f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
fasilitas menyusui

Pentingnya Penyediaan Fasilitas Menyusui di Ruang Publik

ASI eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan dari bayi lahir sampai usia 6 bulan tanpa makanan dan minuman tambahan yang diberikan kepada bayi. ASI menjadi faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pertumbuhan bayi dapat dilihat dari berat badan, tinggi badan dan lingkar tubuh yang dapat diukur secara kuantitatif. Sedangkan perkembangan bayi dapat ditinjau dari keterampilan motorik, mental, sosial dan emosional secara kualitatif.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 43 Tahun 2016 telah melakukan penetapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan yang salah satunya mengenai bayi mendapatkan ASI eksklusif. Indikator keberhasilan SPM pemberian ASI eksklusif diharapkan mencapai target cakupan sebesar 86% dari total bayi yang berumur 5 bulan 29 hari.

Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pendidikan, pekerjaan dan lingkungan sekitar. Faktor pendidikan ibu berkaitan dengan sikap, pengetahuan dan keterampilan ibu khususnya mengenai pentingnya manajemen laktasi berakibat pada intensitas pemberian ASI eksklusif. Pekerjaan ibu menjadi salah satu faktor keberhasilan ASI eksklusif.

Kendala yang dialami yaitu tempat bekerja yang jauh dari rumah, waktu pemberian ASI yang kurang dan belum tersedianya fasilitas untuk melakukan pompa ASI ditempat bekerja. Lingkungan sekitar seperti dukungan motivasi oleh keluarga, reward dan sosial budaya. Motivasi yang diberikan berupa memberikan kepercayaan bagi ibu untuk merawat dan menyusui bayinya dengan baik; memberikan tempat yang aman dan nyaman selama ibu menyusui; dan membantu ibu merawat diri dan bayinya. Reward atau pujian dengan mengapresiasi tindakan ibu dalam merawat bayinya. Sosial budaya adalah faktor lingkungan yang dipengaruhi oleh kepercayaan pada tradisi atau kebiasaan masyarakat sekitar.

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 Tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Disebutkan bahwa membina, mengawasi, serta mengevaluasi pelaksanaan dan pencapaian program pemberian ASI eksklusif di fasilitas pelayanan kesehatan, satuan pendidikan kesehatan, tempat kerja, tempat sarana umum, dan kegiatan di masyarakat. Dalam hal ini pemerintah daerah memiliki kewajiban dan bertanggungjawab dalam menyediakan fasilitas menyusui yang mudah ditemukan dan terjangkau bagi ibu menyusui. Selanjutnya, pasal 128 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan tentang bayi berhak mendapatkan air susu ibu; dan selama pemberian air susu ibu pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu dan bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus.

Baca Juga  Kesetaraan dalam Rumah Tangga

Ruang menyusui harus memenuhi beberapa kriteria yaitu fasilitas menyusui/ruang laktasi harus memenuhi standar. Persyaratan ini disebutkan di dalam Pasal 10 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui Dan/Atau Memerah Air Susu Ibu. Persyaratan kesehatan Ruang ASI paling sedikit meliputi:

a. tersedianya ruangan khusus dengan ukuran minimal 3×4 m dan/atau disesuaikan dengan jumlah pekerja perempuan yang sedang menyusui;

b. ada pintu yang dapat dikunci, yang mudah dibuka/ditutup;

c. lantai keramik/semen/karpet;

d. memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang cukup;

e. bebas potensi bahaya di tempat kerja termasuk bebas polusi;

f. lingkungan cukup tenang jauh dari kebisingan;

g. penerangan dalam ruangan cukup dan tidak menyilaukan;

h. kelembapan berkisar antara 30-50%, maksimum 60%; dan

i. tersedia wastafel dengan air mengalir untuk cuci tangan dan mencuci peralatan.

Kandungan zat gizi ASI yaitu karbohidrat yang mengandung laktosa yang mengakibatkan rasa dari ASI lebih manis daripada susu formula. Laktosa nantinya akan difermentasikan menjadi asam laktat yang akan menghambat pertumbuhan bakteri patologis pada sistem pencernaan bayi, memudahkan terjadinya pengendapan dari Ca-caseinant, dan memudahkan penyerapan mineral.

Protein terdiri dari IgA, IgS, dan IgM sekretorik, yaitu jenis antibodi yang dapat melindungi bayi dari bakteri, virus dan mencegah alergi. Lemak pada ASI mengandung asam lemak tak jenuh yakni omega-3, omega-6, dan DHA yang berguna saat pembentukan otak bayi. Vitamin dan mineral dapat vit K dapat mempengaruhi faktor pembekuan darah, vitamin D untuk mencegah bayi terkena penyakit tulang; vitamin E berfungsi menjaga ketahanan dinding sel darah merah pada bayi, vitamin A berfungsi menjaga kesehatan mata pada bayi; zat besi yang menunjang pembentukan sel darah merah dan mineral lain yang ditemukan dalam ASI.

Baca Juga  Bersama dan Kompak Mengatasi Masalah Rumah Tangga

Masalah ASI eksklusif adalah masalah yang terjadi pada ibu apabila tidak memberikan ASI pada anaknya yaitu puting susu datar atau terbenam; puting susu lecet; payudara bengkak; mastitis atau abses payudara. Kemudian masalah meyusui pada bayi yaitu bayi bingung puting; bayi prematur; berat badan lahir rendah; bayi kuning, bayi kembar, bayi dengan kelainan genetik seperti bibir sumbing, bayi dengan lidah pendek.

Kemudian tips dan trik pemberian ASI eksklusif di antaranya cara menyusui bayi paling lambat setiap 2 jam sekali; yakin bahwa ASI sudah cukup untuk menutrisi bayi tanpa tambahan MPASI seperti susu formula, bubur tim dan biskuit bayi selama 6 bulan pertama; memiliki motivasi yang kuat untuk pemberian ASI eksklusif; dukungan dari suami dan keluarga; dan mangonsumsi makanan bergizi seimbang. Bagi ibu yang bekerja diusahakan tetap menyusui dengan cara memompa ASI secara terjadwal, konsisten dan menyimpan ASI dengan benar untuk diberikan pada bayi.

ASI eksklusif dapat maksimal diberikan apabila adanya korelasi dukungan antara faktor individu, keluarga dan sosial budaya. Pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat dioptimalkan dengan pemberian ASI eksklusif yang adekuat. Tempat umum terutama tempat pekerjaan perlu memberikan fasilitas yang memadai mengenai pemberian ASI eksklusif. Ibu diharapkan untuk lebih proaktif untuk mencari informasi ASI eksklusif dapat melalui internet, seminar atau buku mengenai manajemen menyusui/laktasi. Keluarga diharapkan mampu memberikan dukungan motivasi, pujian dan bantuan apabila ibu mengalami kendala saat pemberian ASI eksklusif.

Bagikan
Post a Comment