5 Tips Anti Galau Menghadapi Horornya Kemacetan saat Libur Panjang
Akhir pekan yang panjang akan kembali kita dapati bertepatan dengan Hari Raya Waisak 2566 BE di tahun 2022, setelah cuti bersama sekaligus libur panjang dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1443 H. Bagi para pekerja seperti saya dan pak suami (paksu), momen libur panjang menjadi hal yang sangat kami nanti-nantikan. Mengingat risiko pekerjaan paksu yang sulit untuk mengambil cuti tahunan yang hampir tidak pernah ia ambil selama 13 tahun menikah, hiks.
Menikmati akhir pekan yang panjang maupun cuti bersama menjadi kesempatan kami untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Termasuk, pengalaman mudik dan liburan dengan berdamai bersama kemacetan 13 jam dari Sukabumi-Puncak pada hari ketiga Lebaran 1443 H. Yups, kami pun menjadi bagian “Hot News”, ‘Kemacetan Horor di Puncak Selama Libur Lebaran 2022’.
Belum lagi, deg-degan rasanya mengetahui pemberitaan seorang pria paruh baya yang meninggal dunia akibat kelelahan menghadapi kemacetan di Puncak pada hari kedua Idulfitri 1443 H. Yang menjadi “supir pribadi” pada perjalanan mudik libur Lebaran hanyalah paksu seorang, mengingat saya tidak bisa menyetir kendaraan bermotor, hehe.
Keriweuhan mudik sekaligus liburan dengan keluarga semakin menantang dengan membawa 3 bocil tanpa bantuan ART. Perjalanan panjang harus dibuat semenarik mungkin sehingga anak-anak tidak mudah jenuh dan fit. Dan berikut 5 tips dari pengalaman keluarga kami agar perjalanan yang mendapati kemacetan liburan kalian menjadi menyenangkan.
1. Pilih alat transportasi yang aman dan terjangkau.
Merencanakan perjalanan panjang bersama keluarga sama seperti merencanakan investasi jangka menengah. Bukan perkara mudah bagi para pekerja dari kalangan menengah ke bawah seperti kami ini untuk mengatur waktu, keuangan, hingga perencanaan akomodasi dan transportasi yang cukup merogoh kocek lebih dalam.
Berbagai pilihan transportasi dan staycation perlu kita pertimbangkan baik-baik. Jangan lupa untuk menyesuaikan kemampun dan kebutuhan keluarga.
Alternatif transportasi bisa sewa mobil maupun kendaraan pribadi atau bisa juga naik kendaraan umum. Demikian pula dengan tempat staycation, mau menginap di rumah orang tua atau keluarga di kampung, bisa juga bermalam di hotel/losmen/wisma, bahkan berkemah di alam terbuka. Semuanya tergantung kesepakatan keluarga.
2. Persiapkan diri dan keluarga dengan sebaik mungkin.
Melengkapi vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak kurang dari 18 tahun dan booster bagi dewasa 18 tahun menambah kestimewaan mudik aman dan sehat dan liburan di tengah pandemi Covid-19. Siapa sih yang tidak merasa bahagia setelah “terkurung” lebih dari 2 tahun lamanya dan berkumpul dengan sanak-saudara yang berbeda kota maupun sekedar menghabiskan liburan di dalam ataupun luar negeri tanpa persyaratan tes Covid-19.
Jangan lupakan pula ya, protokol kesehatan tetap kita terapkan sebagaimana mestinya dengan memakai masker, mencuci tangan memakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak aman fisik. Sebab, pandemi ini belum berakhir, WHO belum mencabut status tersebut dan pemerintah Indonesia masih memberlakukan PPKM.
Di sisi lain, kemacetan mengular yang selalu menemani liburan panjang juga harus kita persiapkan dengan fisik dan mental yang sehat. Sebelum berangkat, para anggota keluarga harus berisirahat cukup, berolahraga rutin, mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang ditambah dengan multivitamin agar stamina tetap terjaga di dalam menempuh perjalanan panjang.
