya, “ngobrol” adalah sebuah kebutuhan untuk setiap pasangan.

Bagikan
Comments
  • Eii Awaliah

    Menarik

    April 13, 2021
  • Imelda

    Masyallah tabarakallah 😍 sangat memotivasi

    April 13, 2021
  • Setuju banget 👍 sesibuk apa pun, saya dan suami selalu mengusahakan waktu kencan berdua. Paling sederhana adalah ngobrol berdua di rumah, atau di kafe. Kami juga hobi sama, yaitu bersepeda, yang juga bisa dianggap kencan 🤣 Jika ada waktu dan budget lebih, liburan berdua. Sehari dua hari, jauh dekat nggak masalah. Yang penting asik 😍

    April 13, 2021
  • Anis

    Keren deh, sukses selalu

    April 14, 2021
  • merisca

    bagus sekali 👍

    April 14, 2021
  • Alula

    Terima kasih Deby . Untuk para Singlelillah sabar ya 😀

    April 14, 2021
  • Ma2h wina

    Bagus

    April 14, 2021
  • Erna erdhiya

    Keren. Sepakat soal kencan ini.

    April 14, 2021
  • Ida farida

    Setuju sekali krn komunikasi kunci dari sebuah hubungan, apabila komunikasi baik, dipastikan hubungan jg akan baik, krn rumahtangga bkn utk perjalanan sesaat tp perjalanan yg sangat panjang, apabila dlm perjalanan, komunikasi buruk, bgmn kita bisa melanjutkan perjalanan itu

    April 14, 2021
  • Faizah Nurul Ishmah

    Wah, artikel yang sangat menarik untuk dibaca. Saya cukup setuju dengan pemikiran penulis. Konsep quality time yang dipaparkan di sini sederhana, namun bermakna. 😍

    April 14, 2021
  • Melvi

    Baguus.. Sukses teruus

    April 14, 2021
  • Setuju.. Karena dalam menjalin hubungan butuh komunikasi agar tidak miskom. Lewat kencan suami istri bisa komunikasi dengan lebih nyaman..

    April 14, 2021
  • Ane frindandini

    Keren sangat bermanfaat,sukses terus ya

    April 14, 2021
  • Siti mima

    Setuju

    April 14, 2021
  • Fitdiwansyah

    Waduh bisa jadi bekal buat yang masih jombss! Keren kak!

    April 14, 2021
  • Syihab

    Hadir yg belum nikah tapi kyk ngeh aja pas baca hehe… Karena pada hakikatnya semua merasa (baik yg sdh menikah ataupun belum) bahwa hasrat sosialisasi itu kerap membawa pengekspresian emosional seseorang, yang mana ini penting banget buat orang-orang yg dalam ikatan sosial, baik dalam lingkup keluarga atau teman; sahabat. Maka tatkala manusia lebih sering berekspresi dengan lingkungan sekitar, maka dia akan cenderung pada rasa nyaman dan bisa pada kata bahagia, meskipun dalam hal-hal yg terhitung sederhana, sebagaimana disebutkan oleh penulis diatas. Selamat berbahagia di bulan penuh rahmat ini, jangan lupa bersyukur. Assalamualaikum : )

    April 14, 2021
  • Feni Apriani

    Masyallah…
    Menginspirasi Deb..
    Terimakasih🙏

    April 14, 2021
  • Feni Apriani

    Masyallah…
    Menginspirasi Deb..
    Terimakasih🙏

    April 14, 2021
  • noza_husein

    menarik, sukses terus kedepannya

    April 14, 2021
    • Ida momo

      Alhamdulillah ..di pernikahan saya berarti kencan terus..bahkan setiap hari

      April 18, 2021
  • noza_husein

    mantap.. sukses terus kedepannya

    April 14, 2021
  • noza_husein

    mamtap

    April 14, 2021
  • Hilman

    Ceritanya seger. Bisa jadi pelajaran bagi saya juga. Mantab teh Deby

    April 14, 2021
  • Ihda Fauziah

    Bagus, menarik dan penuh inspirasi, sukses selalu 👍

    April 14, 2021
  • Udoh Hasanah

    Menarik, utk saya yg belum menikah bisa jdi pembelajaran utk nanti.

