f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
lahan

Relevansi Lahan, Pangan dan Buruh Tani

Manusia yang diberi segudang pengetahuan dan beribu kemampuan seharusnya bisa menggunakan dengan baik. Tapi bagaimana hasilnya jika itu tidak selektif dengan dalam perilaku kehidupan sehari-hari?

Berangkat dari pemahaman kecil seputar pertanian yang ada di lingkup desa; kita bisa menilai bahwa relevansi antara lahan dan buruh tani sangat berkaitan. Apalagi sedang merambahnya tagline untuk memperkuat ketahanan pangan khusunya di Indonesia. Kepunyaan lahan oleh masyarakat desa menjadi salah satu tradisi dan kunci agar bisa bertahan hidup dari keturunan A hingga ke keturunan Z.

Jadi tidaklah mustahil jika kebanyakan warga di desa menjadi petani atau pekerja di sawah. Harapan kecil mereka tumbuh dari sini; pengelolaan lahan yang hasilnya tidak seberapa namun bisa membangkitkan semangat untuk tetap maju tanpa harus meminta-minta.

Lahan yang ada di sekeliling mereka kini dipergunakan sebagai ladang dan mereka bajak agar bisa ditanami dengan berbagai macam tanaman; bahkan sebagai sumber tempat menanam bahan pokok utama makanan yaitu nasi. Indonesia begitu luas tanahnya dan begitu banyak peduduknya; sehingga dinobatkan sebagai negara yang makmur akan SDM-SDA kini ternyata agak sedikit kurang relevan dan masih takut akan ketahanan pangan yang merosot. Pengelolaan pangan harus dilakukan dengan cara yang baik dan terstruktur agar tidak terjadi krisis pangan.

Krisis Pangan

Krisis pangan yang terjadi di masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah. Banyak strategi dan penanggulangan untuk menutupi krisis tersebut; biasanya pemerintah akan melakukan import bahan dan makanan dari luar sehingga membuat petani merasa terpinggirkan. Terkadang hasil panen bisa menjadi murah padahal situasi makanan sedang sangat dibutuhkan. Kebijakan dan aturan yang seperti itu sebenanrnya menguntungkan pihak di atas yang akan mendapatkan murahnya pembelian harga makanan, lalu merugikan pihak yang di bawah seperti pemilik lahan dan petani karena hasil pertanian harganya anjlok.

Kebutuhan petani seharusnya harus ditunjang lebih agar bia memakmurkan masyarakat sekitar lebih-lebih negara Indonesia, karena kebanyakan petani desa masih menggunakan cara tradisionil untuk penggarapan sawah, dan seiringnya perkembangan era digital ini petani terasa tertinggal. Maka perlu adanya bantuan dari pemerintah untuk menanggapi masalah ini dengan serius agar sector pertanian tetap bisa berjalan seiringnya zaman.

Tradisi petani yang setiap musimnya menanam padi dan sayuran tidak perlu diragukan lagi akan hasil dan kualitasnya. Sebenarnya jika dihitung mulai perawatan hingga panen hasil yang didapatkan tidak begitu banyak namun bisa dibilang cukup untuk bisa bertahan hidup sehari-hari dan membiayai pendidikan anak-anaknya.

Apakah yang Terjadi Jika Lahan Hijau Digantikan dengan Gedung yang Menjulang Tinggi?

Sebuah problem yang terjadi di masyarakat akan krisis pangan apalagi di masa pandemi ini kebanyakan masyarakat gugup dan beranggapan akan kehabisan stok makanan. Hal ini membuat masyarakat menyerbu tempat perbelanjaan dan menimbun makanan banyak. Faktanya memang benar sejumlah toko dan maal besar kehabisan stok makanan dalam gudnag akibat kepanikan manusia.  

Hal seperti itu tidak dibenarkan malah akan membuat orang lainnya merasa panik. Di situasi seperti ini seharusnya para akademisi dan tokoh intelektual dibutuhkan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat. Karena dengan cara itu, akan timbul rasa kesadaran diri masyarakat dan tetap mementingkan yang lainnya juga.  

Ketika dikaitkan dengan lahan dan petani kita lihat saja jika banyak pembangunan dan infrastruktur yang akan memakan lahan banyak lalu mengubah lahan hijau terbuka menjadi gedung menjulang tinggi serta memanjang yang memadati sepanjang jalan. Maka nasib para buruh tani di sekitar lahan hijau akan tergantikan bahkan akan hilang. Keseimbangan lahan hijau dengan buruh tani kini perlu pemberdayaan yang lebih agar sektor-sektor pertanian terus bisa berjalan dan tetap berada pada hak yang sama.

Penggusuran lahan akibat pembangunan gedung-gedung besar juga berdampak pada keluarga buruh tani dan masyarakat yang ada disekitar lahan hijau; entah kehilangan pekerjaan sehari-hari atau tempat yang semakin sesak dan panas. Negara yang sebetulnya makmur akan potensi sumber dayanya akan tergantikan dengan negara industri dengan seiring berjalannya waktu.

Banyak contoh kasus yang terjadi seperti pembuatan tambang, pembuatan jalan tol, pendirian gedung-gedung, pabrik dll. Sebenarnya masyarakat sendiri tidak mau akan terjadi hal itu, terlihat membutuhkan waktu banyak ketika pembangunan itu terjadi sehingga berdampak pada masyarakat yang ada di sekeliling.

Upaya Petani Harus Mempertahankan Lahan Harus Didukung oleh Pemerintah

Berbagai upaya telah dilakukan namun apalah daya hanya masyarakat kecil yang mendapati banyak aturan ketika ingin melakukan pengaduan. Dampak dari penggusuran lahan perlu diatasi; karena di titik itu buruh tani menggantung nasibnya entah untuk kebutuhan pendidikan atau memenuhi hak hidup keluarga.

Selain itu dampak dari penggusuran lahan hijau adalah semakin merebaknya polusi di mana-mana yang berasal dari alat-alat besar. Sebab pendirian bangunan yang menyebabkan minimnya pohon hijau dalam menciptakan oksigen alami. Lalu bencana kelaparan melanda akibat kehilangan pekerjaan yang semula pegawai buruh tani menjadi tidak jelas dan tidak tentu, bahkan sampai terjadi krisis air .

Di samping problem yang ada, sebaiknya pemerintah harus memiliki solusi yang tepat agar dampak yang dihasilkan tidak membebani masyarakat sekitar, apalagi mereka yang kehilangan pekerjaan. Menyiapkan lahan baru sebagai pengganti, memberikan lapangan pekerjaan, atau solusi lain yang sekiranya tidak merugikan sebelah pihak. Masih ada generasi muda yang ingin mewujudkan mimpinya, jangan sampai problem tersebut membuat harapan generasi muda mengkisut.

Tak banyak keinginan dari masyarakat buruh tani, ada pekerjaan pun mereka akan sangat bersyukur karena sudah bisa memenuhi hak keluarganya. Semoga nantinya generasi muda kita bisa memberi solusi dan pemecahan masalah terkait persoalan seperti ini tanpa menimbulkan permasalahan yang berkepanjangan.

Bagikan
Comments
  • maulidina

    MANTAP AMANAAT

    Agustus 7, 2020
  • Anadila

    Sip, bagus ..

    Agustus 8, 2020
Post a Comment