Setan Punya Senjata Untuk Menyesatkan Manusia

5 menit baca
Teks:
WhatsApp

Manusia harus tahu bahwa ajaran islam telah dengan jelas mengungkapkan keberadaan makhluk yang bernama setan. Setan adalah salah satu makhluk gaib yang hidup di bumi bersama manusia. Setan dalam bahasa Arab biasa digunakan untuk menyebut apa saja yang membangkang dan tidak mau diatur. Mengapa Allah mengizinkan makhluk ini hidup ditengah-tengah kita? Tentu Allah tidak akan menciptakan segala sesuatu, baik di langit maupun di bumi, dengan sia-sia.  

Setan dalam kehidupan sehari-hari sering diasumsikan sebagai makhluk yang mempunyai wajah seram dengan mata melotot, kuku-kukunya yang panjang, rambutnya terurai panjang. Seakan-akan setan itu mempunyai bentuk yang sangat menakutkan, padahal di antara setan-setan itu ada yang berwajah cantik,tampan, dan berpakaian rapih. Setan dapat menampakkan diri dengan bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan asumsi manusia yang meyakininya.

Musuh nyata manusia

Sebagian manusia belum menyadari bahwa manusia memiliki musuh yang berasal dari alam gaib. Musuh tersebut bukan yang biasa kita kenal dalam dunia nyata, melainkan sosok musuh ini tercipta dari api neraka. Sosok tersebut adalah setan yang diciptakan oleh Allah SWT. “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” (QS fatir ayat 6)

Sejak awal penciptaan manusia, Nabi Adam sudah bertarung melawan iblis. Pertarungan ini tidak akan pernah berakhir sampai hari kiamat. Setelah Adam dan Hawa terusir dari surga, setan dikutuk dan dilaknat oleh Allah Ta’ala karena melanggar perintah-Nya. Setan dendam kepada manusia dan dia minta ditangguhkan umurnya agar dapat merayu, menipu dan menjerumuskan anak manusia menuju jalannya.

Allah berfirman :

وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ

“dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat” (QS. Al-Hijr ayat 35)

Dalam kondisi bagaimana manusia mudah disesatkan oleh setan?

Setan sering datang ketika manusia mendapatkan musibah, seperti sakit, kematian, gagal dalam usaha, atau gagal dalam menggapai cita-cita. Setan juga akan datang pada saat kita mendapatkan kenikmatan, seperti mendapatkan untung dalam usaha, mendapatkan kebahagiaan, mendapatkan pasangan yang cantik atau tampan. setan memiliki jutaan cara untuk bisa menuntun manusia menuju kesesatan yan dibisikan melalui hati manusia. Karenanya manusia harus senantiasa menjaga diri agar tak terjebak dari bisikan-bisikan yang menjerumuskan.

Strategi setan untuk menyesatkan manusia :

1. Menimbulkan rasa takut pada manusia

إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman. (QS. Ali Imran/3: 175)

Upaya strategis setan untuk membangun rasa takut di tengah masyarakat dilakukan secara sistematis. Menyebar berita yang menakutkan, penganiayaan bahkan pembunuhan terhadap orang-orang baik. Berita hoax menjadi salah satu senjata ampuh untuk membuat masyarakat gelisah dan tidak nyaman.

2. Menanamkan permusuhan dan kebencian

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ

“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu” (QS. al Ma’idah/5: 91)

Orang yang membangun permusuhan dan kebencian di masyarakat adalah setan.  Kekuatan umat akan melemah bahkan hancur apabila umat saling bertikai, dan saling bermusuhan.  Sungguh ironis, pada masa lalu umat saling membenci dan bermusuhan disebabkan minuman khamer dan perjudian, namun di zaman sekarang umat menjadi saling membenci dan bermusuhan karena perbedaan mazhab dan pemahaman. Orang yang mengajak orang lain dalam kebencian dan permusuhan adalah setan walau mereka berjubah keagamaan.

3. Menjebak manusia untuk berbuat maksiat

Di antara strategi utama setan adalah menyebarluaskan perbuatan zina di muka bumi. Orang yang berzina takluk dengan hawa nafsu, keimanannya tidak bisa di kontrol. Karena itulah setan sangat mudah masuk.

تَاللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.” (QS. al-Nahl/16: 63)

4.  Membisiki  hati manusia agar berbuat jahat

Sebuah tindakan kejahatan adalah akibat bisikan jahat yang bersemayam di dalam hati. Bisikan jahat itu adalah rekayasa setan dalam menjerumuskan manusia ke dalam kenistaan dan setelah itu manusia menyesal selamanya. Saat Adam dan Hawa dibisikkan oleh setan hingga keduanya melanggar aturan Allah Ta’ala, maka setan di zaman sekarang akan membisikkan kejahatan kepada anak Adam supaya mereka melakukan kejahatan dan kemaksiatan

“ Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata, Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)” (QS. al-A’raf/7: 20)

5. Menghalangi jalan kebaikan

Setan berusaha menghalangi manusia untuk berbuat kebaikan dengan perbuatan mereka sendiri. Contohnya, setan berusaha untuk meletakkan rasa takut didalam hati seseorang yang ingin memanfaatkan kekayaan karena Allah. Godaan setan ini disebutkan dalam ayat berikut :

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu.” (al-baqarah ayat 268)

6. Membuat manusia durhaka kepada orang tua

Sepanjang hidupnya, manusia sudah pasti akan terus menerus diganggu oleh setan hingga ajal menjemput. Bahkan bayi yang baru lahir pun memperoleh gangguan dari setan. Kelompok-kelompok setan akan selalu berupaya agar manusia tidak hormat kepada orang tuanya, bahkan berharap supaya manusia tidak peduli dan tidak mau memperhatikan kedua orang tuanya. Jika kemudian manusia benar-benar sudah pada titik menyakiti dan durhaka kepada orang tuanya maka bisa dipastikan setan benar-benar sedang merayakan kemenangannya.

Demikian,berbagai cara yang digunakan setan untuk menyesatkan manusia,  sehingga manusia terjerumus dalam dosa tanpa terasa. Maka hendaklah kita sebagai hamba Allah  harus memiliki ketaqwaan kepada Allah.  Dimana ketika taqwa telah menjadi jati dirinya, maka Allah akan mengaruniakan “furqon” atau pembeda, sehingga manusia akan mampu membedakan anatar hak dan batil. Manusia akan mengenali mana tauhid mana syirik, mana yang bermanfaat dan mana yang membahayakan

Bagikan:
Penulis 1 Tulisan

Lulu Khoirunnisa

Mahasiswi Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan

Leave a Comment