f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
Qurrota A'Yun

Qurrota A’Yun Kunci Keberkahan dan Kebahagiaan Keluarga

Qurrota A’yun pilar utama dalam rumah tangga penuh berkah dan kebahagiaan dengan hidup serasi dan harmonis berlandaskan nilai-nilai Islam. Sebuah impian banyak muslim memiliki anggota keluarga baik suami, istri maupun anak menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran-Nya, dan merasakan keberkahan dalam setiap momen.

Sebagai doa yang yang familiar bagi muslim yang mengandung keinginan akan keberkahan dan membawa kebahagiaan dalam hubungan keluarga, dan menjadi pendorong untuk memahami lebih dalam bagaimana konsep Qurrota A’yun yang dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Furqan ayat 74 :

 وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

“Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

QS Al-Furqan ayat 74 memberikan gambaran supaya Allah Swt. memberikan pasangan, anak-anak Qurrota A’yun sebagai penyejuk hati, pelipur lara dan sumber kegembiraan. Ayat ini juga meminta agar dijadikan imam bagi orang yang bertakwa.

Saling Melengkapi : Suami dan Istri Wujudkan Keluarga Qurrota A’yun

Suami berperan membentuk keluarga Qurrota A’yun tidak hanya memberikan nafkah namun menjadi figur yang bertakwa bagi istri dan anak-anaknya. Caranya dengan menyediakan waktu untuk membimbing istri dan anak-anak dalam memahami nilai-nilai agama, membaca Al-Quran bersama dan memastikan keluarganya terlibat dalam kegiatan keagamaan menciptakan lingkungan yang Qurrota A’yun atau  penyejuk hati, pelipur lara dan sumber kegembiraan.

Sementara istri dimaknai sebagai bidadari surga yang berperan menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga, mendukung suami, dan terlibat aktif dalam pengambilan keputusan keluarga. Istri menjadi pilar utama dalam mewujudkan lingkungan keluarga yang harmonis dan berberkah dalam menjalankan nilai-nilai Qurrota A’yun di rumah tangga.

Baca Juga  Belajar dari Kesalahan dalam Mendidik Anak

Seperti dalam kisah Sayyidatina Khadijah binti Khuwailid istri pertama Rasulullah. Khadijah menjalankan nilai-nilai Qurrota A’yun dengan kesabaran, kebijaksanaan, dan cinta dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Rasulullah pertama kali menerima wahyu dalam peristiwa Lailatul Qadr, Khadijah menjadi tempat berlindung. Khadijah memberi ketenangan kepada Rasulullah yang gemetar hati dan badannya setelah menerima wahyu pertama-Nya.

Khadijah, istri tercinta Rasulullah adalah contoh nyata bagaimana nilai-nilai Qurrota A’yun juga tercermin dalam aktivitas sehari-harinya terutama dalam bidang bisnis. Dan Khadijah menunjukkan kejujuran dan integritas yang tinggi dalam berdagang. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya berdagang yang adil dan transparan. Riwayat juga mencatat bahwa ia tidak hanya mencari keuntungan finansial. Tetapi juga berkomitmen untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar dan mendahulukan nilai-nilai moral dan etika dalam perdagangan.

Qurrota A’Yun : Sering Kita Dengarkan Tapi Praktiknya Tidaklah Mudah

Membangun keluarga yang Qurrota A’Yun, praktiknya seringkali menjadi tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, kerjasama suami dan istri di dalam rumah tangga adalah fondasi mencapai keberkahan dan kebahagiaan, Qurrota A’yun.

Diawali dengan memiliki kesamaan visi dan misi dalam pernikahan sebagai landasan utama untuk mencapai keberkahan dan kebahagiaan dalam berumah tangga. Hal ini juga termasuk mengenai pendidikan anak-anak, nilai-nilai yang ingin ditanamkan pada anak kedepannya.  Hal ini memastikan bahwa pasangan memiliki arah yang jelas saling mendukung dalam pencapaian tujuan. Dan membentuk rumah tangga yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam.

Konsep Qurrota Ayun tercermin dalam keterlibatan aktif suami dan istri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab keluarga dengan saling membantu. Seperti menjalankan tugas sehari-hari, baik dalam merawat anak, membersihkan rumah, atau dalam aktivitas dapur tidak hanya tugas istri  semata melainkan sebagai tanggung jawab bersama. Suami dan istri bersama-sama membuat jadwal dan membahas pembagian tugas agar adil. Suami dapat terlibat dalam membersihkan, memasak, dan merawat anak, sehingga beban tanggung jawab terbagi dengan adil.

Baca Juga  Digital Parenting: Menanamkan Adab dan Batasan di Era Layar

Dengan menerapkan konsep Qurrota A’yun dengan mengedepankan keseimbangan dan kebersamaan dalam berumah tangga dengan berlandaskan nilai-nilai agama diharap bisa menambah ketaatan, bisa memberikan kedamaian, dan keberkahan dalam segala urusan yang dilakukan. Sehingga kita bisa melangkah menuju kepada ridhanya Allah dan menuju kepada surganya Allah secara bersama-sama. Inilah yang menjadikan kita akhirnya memahami itulah keluarga.

Bagikan
Post a Comment