f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pembeli buku

Puthut EA: Penulis Buku yang Tidak Pelit Ilmu

Di era yang serba modern dengan berbagai kecanggihannya, ada satu hal yang tidak bisa  ditolak keberadaannya, yaitu kehadiran penulis yang kian hari semakin bertambah jumlahnya. Hal tersebut bisa dilihat dari semakin banyaknya penulis buku, dan penulis lepas di media cetak maupun daring. Dan, apabila mau menyelisik penyebab mengapa jumlah penulis semakin banyak, dapat dilihat dari 2 faktor.

Dua Faktor Penyebab Bermunculan Penulis

Pertama, adanya pembentukan habitus dari para penulis terdahulu. Sebut saja salah satunya adalah Pramoedya Ananta Toer. Beliau pernah berkata “Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama tidak menulis, ia akan hilang di masyarakat dan dari sejarah”. Dengan adanya perkataan semacam itu, secara tidak langsung akan membentuk motivasi bagi orang lain untuk menjadi seorang penulis.

Kedua, semakin banyaknya fasilitas yang bisa digunakan untuk memperdalam ilmu menulis. Seperti, semakin menjamurnya kelas menulis. Dengan adanya kelas menulis semacam itu, dapat memberikan dampak baik untuk meningkatkan kualitas menulis, terutama bagi penulis baru.

Fasilitas lainnya adalah semakin banyak buku yang membahas tentang dunia kepenulisan, bertebaran di toko buku online maupun offline. Hal tersebut terjadi, karena, kesadaran dari para penulis yang ingin berbagi ilmunya, agar dunia literasi di negara Indonesia tetap bisa berjalan dengan baik.

Puthut EA Penulis yang Memiliki Kesadaran

Salah satu penulis yang memiliki kesadaran akan hal tersebut adalah Puthut EA, yang membuat buku dengan judul Menjadi Penulis. Isi dari buku tersebut  berasal dari penggabungan antara renungan dan pengalamannya selama menjadi seorang penulis.

Melalui buku Menjadi Penulis, Puthut EA ingin mengajak pembaca untuk memahami warna-warni kehidupan sebagai seorang penulis. Banyak hal yang dibicarakan di buku tersebut yang berkaitan dengan dunia menulis.

Penulis Jangan Terlalu Banyak Alasan

Pada halaman awal, pembaca mulai disuguhi dengan tulisannya yang berjudul “Tentang Pilihan”. Isi dari judul tersebut berupa sentilan dari Puthut EA, kepada para penulis yang mudah menyerah sebelum mencoba menulis dengan berbagai alasan. Misalnya, banyak orang yang tidak mau menulis disebabkan oleh kurangnya finansial.

Sebenarnya, alasan semacam itu, bukan alasan yang tepat bagi Puthut EA. Sebab, banyak penulis ternama yang mulai menulis dilatar belakangi oleh kekurangan uang. Karena, dengan adanya kekurangan uang tersebut, membuat seorang penulis semakin tertantang untuk menghasilkan uang dari tulisannya.

Meniru Gaya Tulisan Orang Lain, Tidak Masalah

Sentilan lain juga tersaji pada bagian judul “Meniru”. Di bagian judul tersebut, membahas tentang seorang penulis yang enggan untuk meniru gaya menulis para penulis ternama lainnya. Dengan alasan, sikap meniru merupakan perbuatan yang tidak kreatif.

Tentu saja, bagi Puthut EA, anggapan semacam itu merupakan kesalahan yang besar. Karena, dengan meniru gaya menulis dari penulis ternama, merupakan proses yang harus dilakukan oleh para penulis baru. Alasannya cukup sederhana, dengan meniru gaya tulisannya, kita bisa memahami bagaimana cara penulis ternama menuliskan gagasannya dengan baik.

Bahkan, Puthut EA sendiri menyampaikan, jika dirinya dahulu sering meniru gaya menulis dari penulis lain yang memiliki karakter dalam penulisan. Dan, hal itu dilakukan dalam waktu yang cukup lama, sampai terbentuk gaya menulisnya sendiri.

Menulis Ibarat Bermain Lego

Tak cukup hanya memberikan sebuah sentilan, rupanya Puthut EA juga tidak lupa untuk memberikan nasihat bagi para penulis. Kebanyakan nasihat yang diberikan berupa nasihat teknis bagi seorang penulis.

Semisal, analogi Puthut EA dengan menggunakan mainan lego. Dalam bermain lego kita harus menyusun lego tersebut agar terbentuk sesuai dengan kaidahnya. Begitu juga yang harus dilakukan oleh penulis saat membuat tulisan. Penulis harus memahami keterampilan menulis, agar bisa menyusun setiap kalimat dan membentuknya menjadi paragraf yang dinarasikan dengan baik.

Selain itu, dalam bermain lego juga dibutuhkan sebuah imajinasi. Begitu juga dengan menulis, membutuhkan imajinasi agar mampu menghasilkan sebuah tulisan. Sumber imajinasi dari penulis sendiri yang berasal dari hasil perenungan, membaca buku, melihat film, mengamati kehidupan di lingkungan sekitar, dan lain-lain.

Penulis Seringkali Mengalami Kebuntuan dalam Menulis

Tak lupa juga Puthut EA memberikan nasehat tentang permasalahan yang sering dihadapi penulis, yaitu “kebuntuan”. Nasihat itu diberikan oleh Puthut EA dengan cara yang piawai. Kepiawaiannya bisa dilihat dari cara membedakan pemberian solusi antara yang sudah terbiasa menulis dengan penulis baru.

Perbedaan solusi tersebut, memperlihatkan bagaimana kepekaan Puthut EA dalam memahami persoalan dari setiap penulis. Soalnya, orang yang baru menulis, tidak bisa disamakan dengan orang yang sudah lama menulis, dalam memberikan sebuah solusi ketika menghadapi kebuntuan saat membuat tulisan.

Lebih dari itu, ada satu bagian tulisan yang menurut saya adalah bagian unik dari buku tersebut. Bagian terunik itu tersaji dalam judul “Mengirim Naskah ke Penerbit?”. Saya mengatakan unik, karena jarang sekali seorang penulis besar, mau menuliskan mengenai tata cara dalam mengirimkan naskah tulisan buku ke penerbit.

Dan, cara penyampaiannya disajikan oleh Puthut EA, dengan cara yang tidak bertele-tele. Ini membuat pembaca akan dibawa langsung ke poin utamanya. Tidak lupa juga, Puthut EA memberikan sentuhan moral di dalamnya. Seperti: lakukan komunikasi dengan baik kepada penerbit, terutama dalam melakukan proses negosiasi, agar bisa mencapai kata sepakat di antara kedua belah pihak.

Apabila diamati, buku ini bisa dikatakan sebagai buku saku bagi penulis yang mau menyelami dunia menulis. Terlebih lagi, kemampuan Puthut EA dalam mengalirkan tulisan dengan baik, akan membuat pembaca menjadi mudah untuk memahami isi dari bukunya. Ditambah juga dengan selingan gambar jenaka di dalamnya, yang akan membuat pembaca tidak mudah jenuh. (Editor : Jajang)

Bagikan
Post a Comment