Mari Kita Pikirkan Kembali
Tak sedikit dari manusia mewajarkan kelalaian dengan alasan yang beragam
Mencari pembenaran atas segala khilaf yang dikerjakan
Mencampuradukan logika dengan ketetapan Sang Pencipta
Kemudian berdalih, “Masih ada waktu untuk bertaubat”
Tentu, Dia Maha Pengampun atas mereka yang sebenar-benarnya bertaubat
Tetapi bagaimana kita bisa begitu yakin bahwa masih akan ada esok hari?
Cukup percaya dirikah jika esok akan dibangunkan kembali?
Sementara, Izrail dengan setia datang mengunjungi sebanyak 70 kali dalam sehari.
Mati bukan perihal muda atau tua, bukan pula perihal sehat ataupun sakit
Ia bisa datang kapan saja ketika Sang Pemilik Nyawa sudah menghendaki
Waktu tak pernah menunggu kita siap untuk berbenah diri
Dan lagi, Izrail tidak berkompromi dengan siap atau tidaknya manusia menghadapi mati.
Maka, mari kita pikirkan kembali
Bekal apa yang sudah kita miliki untuk bertemu dengan-Nya saat mati?
Apa yang akan terjadi jika kelak buku amalan lebih condong ke sebelah kiri?
Tidakkah kita merasa ngeri dengan pedihnya siksa neraka nanti?
Dengan ancaman api menyala, air mendidih juga cambuk besi?
Tidak tertarikkah kita akan janji Allah bagi mereka yang mati dalam keadaan bertakwa?
Tentang keindahan surga yang sulit dibayangkan bahkan ketika sudah diungkapkan dengan bahasa?
Tentang semua keinginan yang akan diwujudkan tanpa perlu ditunda-tunda?
Pun tentang kenikmatan yang paling agung, tinggi dan mulia yakni mampu melihat Allah swt.?
Sekali lagi, mari kita pikirkan kembali.
Bungsu dari tiga bersaudara. Perempuan biasa yang tak pandai bersuara, yang lebih merasa nyaman ketika harus menulis dan mendengarkan dibandingkan harus berbicara. Pekerjaan saat ini karyawan swasta di salah satu perusahaan distributor di Bandung. Bisa dijumpai melalui akun ig @aritiara_ .
