f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
nikah

Pernikahan Beda Agama, Masalah Sedari Lama

Jujur saya bingung harus memulai dari mana. Saya bukanlah seorang alim ulama dan tidak terlalu percaya diri berbicara dalil. Namun sulit juga untuk berpaling atau pura-pura cuek dengan fenomena yang terjadi belakangan ini. Di berbagai media terulas tentang pernikahan beda agama yang dijembatani oleh seorang konselor. Pagi menikah di sebuah gereja, siangnya berlangsung akad nikah secara Islam. Hal ini seperti membayangkan orang menganut dua keyakinan sekaligus, betapa tidak masuk akalnya.

Di Indonesia sendiri pernikahan pasangan berbeda keyakinan tidak terakomodir dalam UU Pernikahan. Kedua calon pasangan harus menyepakati, apakah akan menikah secara Islam atau Nasrani, dan bukan dua-duanya. Praktis sebelum menikah, mereka sudah harus sepakat akan agama yang sama. Mengenai hal ini sejujurnya saya bersyukur. Sudah pasti mereka yang menetapkan UU Pernikahan telah memikirkan masak-masak, terlebih apa yang ditetapkan ini menyangkut kebaikan dunia akhirat yang kelak harus dipertanggungjawabkan sebaik-baiknya di hadapan Tuhan.

Pernikahan adalah sebuah tahapan hidup yang kebanyakan manusia menjalaninya. Sebuah jalan yang sakral menyatukan dua insan, sebuah bentuk ibadah dengan harapan mendatangkan ketentraman bathin di mana tata caranya ada dalam agama. Tujuannya tentu adalah untuk kebaikan pelaku pernikahan itu sendiri.

***

Beberapa kali saya menyimak kajian dari beberapa ulama yang mengingatkan kepada kaum muslim agar tidak melakukan pernikahan lintas agama. Beberapa di antaranya yang pernah saya simak adalah Buya Yahya dan Prof Quraish Shihab.

Saya mengutip yang pernah Buya Yahya dalam sampaikan di sebuah forum pengajian saat menjawab pertanyaan tentang keinginan jamaah menikahi calon yang berbeda agama. Buya Yahya menyampaikan bahwa seperti dalam kasus yang ia ceritakan dan juga banyak kasus-kasus lain, orang tua biasanya menasihati anak-anaknya untuk tidak melanjutkan hubungan atau rasa suka kepada seorang yang berbeda agama. Hubungan semacam ini seharusnya segera diakhiri agar rasa suka tidak terlalu jauh berkembang apalagi sampai ke jenjang pernikahan.

Baca Juga  Media Sosial: Ujian Terberat Menjaga Ketahanan Keluarga

Apa yang para orang tua anjurkan ini adalah sesuatu yang sangat benar, mengingat pernikahan adalah sesuatu yang memiliki dampak panjang di masa depan. Namun sungguh sayang banyak yang terlanjur suka dan sayang sehingga meninggalkan ketentuan Allah. Padahal apabila kita meninggalkan perkara semata-mata karena Allah, maka Allah berjanji mengganti dengan yang jauh lebih baik.

“Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena ketakwaan kepada Allah Ta’ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu yang lebih baik darinya.” (HR. Ahmad)

Sebaiknya sedari awal kita tanamkan kepada anak keturunan kita untuk menikah dengan calon yang sama akidahnya. Bagi muslim menikah sesama muslim, umat Nasrani dengan sesama Nasrani, begitu seterusnya agar lebih mudah menjalin keharmonisan berumah tangga.

Pernikahan Beda Agama

Isu pernikahan beda agama telah terjadi di republik ini semenjak puluhan tahun silam. Banyak terjadi pasangan berbeda agama rela merogoh kocek lebih dalam, melangsungkan pernikahan di luar negeri untuk kemudian membawa akta nikahnya kembali ke Indonesia agar mendapat pengakuan. Dan lagi-lagi ini menyisakan sebuah pertanyaan, bukankah ini tak ubahnya sebuah akal-akalan terhadap Undang-undang dan hukum Tuhan?

Dan masalahnya belum selesai sampai di sini, banyak kemungkinan pahit yang ke depannya bisa saja terjadi.

Seorang yang semula dengan pemahamannya yang terbatas tentang agama tidak menutup kemungkinan di kemudian hari akan lebih mendalami agamanya. Dan jika ini terjadi bukankah akan muncul pertentangan batin, apakah dia harus melanjutkan pernikahan atau meninggalkannya demi mengutamakan ketentuan Tuhan?

Kemungkinan berikutnya adalah, kalaupun pasangan berbeda agama ini tetap pada kompromi mereka, namun kelak salah satu anak mereka yang memilih mendalami agama Islam mulai mempertanyakan perbedaan kedua orang tuanya.

Baca Juga  Semerbak Harum Jalinan Keluarga yang Utuh dan Harmonis

Tidak menutup kemungkinan si anak ini akan mencari tahu sendiri. Belajar sendiri bagaimana penerapan agama yang semestinya, tanpa mengedepankan kompromi atau lebih tepatnya akal-akalan yang pernah kedua orang tuanya lakukan. Tentu saja hal ini juga akan mendatangkan pertentangan batin bagi si anak dan masalah yang cukup pelik ke depannya.

Jadi Harus Bagaimana?

Saya tidak berani menghakimi, yang bisa kita lakukan adalah dengan mengirimkan doa terbaik. Bagi para pasangan berbeda agama yang sudah terlanjur menikah maka semoga ada masanya menyadari dan mendapatkan petunjuk terbaik untuk memperbaiki pernikahannya. Memenuhi keabsahan bukan hanya dari negara, namun juga di mata Allah Sang Pencipta.

Bagi kaum muda yang memiliki calon pendamping berbeda agama, semoga memperoleh kekuatan untuk tetap berpegang teguh pada hukum Allah. Lebih baik segera membulatkan tekad, memohon kekuatan untuk bisa meninggalkannya. Sakit yang ada saat ini dengan meninggalkan calon anda akan sembuh dengan berjalannya waktu. Namun menikah dengan perbedaan keyakinan cepat atau lambat bisa berbuah ketidaknyamanan.

Sebagai penutup, semoga kita semua senantiasa sadar bahwa hidup ini adalah dalam rangka menjalankan dan menetapi peraturan Tuhan dan juga Undang Undang. Semoga setiap rumah tangga di negara ini adalah rumah tangga yang harmonis dan selaras dengan norma agama dan peraturan perundangan. Tak kalah penting, semoga Allah SWT memberikan petunjuk bagi para aktivis berbagai lembaga yang berniat menjembatani perbedaan. Jangan sampai yang dilakukan bukannya mempersatukan namun justru berupa akal-akalan atas hukum Tuhan.

Bagikan
Comments
  • Vera

    Sepakat… Hidup harus punya visi, dan visi terbaik adalah Tuhan. Jika dibingungkan olrh pilihan dunia atau akhirat, maka jika kita memegang teguh visi kita, Insya Allah tdk akan salah memilih

    Maret 18, 2022
    • makasih Vera, semoga kita semua selalu di jalan yang diridhoi-Nya, aamiin

      Maret 19, 2022
    • makasih Vera, semoga kita semua selalu di jalan yang diridhoi-Nya, aamiin

      Maret 19, 2022
Post a Comment