Untuk Hidup
Oleh : Ali Audah
Untuk hidup
tak cukup hanya dengan berpuisi
karena puisi tak mengenyangkan seperti ikan terisi
juga tak mengenakkan seperti sambal terasi
Untuk hidup
tak cukup kau tangisi,
bergeraklah angkat batu membangun rumah atau mencangkul tanah membuang mimpi merajut hasrat jadi kodrat.
Untuk hidup
jangan lihat kekurangan diri sebagai alasan selalu di belakang
karena setiap kekurangan adalah alasan untuk berlari ke depan tak ada kata sudah tua meski rambut sudah beruban.
Demikian ku berkata kepada diriku sendiri
kerana nafsuku ingin meraih tahta Firaun dan harta Qarun
tetapi takut azab kubur dan hidup di akhirat sebagai kafirun.
Jangan kau tanya seberapa sering aku melamun
kalau tak ada penjagaan dari para Hafidzun tentu aku sudah jadi kakek pikun.
_
Ngemplak, 29 April 2020

Ali Audah adalah Dosen Luar biasa Sastra Inggris FSBK UAD dan UP 45 Yogyakarta, Kepala Pusat Bahasa Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Retno Kuntjorowati
Wow, suka, suka, suka. Puisi keren yang menggugah semangat. Suatu kebahagiaan dapat menyimak goresan penanya ustadz Ali Audah dan ustadzah Rahma. Tabarakallah.
Ali Audah
Terimakasih Ustadzah Retno