Surat untuk Yang Maha Kuasa
Kepada Yang Maha Kuasa
Aku berlutut sembari memanjatkan kata-kata
Bernuansa perih tentang rumahku di sana
Yang banyak saudara-saudaraku berada
Yang hijau serta damai suasananya
Yang bagi kami adalah surga dunia
Namun kini diterpa banyak coba
Lebih dari 300 hari kami mencoba bertahan
Banyak saudara-saudara yang pergi tanpa berpamitan
Kami tak mengira jika harus menerima kepergian
Tiap hari, jiwa, raga dan air mata harus kami tahan
Kebingungan mulai menyelubung
Kesedihan kian tak terbendung
Kepercayaan mulai terpancung
Kekaburan kian tak berujung
Kami bingung apa penyebabnya
Kami sedih mengapa coba ini ada
Kami curiga ada dari kami yang semena-mena
Kami tersesat entah harus bagaimana
Kemudian waktu berlalu
Teguran-Mu semakin bertambah satu per satu
Air, gunung, angin dan bumi mentaati-Mu
Menerjang dan berguncang sesuai titah-Mu
Wahai Yang Maha Kuasa
Anggap saja aku sedang memohon keringanan
Aku yang jauh dan lemah ini tidaklah kuasa
Menahan sedih atas cobaan yang Engkau berikan
Aku Jauh dan tidak di rumah
Aku duduk dan hanya pasrah
Aku hanya melihat dari kejauhan
Aku jauh dan seakan tak merasakan
Padahal ini pahit, wahai Yang Maha Kuasa…
Aku takut jika aku tak bisa membantu saudara-saudaraku
Aku takut jika negosiasi dengan-Mu lah satu-satunya cara terbaikku
Aku takut jika membantu bukanlah membantu
Aku takut jika ternyata tugasku lebih dari itu
Malam-malamku tak tenang rasanya
Sepertinya ada sesuatu di balik ini semua
Firman-Mu mutlak tak ada salahnya
Bahwa kerusakan-kerusakan ini adalah ulah manusia
Tapi, mereka berkata ini bukan salah mereka
Malah menyalahkan alam yang sedang menjalankan tugasnya
Alam hanya mentaati perintah-Mu
Sedang manusia, takut pernah sekalipun takut pada-Mu
Kami menyadari satu perkara
Ini adalah yang tak bisa kami kira
Sekiranya kami tak mampu lagi menegur para manusia yang semena-mena
Dan berusaha sekuat tenaga dengan apapun yang kami punya
Maka, bernegosiasi denganmu adalah satu-satunya cara
Dari jauh, kami menangis dan berlutut kepada-Mu
Tak ada daya dan upaya kecuali datangnya dari Engkau
Hanya Engkaulah yang mampu menegur secara khusus
Kepada orang-orang yang tak punya hati lagi rakus
Semoga Engkau juga berkenan meringankan
Cobaan yang juga merupakan ujian
Pulau Pinang, 21 Januari 2021
Mahasiswa Master Sosiologi di Centre for Policy Research and International Studies (CenPRIS), Universiti Sains Malaysia