    April 14, 2021
  • Aulia

    Agree👍

    April 14, 2021
  • RIDHA

    Bagus & Keren

    April 14, 2021
  • Sofiah

    Mantap sejaki semoga sukses selalu👍👍

    April 14, 2021
  • Sofiah

    Mantap sekali,semoga sukses selalu👍👍

    April 14, 2021
  • Munayah

    Bagus dan sangat memotivasi untuk pasangan suami isteri semoga bermanfaat

    April 14, 2021
  • AI Heni Sofiatin

    Sukses terus buat putri neng Elly bagus artikelnya

    April 14, 2021
  • Atin Yuliani

    MasyaAllah tabarakallah, i am so proud of you, Deb!
    Aku juga sedang mempersiapkan ruang khusus dalam hatiku, untuk kekurangan suamiku nanti. Hingga pada saatnya hidup berumah tangga jika nanti kutemukan kekurangan suamiku, maafku terlebih dahulu meredam amarahku.
    Karena Aku mengerti bahwa hadirnya satu paket dengan ketidaksempurnaan, kekurangan, dan sifat menyebalkannya. Semoga Aku dan suamiku kelak, satu sama lain bisa saling menerima dengan sempurna.
    Tentu saja Aku tidak semulia Ibunda Siti Khadijah, tapi aku ingin memiliki cinta seperti cinta Ibunda Khadijah kepada Rasulullah SAW.
    Membantunya dalam urusan akhirat, menjadi penggenap imannya tentu menjadi PR-ku saat ini. Hingga nanti saatnya tiba, Aku bisa mempercayainya disaat orang lain meragukannya, menyenangkannya disaat orang lain menyusahkannya. Menemaninya disaat orang lain meninggalkannya, juga menentramkannya disaat orang lain membuatnya gelisah. Semoga kelak nanti Aku dan dirinya bisa selalu mengerti, salah satu ikhtiar yang akan Aku lakukan tentunya dengan cara “kencan” seperti kata-katamu, Deb. Terima kasih, semoga nanti Aku bisa menjalani rumah tangga dengan bahagia seperti rumah tanggamu, Deb.
    Sukses selalu❤️

    April 14, 2021
  • Holisohkamilah

    Sangat bermanfaat ♥️

    April 14, 2021
  • Achdariyah

    Good…. Tapi tidak semua laki-laki bisa diajak kencan/diskusi karena ada sebagian dari suami yang tertutup tentang problem yang dihadapinya. Suami yang hanya ingin berbagi kebahagiaan tanpa mau berbagi kesedihan/kesulitannya kepada istrinya. Terkadang egois dan hanya bisa marah ketika dia mempunyai masalah di luar. Hanya sabar dan tawakal kepada Allah-lah yg menjadi kuncinya.

    April 14, 2021
  • Ucu saadah

    Bagus….inspuratiiif nya pake bangeeets

    April 15, 2021
  • Deby, thank you udah menulis ini. It means a lot for everyone who read this essay. Ini juga yang selalu aku tanamkan ama diri sendiri ketika nanti akan berhubungan, bahkan dengan siapapun itu. Komunikasi adalah kunci. Valid emang!

    April 15, 2021
  • Ayuni Sukarman

    MasyaAllah….. Semoga Sakinah,Mawaddah Wa Rahmah selalu teh Debi dan suami.
    Meskipun blm punya pasangan. Tapi Sy sepakat dg ‘Kencan’ ini. Yg jelas, setiap pasangan punya cara tersendiri untuk mengembalikan atau meningkatkan keharmonisan rumah tangganya. Inspiratif dah pokoknya. Like it.

