f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pasangan

Proses Adaptasi Pasangan: Upaya Memperkuat Pondasi Rumah Tangga

Pasangan adalah dua insan yang ditakdirkan Allah untuk menjalani hidup bersama dalam ikatan suci pernikahan. Dua insan tersebut bukanlah manusia sempurna, tentu memiliki kekurangan, sehingga membutuhkan sikap saling memahami satu sama lain. Sebelum seseorang memutuskan untuk menikah dan menjadi pasangan hidup, mereka telah melewati proses saling mengenal.

Proses mengenal sifat, sikap, pola pikir maupun adat kebiasaannya. Proses pengenalan ini masih pada taraf di permukaan saja atau hanya mengenal sebagian kecil karakter seseorang. Hanya beberapa daftar karakter yang dapat kita ketahui selama proses perkenalan.

Saat pasangan baru mulai mengarungi bahtera rumah tangga, akan mulai tampak karakter sesungguhnya dari masing-masing individu. Tahun awal menikah menjadi waktu untuk saling beradaptasi di tengah masa romantisme pernikahan. Di masa awal pernikahan memang semua terasa indah dan menyenangkan, namun realita hidup menutun seseorang mengalami proses penyesuaian untuk menjalani hidup yang baru.

***

Adaptasi yang utama tentu dengan pasangan, adaptasi lain yang turut mendukung keharmonisan bahtera rumah tangga adalah adaptasi dengan keluarga baru, adaptasi dengan tempat tinggal baru dan lingkungan yang baru. Kebiasaan hidup, pola pikir dan cara memaknai kehidupan bisa saja berbeda dengan pasangan. Proses adaptasi menjadi bagian penting dalam memperkuat pondasi rumah tangga menuju pernikahan yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

Menikah menyatukan dua kepala dengan pemikiran yang bisa saja bersinergi atau bertentangan. Menyatukan pemikiran yang berbeda tentu bukan hal yang mudah tapi pasti bisa dilakukan dengan baik. Lalu langkah apa yang bisa kita lakukan dalam menjalani proses adaptasi? Langkah pertama dapat kita mulai dengan membangun komunikasi yang baik bersama pasangan. Membangun komunikasi yang baik membutuhkan keterbukaan, kepercayaan, sikap saling mengerti, saling memaafkan dan menekan egoisme.

Baca Juga  Jodoh Itu di Tangan Tuhan, Kesadaran dan Pilihan yang Menentukan

Bercerita hal ringan tentang kebiasaan hidup sebelumnya, hal kesukaan dan ketidaksukaan dapat menjadi jalan membangun komunikasi. Komunikasi yang berjalan dua arah akan membuat masing-masing individu mengerti hal apa saja yang sebenarnya menjadi harapan pasangan.

Sebagai seorang pemimpin suami harus mampu mengajarkan pada istri sikap terbuka. Mulai dengan membicarakan dengan istri seberapa besar penghasilan suami setiap bulan dan memberi kepercayaan pada istri untuk mengelola keuangan keluarga. Istri pun harus terbuka pada suami mengenai pengeluaran rumah tangga maupun pengeluaran pribadi istri seperti kebutuhan make up dan perawatan. Istri juga harus senantiasa bersyukur atas rejeki dari Allah lewat suami dengan mampu mengatur keuangan dengan bijak.

***

Hal yang berbeda dengan saat belum menikah, pasangan baru membutuhkan keterbukaan mengenai keuangan. Selain kehidupan rumah tangga, kehidupan sosial suami maupun istri juga perlu menjadi perbincangan bersama agar terbentuk sikap saling percaya misalnya dengan memperkenalkan rekan kerja atau sahabat. Jika istri juga bekerja, dia harus beradaptasi membagi waktu antara urusan rumah tangga dengan pekerjaannya agar porsinya seimbang. Bangun lebih pagi, menyiapkan kebutuhan suami dan tidak lalai pada tugas utamanya sebagai ibu rumah tangga.

Suami juga dapat membiasakan diri membantu meringankan tugas istri. Ingatlah bahwa suami dan istri adalah sebuah tim. Banyak aspek yang membutuhkan penyesuaian dalam menjalani kehidupan rumah tangga bagi pasangan baru, tidak hanya dengan pasangan namun dengan masing-masing keluarga pasangan.

Menikah tidak hanya menyatukan dua individu tapi juga menyatukan dua keluarga. Setiap keluarga dapat memiliki kebiasaan dan pola pikir yang berbeda. Pasangan baru membutuhkan adaptasi dengan mengenal lebih dekat mertua, adik atau kakak ipar dan anggota keluarga lainnya. Terlebih lagi jika di masa awal pernikahan harus tinggal bersama keluarga pasangan. Maka membutuhkan proses adaptasi ekstra dengan keluarga baru.

Baca Juga  Bersama dan Kompak Mengatasi Masalah Rumah Tangga
***

Proses mengenal bisa dengan mengetahui makanan yang mereka sukai, cara memasak yang mungkin berbeda, gaya komunikasi sehari-hari, adat istiadat setempat, cara mereka menanggapi sebuah permasalahan, dsb. Hal ini membutuhkan sikap toleransi, sopan santun dan pengertian terhadap kondisi keluarga pasangan agar keharmonisan keluarga dapat terjalin dengan baik. Ada saat di mana seseorang memiliki pasangan yang mudah berbaur dan berkomunikasi, ada juga yang pemalu. Dalam hal ini dukungan dari pihak suami/istri agar pasangan yang pemalu tersebut penting agar lebih mudah berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain.

Proses adaptasi pasangan baru tidak selalu berjalan mulus, bisa saja menemui hambatan. Perselisihan bisa saja terjadi, maka komunikasi yang baik adalah penting, kesabaran dan bersama-sama mencari solusi dalam mengatasi setiap permasalahan. Komunikasi yang baik berasal dari pemikiran yang bijak dan pemahaman yang baik tentang ilmu agama agar terbentuk akhlak yang mulia.

Selain itu rasa cinta kasih perlu dipupuk agar semakin tumbuh kokoh. Rasa kasih sayang yang telah Allah tiupkan pada hati pasangan yang baru menikah menjadi sebuah bentuk kecintaan Allah pada hambanya. Bahtera rumah tangga tidak hanya membutuhkan rasa cinta terhadap pasangan kita saja. Kecintaan terhadap Allah SWT dan meneladani Rosul-Nya menjadi hal yang utama, karena hakikat pernikahan adalah beribadah kepada Allah SWT.

Kita patut memohon kepada Allah agar senantiasa diberikan kelapangan hati untuk dapat menerima setiap keadaan dengan ikhlas, diberi kekuatan dan ketabahan untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

Bagikan
Post a Comment