Hujan
Kau cumbu bumi pertiwiku dengan derai gemuruh dan guyur mesramu
Meski terasa dingin menggigit tulang,
tak kan kupanggil seorang pawang untuk menolak hadirmu
Karena masih ingin kulangitkan ribuan pinta di tengah lebatmu
Hujan 2
Ada seribu bahkan sejuta asa
Di tengah dahsyatnya hujan semalam hingga pagi ini
Getaran bibirku belum berhenti
demi merapal dan melangitkan berjuta impian
Seolah tahu,
hujanpun mengajak serta seluruh penghuni langit
untuk menciptakan suasana penuh harmoni
mendukung semua harapanku
yang terlesan maupun tertahan di batin ini.
Hujan,
janganlah kau redakan dulu derasmu.
Aku ingin bercumbu mesra lewat doa
yang hanya kutuju pada Robbku juga Robbmu
Tilawah
Nun jauh di sana
di penghujung malam pekat nan sepi
sayup-sayup kudengar kemerduan lantunan tilawah
Membuat hatiku meronta
menghempas kalbuku berselimut malu
Ingin berlepas diri dari kubangan dosa
yang sekian lama mendera jiwa raga membawaku terpuruk dalam badai kemaksiatan bara asmara
Masih kudengar tilawah itu
sangat mengiris hatiku
menggores perasaanku
menikam sukmaku
mencabik keangkuhanku
Menuntunku untuk mendekat kepada-MU
Dahaga
lorong panjang ini masih kususuri
sejak pagi, sore hingga malam hari
ada ribuan getar di ujung bibir
cemaskan diri yang jauh dari suci
lorong panjang ini masih lengang
tiada seekor kupu pun belalang
hanya desau angin yang membawa debu beterbangan
aku makin tertatih lesu untuk berjalan
tatkala rindu ini menghardik kalbu
mulut terkunci hanya bisa tergugu
rasa haru memperparah dahagaku
dalam mencari hidayah dan taufiq-MU
Kau Selalu Ada
Kau raih lembut raga ini
ketika jurang menganga siap menelanku
Kau rengkuh hangat dalam peluk
saat kerling dingin menembus sumsum tulangku
Kau ada dan selalu ada
Manakala mimik sinis sejumlah rona mengelupas rasa
Kau penghibur lara peredam angkara
Menampung setiap tetes dukaku tanpa kuminta
Mengusap pipi basah ini hingga menyemburat merah merona
Kau ada dan selalu ada
Kau tempatku memuja, tempatku menghamba
Kau
Sang Pemilik Semesta

Seorang ibu rumah tangga dengan 3 anak, masih aktif di ‘Aisyiyah Donorojo Jepara.