    April 15, 2021
  • Nur Halimah

    MasyaAllah teh deby.. Asupan buat bekal nanti, yang jomblo baca ini senyum2 sendiri heheheh.

    Bener bener menginspirasi tulisannya teh…

    Hatur nuhun teh deby

    April 15, 2021
  • Faridatun Hasanah

    Maa syaa Allah, tabarakallah.. bermanfaat sekali untuk para pasutri, terutama untuk saya pribadi yang baru saja berlayar mengarungi bahtera rumah tangga. Terimakasih, Deby, atas tulisannya yang ‘berisi bin bernutrisi’ . Alhamdulillah, cukup ‘menyentil’ saya yang terkadang memaknai dan mendefinisikan segala sesuatunya dgn sempit. Dari ulasan di atas saya belajar, bahwa konsep kencan tak melulu tentang merogoh uang dan meghabiskannya dengan cuma-cuma, hingga pada akhirnya membuat kelimpungan di akhir bulan, hihi. Yap, awalnya memang berlindung dengan dalih Qtime dan me-refresh diri dari rutinitas harian yang itu-itu saja, padahal memang belum ketemu ajaa ‘jalan ninja’ yang lain. 😀 Tips ini sangat membantu para pasutri yang masih berusaha belajar menabung untuk investasi di masa depan, tapi tetap menginginkan komunikasi yang hangat dan harmonis dengan pasangan tanpa menghabiskan banyak biaya. ☺️ Sekali lagi, terimakasih atas tulisan yang bergizinya!

    April 15, 2021
  • Volikashi

    MasyaaAllah, semangat berkarya ya ka

    April 15, 2021
  • nana

    keren banget

    April 15, 2021
  • Deby Rosselinni

    Alhamdulillah biidznillah, saya bersyukur dan bahagia dgn bermanfaat nya tulisan saya untuk teman-teman pembaca semua. Terimakasih juga sudah berkenan membaca esai sederhana ini. Semoga lahir kebaikan² baru dari para pembaca esai ini. Aamiin.

    April 16, 2021
  • Deby Rosselinni

    Konsep “kencan” dan pola komunikasi pasangan yang ada di esai ini, tidak menjamin bisa diterapkan langsung pada setiap pasangan. Namun, bukan berarti tidak bisa dalam arti tidak akan pernah bisa diterapkan selamnya.

    Saya memaknai pernikahan sebagai proses pembelajaran sepanjang hidup, dan selama lingkungan kita berkembang diri kita juga bertumbuh, begitupun dengan pasangan, maka kita akan terus belajar tentang diri kita dan diri pasangan kita yang baru.

    10.000 kali, atau bahkan lebih. Begitu kata Bruce Lee. Jadi proses “kencan” ini tdk bisa langsung mendapat penerimaan (bahkan dari diri kita yg mengusulkan), tdk pula mulus tanpa hambatan. Maka itu berlatih. Berlatih. Usaha. 10.000 kali lipat. Sebagai studi kasus, pada awal pernikahan suami saya tipe orang yang tertutup dan tdk mau berbagi kesedihan. Tp bukan berarti selamanya akan begitu.

    Air yang setetes demi setetes membasahi batu, yang akhirnya mampu mengikisnya meskipun batu itu sangat keras, kuat dan kokoh.

    Jadi, kita tidak perlu merasa gagal dalam percobaan pertama, kedua, kesepuluh. Sebab perlu 10.000 latihan yang mesti kita lakukan. Meski pernikahan saya terbilang belum lama sampai puluhan tahun, namun saya percaya ada banyak kebaikan dari pernikahan yang ingin Allah tunjukkan pada kita semua.

    Semangat berlatih semua. Semoga Allah selalu memberkahi dan meridhoi hidup kita semua. Aamiin.

