f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
ADHD

Pola Asuh Orang Tua pada Anak ADHD

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan pemusatan perhatian hiperaktifitas. ADHD merupakan suatu kondisi yang sering terjadi pada anak yang kurang perhatian, impulsive, dan hiperaktif yang tidak sesuai dengan perkembangannya. Perkembangan anak tidak bisa lepas dari pola asuh dari orang tua. Sebelum mengenal pola asuh pada anak ADHD. Para orang tua juga harus mengetahui ciri-ciri anak ADHD agar orang tua tidak salah dalam mendiagnosis.

Menurut (Zafiera, 2007) dalam buku anak Hiperaktif ciri-ciri anak Hiperaktif atau anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di antaranya :

  • Tidak Fokus

Anak ADHD cenderung tidak dapat melakukan kontak mata atau sulit untuk berkonsentrasi lebih dari lima menit. Tidak mampu melakukan sosialisasi dengan baik.

  • Sulit untuk dikendalikan

Anak hiperaktif memang selalu sulit untuk dikendalikan. Hal itu karena anak ADHD tidak bisa tinggal diam dalam waktu yang lama. Keinginannya juga harus segera terpenuhi.

  • Impulsif

Melakukan sesuatu secara tiba-tiba tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Selalu ingin memegang sesuatu yang di depannya dan berusaha untuk meraihnya. 

  • Menentang

Memiliki sikap penentang atau pembangkang atau juga tidak mau menerima nasihat adalah ciri anak ADHD.

  • Destruktif

Destruktif atau merusak barang seperti mainan yang ada di depannya dan cenderung biasanya menghancurkan mainannya tersebut.

  • Tidak kenal Lelah

Sering kali menunjukkan sikap yang tidak kenal lelah yang seringkali membuat orang tua merasa kewalahan akan tingkah laku atau aktivitasnya.

  • Tidak sabar dan usil

Contohnya adalah ketika anak ADHD tidak sabar menunggu giliran bermainnya dan sering mengusili teman-temannya.

Setelah orang tua mengetahui ciri-ciri mendiagnosis  anak ADHD, orang tua dapat memahami pola asuh yang cocok. Menurut Hurlock pola asuh orang tua pada anak ADHD terdapat tiga macam, yaitu:

  • Pola asuh Otoriter
Baca Juga  Pencatatan Perkawinan untuk Perlindungan Anak

Pola asuh otoriter merupakan pola asuh dengan cara mengasuh anak-anaknya dengan aturan-aturan yang ketat. Orang tua sering memaksa anak-anak untuk berperilaku seperti dirinya. Anak jarang berkomunikasi dan bertukar pikiran dengan orang tua. Hal itu karena para orang tua menganggap apa yang dilakukan sudah benar. Mereka juga yakin tidak memerlukan pertimbangan lagi untuk semua keputusan yang menyangkut anaknya.

  • Pola asuh demokratis

Pola asuh demokratis merupakan pola asuh dengan pengakuan orang tua terhadap kemampuan anaknya. Kemudian anak diberi kesempatan untuk tidak selalu tergantung kepada orang tua. Orang tua mendorong anak untuk mandiri dan untuk tidak selalu tergantung kepada orang tua.

  • Pola asuh permisif

Pola asuh permisif cocok pada anak ADHD atau hiperaktif karena mendidik anak secara bebas. Di sini anak seperti seorang teman dan orang tua senang dalam memberikan perhatian kepada anak. Semua yang dilakukan anak adalah benar dan tidak perlu mendapat teguran, arahan, atau bimbingan.

Ketiga pola asuh tersebut sangat mempengaruhi karakter seorang anak. Orang tua harus dapat mengenali dan memilih pola asuh yang tepat untuk anak yang hiperaktif.

Dahulu anak ADHD seringkali diabaikan karena kurangnya informasi yang luas. Namun, pada zaman sekarang sudah banyak juga sekolah–sekolah yang khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus seperti anak ADHD. Sekolah yang cocok untuk anak ADHD adalah sekolah inklusif atau pendidikan inklusif.

Adanya sekolah inklusif dapat membantu para orang tua dalam mendidik anaknya yang berkebutuhan khusus. Contohnya seperti, cara belajar anak, cara agar anak dapat mematuhi peraturan, cara agar anak dapat bersosialisasi dengan teman-temannya.

Pendidikan inklusif ini merupakan pendidikan yang diberikan bagi anak yang berkebutuhan khusus. Kebutuhan khususnya seperti kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, sosial, memiliki potensi kecerdasan, dan adanya bakat masing-masing untuk belajar mengembangkannya. Sekolah tersebut juga menjadi sarana prasana yang mewadahi anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan bakatnya itu.

Baca Juga  Komunikasi Massif, Wujudkan Keluarga Harmonis

Pendidikan inklusif ini tidak boleh terlalu terfokus pada kekurangan ataupun keterbatasan anak berkebutuhan khusus. Namun, lebih fokus terhadap bagaimana anak dapat mengontrol diri mereka dan belajar akan potensi yang mereka miliki. Di sini guru berperan sebagai pendamping dalam proses belajar tersebut.

Meskipun adanya Pendidikan inklusif yang dapat membantu proses kembang anak ADHD. Para orang tua tetap harus mengawasi anak mereka ketika berada di rumah. Para orang tua juga tidak boleh acuh tak acuh kepada anak yang memiliki keterbatasan. Namun, orang tua juga harus dapat memberikan perhatian khusus karena tidak semua orang tua mendapat karunia anak yang luar biasa.

Apapun keadaan anak kita, kita patut untuk mensyukuri nikmat tersebut. Karena anak juga tidak minta dilahirkan namun orang tua lah yang meminta untuk anak berada di dunia ini. Apapun kondisi anak adalah sebuah pintu rezeki bagi orang tua.

Referensi

Khiyarotu,l N.J.(2017). Konsep Parenting Dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shafaat ayat 100-107 (Studi Tafsir Al-Mishbah). Skripsi. Diterbitkan. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT):Pemalang. Diakses 22 Juni 2022.

Hayati, D.L. Apsari, N.C. (2019). Pelayanan Khusus Bagi Anak Dengan ATTENTIONS DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) Di Sekolah Inklusif. 108-122. Diakses 22 Juni 2022, dari Universitas Padjajaran.

Tanoyo, D.P. Diagnosis Dan Tata Laksana Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder. Diakses 22 Juni 2022, dari Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar.

Editor: Imam Basthomi

Bagikan
Post a Comment