Demikian pula, kondisi kendaraan pribadi yang akan kita gunakan harus kita cek dan service secara berkala. Kondisi fit pada kendaraan dan para pelaku perjalanan, termasuk sang supir, harus dilakukan untuk keamanan, kenyamanan, dan keselamatan bersama.
Adapun, kebutuhan finansial yang harus kita persiapkan dengan baik. Jangan sampai pulang liburan malah menambah beban keuangan keluarga dan menumpuk hutang. Fit secara fisik, mental, ekonomi, dan sarana-prasarana akan menjadikan liburan Anda menyenangkan.
3. Sediakan makanan, minuman, serta perlengkapan kebutuhan sehari-hari.
Menempuh perjalanan panjang dengan segala tantangannya seperti kemacetan, keterlambatan kedatangan, gangguan cuaca menjadi biang stressor bagi para pemudik ataupun pelaku perjalanan. Niatnya untuk healing, malahan jadi pening. Belum lagi, membawa bayi/balita serta lansia dan tidak tersedia atau jauhnya toilet yang memadai.
Oleh karena itulah, sejak dari rumah sudah menyediakan logistik kebutuhan sehari-hari, termasuk kotak P3K pun harus tersedia di dalam mobil, khususnya obat-obatan pribadi yang rutin kita dan keluarga konsumsi setiap hari. Kebutuhan yang harus kita penuhi sebelum melakukan perjalan seperti makanan utama, cemilan, air mineral, tisu kering dan basah, kantong plastik sampah, hingga popok sekali pakai untuk anak-anak dewasa.
Jangankan untuk, bayi/balita dan lansia, popok sekali pakai juga sangat dibutuhkan bagi anak-anak dan dewasa yang kesulitan mendapatkan toilet. Sedangkan, tisu basah dan kering bisa digunakan untuk membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tidak sempat mandi.
4. Siapkan permainan anak dan berbagai media hiburan.
Perjalanan jauh yang menempuh waktu yang cukup lama dan menjenuhkan, memang membutuhkan perangkat/media hiburan untuk mengisi waktu yang ada. Mainan yang biasa digunakan anak bayi/balita dibawa sebagai teman perjalanan untuk menghilangkan kebosanan dan mencegah kerewelannya.
Menyetel lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, film, musik-musik yang menyenangkan dan menenangkan pikiran diharapkan dapat mengalihkan perhatian memikirkan keterlambatan kedatangan/kepulangan. Bisa pula bernyanyi bersama dan bermain tebak-tebakan lucu dengan anggota keluarga lainnya. Mengisi waktu dengan hal-hal yang positif, tak terasa waktupun berjalan dengan cepat hingga akhirnya sampai di tempat tujuan.
5. Pantau situasi perjalanan melalui updating pemberitaan di TV/radio/media sosial.
Perjalanan jalur darat yang seringkali dihadapkan pada kemacetan yang parah haruslah dihadapi dengan memutakhirkan informasi melalui peta daring dan pemberitaan di TV/radio/media sosial. Melalui peta, kita bisa mengetahui jalan-jalan yang macet parah hingga jalur alternatif. Demikian pula, updating informasi melalui radio di mobil ataupun TV/radio streaming dan juga media sosial untuk bahan laporan bagi warganet lainnya.
Oh iya, disimpan pula di dalam gawai Anda nomor-nomor telepon penting ketika terjadi permasalahan selama perjalanan darat. Di antaranya nomor telepon 119 untuk ambulan/kegawatdaruratan medis; 110 untuk Polisi; 14080 One Call Center Jasa Marga; 151 untuk Kemenhub; 113 untuk Pemadam Kebakaran; dll.
Jadi, kapokkah melakukan perjalanan panjang nan lama? Tentu tidak, karena menyambung silaturahim dan menyenangkan keluarga adalah ibadah di antara manusia. Semoga tips ini bisa bermanfaat untuk parents dan liburan keluargapun menjadi menyenangkan meskipun harus bermacet-macetan juga terlambat sampai tempat tujuan.