    April 16, 2021
  • Mamaayya

    MasyaAllah ngena banget sama saya dan pasangan selama ini.. keknya relate banget, betapa pentingnya komunikasi suami-istri untuk menjaga keharmonisan RT, karena ga cukup pake bahasa tubuh 😆

    Nuhun mba Deby sudah mengingatkan, moga jadi ladang pahala. Keep writing yaaa! Semangat! ❤️

    April 16, 2021
  • Chaca

    Mantap! Terus berkarya Deb.

    April 16, 2021
  • Wulan Widari

    Masya Allah, semoga banyak pasangan halal lainnya yg membaca ini.

    April 16, 2021
  • Hj dahliyah

    Masya allah mantap keren

    April 16, 2021
  • Bahrudin Bahrudin

    Menarik dan edukatif

    April 16, 2021
  • Findi fitriyani

    Sungguh artikel yang sangat menginspirasi
    Bermanfaat bagi pasangan suami istri agar rumah tangganya selalu penuh cinta
    Setiap hari serasa pengantin baru

    April 16, 2021
  • Icah Maisah

    Luar biasa pasangan muda ini, semoga kita semua menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, aamiin ….🤲

    April 16, 2021
  • Peti Priani

    Keren dan menginspirasi. Saya jadi punya istilah baru terhadap rutinitas “ngobras” dan evaluasi yang sudah dilakukan dengan suami. ‘Kencan’ terdengar lebih asyik dan menarik.

    April 16, 2021
  • Findi fitriyani

    Artikel yang sangat menarik

    April 16, 2021
  • Ahmad Murad

    Luar biasa Deby…

    April 16, 2021
  • Muhammad Bahrushofa

    Keren sekali

    April 16, 2021
  • Leccy Aquino

    Bagus 👍👍👍

    April 17, 2021
  • Rusdi

    Masyaa allah tabarakallah, de deby Artikel yang menginspirasi kita semua
    Semoga sukses selalu
    Saya suka artikelnya mantaap.. 👍

    April 17, 2021
  • Maryati sukiman

    Setuju!
    Pacaran sesudah menikah. Itulah pacaran yang sesungguhnya. Dan Islam mengajarkan itu.
    Semua yang dilarang sudah dihalalkan. Menatap, menyentuh dan seterusnya.
    Namun, tidak menjamin pernikahan akan langgeng. Kenapa? Karena cinta dalam rumah tangga harus dijaga. Kenapa harus dijaga, apakah cinta bisa hilang dalam kehidupan mereka?
    Ya cinta bisa luntur bahkan menghilang ditelan rutinitas pekerjaan, waktu yang sempit serta jarak yang jauh.

    Betul yang ditulis Debby, cinta harus dipelihara. Caranya? Salah satunya adalah kencan. Tak perlu kuantitas tapi yang penting kualitas. Jalan jalan berdua. Kirimi pasangan sesuatu yang menyenangkan misalnya coklat, buket bunga. Beri pasangan perhatian dengan mengirim lewat medsos dan seterusnya. Yap pokoknya setuju

    April 17, 2021
  • Masda jaya

    Alhamdulillaah isinya bagus banget, moga menginspirasi yg lain

    April 17, 2021
  • Dra. Bairia, M. Pd

    Masyaallah…sangat menarik dan inspiratif..
    Sukses terus ya Debby…Aaamiin..

    April 20, 2021
  • Dra. Bairia, M. Pd

    Masyaallah…sangat menarik dan inspiratif..Goodluck..Debby..

    April 20, 2021
  • Risna Juliani

    Mashaallah, meskipun saya belum menikah. Tapi membaca ini bisa jadi sedikit gambaran pelajaran nanti uuk berumah tangga. Terimakasih debi, tulisannya bagus💕

    April 21, 2021
  • Ismet El-Siruni/Hikmatullah

    Kereen…Inspiratif

    April 22, 2021
  • Ismet El-Siruni/Hikmatullah

    Kereeen.Inspiratif

    April 22, 2021
Post a Comment