f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kita memilih

Petani Air Mata

Pada semua musim mereka mendengarkan angin
Di setiap malam mereka menyimak arah perjalanan awan
Di segala pagi mereka mencium jumlah tetes embun
Lalu dengan segala kearifan menandai waktu
Memulai musim tanam harapan dan musim panen impian.

Di subuh yang dingin, gulita dan basah
Bergegas ke ladang dan sawah membalik–balik tanah dan menebar biji–biji
Meniupkan roh kehidupan, melepaskan dunia dari kelaparan
Tanpa menunggu penyematan tanda jasa dari negara.

Merekalah yang saat tubuhnya terluka, sakit, dan lemah
Tak memiliki ruang memanjakan diri dengan segelas air hangat
Tapi, mereka memanjakan negara untuk tidak mengeluh lapar dan terhina
Mereka rela terbakar matahari, termandikan hujan deras dan dibaluri debu hitam.

Irigasi mereka tersumbat dan terhapus di meja kekuasaan pohon tempat mereka bertebur rata dengan tanah–tanah mereka diracuni dengan pertisida. Tapi, mereka tabah.

Petani air mata
Air mata dan peluh mereka mengalir deras ke sudut–sudut desa di Lamongan
Dan jatuh menetes perih di mataku
Sebab aku tahu mereka dipaksa lupa pada haknya
Dipaksa lupa pada harapan–harapannya untuk bersekolah,
Mengunjungi dokter dan memiliki cita–cita untuk keturunan mereka.

Dan kita selalu sibuk menghabiskan
Hasil panen sawah ladangnya yang tumbuh subur dengan pupuk alami yang dibasahi dengan peluh, darah, dan air matanya.

Bagikan
Baca Juga  Krisis Petani Muda: Petaniku Sayang, Petaniku Malang
Post tags:
Post a Comment