Narkoba Penghancur Bangsa
Kemarin sore, saya melihat berita yang sedang menayangkan seorang artis di bawah umur yang tersandung kasus penggunaan narkotika. Lucunya, ketika ditanya apa alasannya memakai narkotika, dia menjawab “agar badan saya jadi kurus”. Padahal pelajaran mengenai apa itu narkoba, bagaimana dampaknya bagi tubuh kita sudah dijelaskan sejak awal masuk ke sekolah menengah pertama, lalu kenapa masih ada saja remaja yang terjerumus narkoba seperti ini?
Saya jadi ingat kembali tentang pelajaran yang membahas tentang narkoba ini. Menurut ingatan saya, narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut.
Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja tampaknya meningkat drastis. Padahal, penyimpangan seperti ini dapat membahayakan keberlangsungan bangsa di kemudian hari. Sebab , tentu saja memiliki efek buruk untuk tubuh; seperti bisa membuat kita kecanduan, merusak sistem syaraf pusat, meningkatkan frekuensi denyut jantung, membuat irama jantung tidak teratur, menyempitkan pembuluh darah, dan meningkatkan tekanan darah. dan kondisi tersebut, dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan aliran darah ke otot jantung yang akhirnya mengakibatkan serangan jantung.
Penyebab Narkoba
Mungkin yang terlihat besar dipermukaan hanya artis RR itu, namun di bawahnya mana tahu. Jika ditilik lebih dalam penyalahgunaan narkoba bisa terjadi karena adanya kesempatan; karena orang tua mereka sibuk dengan kegiatan masing- masing; atau kurangnya rasa kasih sayang dari keluarga mereka.
Selain itu, biasanya mereka berasal dari keluarga kaya. Karena orang tua mereka memberikan fasilitas dan uang yang berlebihan; orang yang terbiasa hidup mewah kerap berupaya menghindari permasalahan yang lebih rumit.
Biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian masalah secara instan, praktis, atau membutuhkan waktu yang singkat. Sehingga akan memilih cara-cara yang simpel yang dapat memberikan kesenangan melalui penyalahgunaan narkoba.
Apalagi lingkungan sosial mereka sangat mempengaruhi bagaimana perilaku mereka dan bagimana mereka tumbuh. Pada masa remaja, umumnya mereka mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Misalnya dengan mengenal narkoba maupun minuman keras, dapat memicu untuk menyalahgunakan uang yang diberikan orang tua mereka untuk membeli narkoba untuk memuaskan rasa keingintahuan mereka.
Kurangnya pengendalian diri juga dapat memicu seseorang untuk memakai. Orang yang coba-coba, biasanya memiliki sedikit pengetahuan tentang narkoba, bahaya yang ditimbulkan, serta aturan hukum yang melarang penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, emosi yang belum stabil juga mempengaruhi seseorang yang mengalami konflik akan mengalami frustasi. Bagi individu yang tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung menggunakannya, karena berpikir bahwa rasa cemas yang ditimbulkan oleh konflik tersebut dapat dikurangi dengan mengkonsumsi narkoba.
Penanggulangan Narkoba
Maka untuk menanggulanginya, semua komponen baik pemerintah maupun masyarakat harus bertindak untuk memerangi narkoba dengan berbagai upaya. Beberapa upaya yang dapat dilakukan seperti dengan menanamkan nilai agama kepada anak, keluarga, dan saudara. Hal ini sangat diperlukan. Karena dengan ibadah, seseorang akan menjauhkan diri dari segala hal yang dapat merusak hidupnya.
Selain itu, peran orang tua juga sangat dibutuhkan untuk mengawasi setiap pergaulan anak-anaknya, sehingga efek buruk penyebaran narkoba dapat dihentikan. Pemerintah dapat bekerja sama dengan industri pertelevisian dan berbagai media sosial untuk memberikan informasi tentang bahaya penyebaran dan dampak buruk narkoba bagi kehidupan dalam bentuk film, komik, cerita pendek, dan artikel yang dapat dikosumsi publik sehingga masyarakat lebih mengenal tentang bahaya narkoba.
Ada pula upaya hukuman mati untuk bandar atau pengedar narkoba adalah hal yang tepat. Banyaknya korban yang dirusak oleh mereka membuat hukuman mati pantas mereka dapatkan. Mengingat jika kehidupan mereka tetap berjalan maka akan berdampak buruk bagi keberlangsungan bangsa.
Upaya selanjutnya adalah korban harus diberikan perhatian khusus dalam rangka melepaskan kecanduaannya. Cara ini dapat dilakukan melalui perhatian dan saling memberi semangat dari keluarga, rehabilitasi, dan pengobatan medis maupun konseling. Cara – cara tersebut dapat dijadikan motivasi bagi pecandu untuk dapat melepaskan pemakaian narkoba.
Saya sangat bangga pada semua komponen yang bergerak menuntaskan kasus ini, karena bagaimanapun semakin cepat mereka ditangkap semakin cepat para korban bisa lepas dari candu dan Indonesia dapat lepas dari jerat narkoba. Jangan sampai generasi indonesia terutama pelajar menjadi generasi penghancur bangsa.

Mahasiswa UNS Surakarta
