Jangan Lakukan 6 Hal Ini saat Bertengkar dengan Pasangan (Belajar dari Kasus Johnny Depp dan Amber Heard)
Pasangan Hollywood Johnny Depp dan Amber Heard tengah bertarung di pengadilan. Dalam persidangan terungkap pertengkaran-pertengkaran yang terjadi di dalam rumah tangga pasangan tersebut.
Bertengkar adalah hal yang lumrah dalam rumah tangga. Namun ketika pertengkaran berujung pada perceraian dan kemudian masih disusul dengan saling menggugat, pasti ada hal-hal yang luar biasa dari hubungan kedua individu pasangan itu.
Tulisan ini tidak bermaksud memihak salah satu pasangan yang tengah berseteru itu, namun lebih untuk melihat hal-hal yang bisa kita petik sebagai pelajaran dalam menjalin relasi di perkawinan.
Tentang Johnny Depp dan Amber Heard
Johnny Depp (58 tahun) adalah aktor, musisi, produser dan bintang iklan, yang terkenal sebagai Kapten Jack Sparrow dalam film The Pirates of Caribbean. Iklan yang melejitkan namanya adalah parfum pria Dior.
Johnny Depp mengenal Amber Heard (36) saat pembuatan film The Rum Diary di tahun 2011. Mereka menikah tahun 2015. Namun hanya dalam setahun Amber mengajukan gugatan cerai ke pengadilan karena adanya kekerasan dalam rumah tangga, baik secara verbal maupun fisik. Mereka resmi bercerai tahun 2017.
Setahun kemudian, Johnny mengadukan media The Sun karena pemuatan tulisan yang menyebut dirinya sebagai “wife beater“. Dalam persidangan kasus itu Johnny dan Amber hadir sebagai saksi selama beberapa hari. Johnny kalah di persidangan. Label “penganiaya istri” menyebabkan dia kehilangan kontrak dari Warner Bros.
Konflik belum selesai. Pada akhir 2018 Amber menulis artikel di Washington Post tentang pengalamannya sebagai survivor kekerasan domestik sejak kecil hingga dewasa. Sekalipun tulisan itu tidak menyebut namanya, Johnny Depp menggugat Amber Heard atas pencemaran nama baik. Johnny menuduh Amber sebagai abuser, dan pencemaran yang dilakukan mantan istrinya mengakibatkan dia kehilangan kontrak Disney dalam film Pirates of the Caribbean. Sidang dimulai 11 April 2011, dan belum selesai saat tulisan ini dibuat.
Pertengkaran yang Terkuak
Ini pertengkaran yang terkuak di dalam persidangan Johnny-Amber di pengadilan Fairfax, Virgina Amerika Serikat;
- Adanya kekerasan tangan: Saat memberikan kesaksian, Amber mengatakan Johnny kerap menamparnya di wajah. Johnny pun menunjukkan bahwa Amber pernah meninju pipinya.
- Adanya tindakan melempar barang ke tubuh pasangan; Amber mengatakan Johnny melempar wajahnya dengan ponsel, sementara Johnny menunjukkan jarinya yang putus karena dilempar botol vodka oleh Amber.
- Adanya keinginan menguak masa lalu. Johnny marah ketika Amber bertanya tentang tato di lengan atas lelaki itu. Tato itu berbunyi Wino Forever. Sebelumnya, tato itu bertuliskan Winona Forever dan dibuat di tahun 90-an ketika Johnny Depp menjalin hubungan dengan aktris Winona Ryder. Menurut Amber, pertanyaan tentang tato itu membuat Johnny gusar dan menamparnya, untuk pertama kalinya. Namun Johnny Depp mengatakan dia tidak menampar istrinya karena pertanyaan tentang tato itu.
- Adanya tuduhan: Johnny menuduh Amber punya hubungan dengan James Franco, lawan main Amber dalam The Adderall Diaries dan Pineapple Express.
- Adanya labelling. Amber mengatakan bahwa Johnny adalah lelaki gemuk yang tidak berkelas sehingga tidak pantas menjadi model Dior.
- Adanya self-fulfilling prophecy: Self-fulfilling prophecy adalah prediksi yang menggiring seseorang atau orang lain untuk mewujudkan harapan itu. Self-fulfilling prophecy yang dilakukan Amber adalah dengan mengatakan, “Tell the world, Johnny, tell them, Johnny Depp — I, Johnny Depp, a man, I’m a victim too of domestic violence”. Kata-kata itu sebetulnya merupakan sindiran dan tidak mengandung makna yang sesungguhnya, karena dari sudut pandang Amber dialah yang menjadi korban. Namun kata-kata itu menggiring Johnny untuk membuktikan bahwa dialah yang menjadi korban. Pernyataan Amber itu viral di media sosial.
Pelajaran dari Depp dan Heard
Johnny Depp dan Amber Heard berasal dari kultur Barat, yang berbeda dari kita yang tinggal di Indonesia. Mereka memiliki nilai-nilai kehidupan dan kebiasaan-kebiasaan yang tidak kita jalani. Namun dari pertengkaran yang terjadi pada pasangan itu terungkap hal universal yang bisa kita petik terkait dengan pertengkaran dengan pasangan:
- Tidak melakukan kekerasan tangan. Kekerasan dengan tangan sendiri ke tubuh pasangan akan meninggalkan kenangan yang tak akan terhapus. Apalagi kalau kekerasan itu meninggalkan bekas di tubuh pasangan.
- Tidak melakukan “piring terbang”: “Piring terbang” adalah istilah untuk tindakan melempar barang sebagai pelampiasan kekesalan. “Piring terbang” menimbulkan suara dan pemandangan tidak menyenangkan yang mungkin akan tertanam di dalam benak. Piring terbang juga menimbulkan kerugian fisik karena barang itu atau benda lain yang terkena lemparan menjadi rusak. Yang lebih fatal apabila piring terbang mengakibatkan kecacatan fisik.
- Tidak menguak masa lalu. Setiap orang punya masa lalu yang mungkin dan punya privasi. Saat bertanya tentang sesuatu hal dari pasangan, perlu dipikirkan lagi apakah pasangan nyaman dalam menerima pertanyaan itu.
- Tidak menuduh. Cari bukti terlebih dahulu sebelum memberikan tuduhan. Melemparkan tuduhan akan merusak kedua belah pihak, yang dituduh dan diri sendiri. Pihak yang dituduh pasti marah dan sakit hati, sementara diri sendiri pun jadi terbelenggu pada pemikiran-pemikiran yang belum tentu benar.
- Tidak melabel. Melabel adalah memberi predikat negatif kepada seseorang. Melabel akan menimbulkan rasa sakit hati pada pasangan kita.
- Tidak membuat self-fulfilling prophecy yang kontraproduktif. Jangan mengatakan hal di masa depan yang sebetulnya tidak diinginkan untuk terjadi. Prediksi akan membuat orang lain punya ide untuk melakukan sesuatu yang sebetulnya dis sendiri semula tidak terpikir untuk melakukannya.
Pertengkaran Johnny-Amber, maupun kita, pasti diawali suatu pemicu, berlangsung instan. Rasanya kita ingin mengeluarkan apa yang ada di kepala dan hati. Setidaknya dengan menghindari enam hal di atas kita dapat menjaga agar pertengkaran dengan pasangan tidak membawa hal yang buruk dalam hubungan perkawinan kita.

Penulis dan pengelola lembaga pendidikan TK dan SD di Jagakarsa, Jakarta Selatan
