f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
orang tua membaca

Manfaat Membaca bagi Orang Tua

Pada artikel sebelumnya yang berjudul “Rumah Menjadi Ruang Baca, Bagaimana Caranya?” telah dibahas mengenai cara untuk menghidupkan budaya membaca di rumah. Apakah Anda benar-benar tertarik untuk menjadikan rumah sebagai ruang baca untuk anak-anak Anda? Jika Anda mengatakan “saya sebenarnya tidak begitu hobi membaca” atau “saya ingin memulai kebiasaan membaca dalam keluarga.” Tidak apa-apa, Anda bisa memulainya sekarang juga.

Menurut Lesley Mandel Morrow dalam bukunya Family Literacy Connections in School and Communities, beliau mengatakan, “Orang tua adalah guru pertama yang anak-anak miliki, dan orang tua adalah guru yang anak-anak miliki untuk waktu yang lama.” Maka jika Anda ingin menjadi orang tua yang mememberikan teladan nilai-nilai baik, dalam hal ini adalah kebiasaan membaca, maka Anda harus lebih dulu mencontohkannya.

Mungkin para orang tua mengatakan tidak ada waktu untuk membaca, sibuk bekerja, perlu waktu lama untuk sekadar membaca buku atau yang lainnya. Yang tak kita sadari sebenarnya ada banyak manfaat yang banyak bagi kita yang telah menjadi orang tua yang membiasakan diri untuk membaca. Empat hal di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Reduce Stress/Mengurangi stress

Kegiatan ini bisa mengurangi beban pikiran selama seharian sibuk dengan berbagai urusan. Bahkan menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Sussex, kegiatan membaca merupakan cara terbaik untuk bersantai dan hanya dengan meluangkan waktu 6 menit saja,  cukup untuk mengurangi tingkat stres lebih dari dua pertiga atau 68%. Hasil penelitian ini bahkan dikatakan lebih tingigi mereduksi stres dibanding dengan mendengarkan musik, minum teh atau kopi, dan jalan-jalan.

2. Add Knowledge/Menambah Ilmu Pengetahuan

Sudah pasti dengan banyak membaca kita memperkaya wawasan dan ilmu pengetahuan. Dengan banyaknya informasi dan bahan bacaan yang kita baca, tentu saja seiring waktu dapat mempengaruhi banyaknya kosakata dan pemahaman yang kita miliki. Kita jadi punya banyak topik juga untuk memperluas relasi, mengobrol dengan banyak orang, dan tentu saja orangtua yang cerdas akan bisa membawa anak-anaknya cerdas pula.

Baca Juga  Bagaimana Abah Mendidik Saya agar Gemar Membaca Buku
3. Increase Analytical Thinking/Meningkatkan cara berpikir analitis

Secara tidak sadar, bahan bacaan yang kita konsumsi setiap hari mendarah daging di dalam diri. Mempengaruhi pola pikir kita, cara pandang kita, menghadirkan solusi dalam pengambilan keputusan dengan lebih matang. Wawasan yang luas selalu menguntungkan buat kita. Para orangtua yang memiliki cara berpikir analitis, kehidupannya mungkin akan jauh lebih tertata dan terstruktur dengan baik. Pembiasaan yang dilakukan dari kegiatan membaca dan cara berpikir analitis ini akan sangat berguna untuk menghadapi persoalan sehari-hari.

4. Getting Harmony with all family member/Meningkatkan keharmonisan anggota keluarga

Nah, di poin keempat ini, habit atau kebiasaan membaca di lingkungan keluarga sudah mulai terbentuk. Terciptalah ruang-ruang diskusi dengan sesama anggota keluarga, kemudian menghabiskan waktu bersama untuk membaca dan sharing ilmu pengetahuan. Pasti menyenangkan bukan bisa bereksplorasi dengan keluarga tercinta di rumah.

Sebenarnya masih ada banyak lagi manfaat dari kegiatan membaca, terutama buat orangtua. Ketika kebiasaan ini sudah mendarah daging dan menjadi hal yang melekat dalam diri orangtua, kita bisa jadi pribadi yang luar biasa, termasuk anak-anak kita nantinya.

Ada satu keluarga yang bisa jadi role model membentuk habit membaca ini di tengah keluarga. Bapak Ario Muhammad, Ph.D. dan Ibu Ratih. Dua pasangan ayah dan ibu yang begitu kompak dalam mendidik anak dan membiasakan membaca di keluarga mereka. Jadi Pak Ario dan istri ini telah menempuh pendidikan S3nya di luar negeri, tepatnya di University of Bristol (Pak Ario), kalau sang istri saya agak lupa tepatnya di mana. Beliau sudah menelurkan banyak sekali buku.

Seringkali saya kepo dan mengikuti media sosial instagramnya (@ario_muhammad87) terlebih saat saya tahu, anak-anak beliau, Deliang dan Daisy pada saat itu, begitu rajin membaca buku. Deliang hang usianya 8 tahun juga telah berhasil menuliskan belasan buku di usianya yang masih sangat muda itu. Saat mereka ingin kembali ke Indonesia karena masa pendidikan sudah selesai, ribuan buku mereka siapkan untuk dibawa pulang ke Indonesia. Udah nggak heran lagi kenapa anak-anak cerdas ini tumbuh dan punya prestasi yang luar biasa. Mereka berhasil menanamkan budaya membaca ini, ibaratnya buku sudah menjadi seperti nasi yang dimakan setiap hari.

Baca Juga  Lebih Baik Membaca atau Mendengar?

Nggak nyangka kan, dari kebiasaan membaca buku bisa menelurkan banyak karya juga? Yuk ayah bunda jangan ragu untuk mencoba memulai kebiasaan membaca di rumah kita. Semoga generasi cerdas akan lahir di tengah masyarakat untuk menerangi bangsa dan agama dengan ilmu pengetahuan. Terakhir, saya tutup dengan sebuah quotes dari Andrias Harefa.

“Membaca teks adalah kebiasaan yang menandakan orang terpelajar. Membaca alam dan tanda-tanda zaman adalah kemampuan yang dimiliki orang terdidik, cendekiawan. Keduanya memungkinkan orang menjalani kehidupan yang kaya dan penuh warna.”

Sekian, terimakasih. Sampai jumpa di artikel berikutnya. Sama-sama belajar ya!

Bagikan
Post a Comment