f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
selingkuh

Jangan Bilang Selingkuh itu Indah

Isu perselingkuhan di jagad media misalnya masih santer terdengar hingga hari ini. Tentu hal ini membuat gemas dan gelisah semua pihak. Perselingkuhan dapat terjadi dan menjerat siapa pun yang memiliki pasangan. Baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah namun sudah menjalin hubungan asmara. Bukan tanpa alasan, perselingkuhan berakibat pada kerusakan psikis hingga fisik pasangan terlebih dapat merusak citra kesucian kehidupan rumah tangga.

Banyak jalinan asmara yang seketika hancur ketika salah satu pasangan berselingkuh. Sebagai salah satu bentuk pengkhianatan dalam hubungan, ada baiknya masing-masing pihak benar-benar sadar akan pentingnya membangun komitmen kesetiaan misalnya. Banyak kisah dalam Al-Qur’an yang menggambarkan perlunya menjaga komitmen tersebut. Di antaranya adalah kisah Nabi Adam dan Siti Hawa. Allah Swt. berfirman dalam Qur’an Surat An-Nisa ayat ke 1,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain , dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Quraish Shihab dalam kitab tafsirnya menyebutkan bahwa perempuan sebagai pasangan laki-laki, diciptakan dari jenis yang sama. Lebih lanjut mengenai penjelasan ayat tersebut, Imam As-Sa’di dalam tafsirnya menekan bahwa diciptakannya Siti Hawa bertujuan untuk menjadi pasangan Nabi Adam sehingga terwujud keserasian, keturunan, dan tujuan pernikahan. Hal ini tidak akan terealisasi jika keduanya tidak merasakan ketenangan dalam pernikahan.

Baca Juga  Online Resilience : Keterampilan Penting Menghadapi Norma dan Normal Baru (Part 1)

Jika melihat tafsir di atas, unsur ‘ketenangan’ menjadi faktor penting yang harus diciptakan dan dilanggengkan dalam kehidupan asmara. Duri-duri dan parasit dalam hubungan menjadi hal yang patut untuk dimusnahkan. Karenanya, bagaimana mungkin ketenangan akan terwujud jika salah satu pasangan merasa terganggu hingga tersakiti karena pasangannya berselingkuh.

Oleh karenanya, Islam dalam hal ini potret kisah manusia pertama yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa telah menyinggung akan pentingnya menjaga hubungan asmara yang sehat. Untuk menuju ke arah tersebut, ada beberapa hal yang perlu kita pahami dan lakukan;

Pertama, perlunya kesabaran yang kokoh dalam mengikhtiarkan jodoh. Bagi yang belum menikah, hendaknya tetap berbaik sangka pada takdir Allah Swt. Selain itu, hendaknya ia dapat memilih calon pasangan yang sesuai dengan kriteria syariat. Tidak terburu-buru hanya karena merasa terdesak berbagai situasi atau hanya mengandalkan rasa cinta tanpa memperhatikan kualitas dan kapasitas pasangannya. Utamanya adalah saling membangun komitmen. Hal ini penting karena akan memperkokoh niat dan perilaku sakinah dalam hubungan.

Kedua, berusaha untuk menanamkan tekad yang kuat dalam hati setiap harinya, bahwa pasangan yang telah dipilih untuk mendampingi sehidup semati merupakan pilihan Allah Swt. yang harus dijaga dan tidak boleh disakiti. Peristiwa akad nikah sebagai perjanjian kuat kepada Sang Khalik perlu terus diingat karena perjanjian sakral tersebut merupakan amanah yang harus direalisasikan dalam bahtera rumah tangga hingga akhir hayat.

Ketiga, berusaha untuk jatuh cinta setiap hari hingga merasa cinta itu semakin bertambah di setiap harinya. Hal ini dilakukan dengan merawat komitmen dengan cara-cara tertentu. Banyak hal-hal yang dapat dilakukan untuk hal ini. Misal secara rutin mengikuti kajian parenting bersama sama, menunjukkan sisi-sisi keromantisan sebagai pasangan suami-istri, saling menerima nasihat dan memaafkan ketika ada salah satu pihak yang berbuat khilaf, saling memberi hal-hal yang disenangi masing-masing pasangan, saling membantu dalam mengurusi berbagai pekerjaan, dan lain-lain.

Baca Juga  Pelajaran Penting dari Perselingkuhan Orang Lain

Keempat, ketika mulai merasakan ketidak beresan dalam menjalani kehidupan rumah tangga misal mulai merasa bosan, atau mulai tertarik dengan pihak lain maka bersegeralah untuk mengingat Allah Swt. dan muhasabah diri. Hal-hal yang dapat dilakukan seperti memperbanyak zikir kepada Allah SWT, melakukan cara-cara yang dapat meminimalisir hal-hal yang menyebabkan hati berpaling dan meminta nasihat kepada orang-orang bijak yang dipercaya. Dan yang terpenting adalah tidak membiarkan ketidakberesan itu terus terjadi begitu saja.

Kelima, membiasakan diri untuk berpikir berulang kali ketika ingin memutuskan sesuatu. Yang dalam hal ini adalah ketika ingin berpaling dari pasangan atau mulai tertarik dengan pihak lain. Ketika hubungan asmara hancur karena berselingkuh, tentu akan banyak sekali resiko yang akan muncul misal nasib hancurnya mental anak keturunan karena ketidakharmonisan hubungan kedua orang tuanya. Acap kali tangis penyesalan terjadi karena salah langkah terutama tidak membiasakan diri untuk berpikir secara matang. Itulah beberapa hal yang perlu kita mantapkan. Dengan demikian, apapun alasannya, hancurnya hubungan asmara akibat perselingkuhan mengindikasikan bahwa selingkuh itu tidak indah bahkan sangat merugikan. Wallahu a’lam

Bagikan
Post a Comment