f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
ke rumah sakit

Periksa ke Rumah Sakit di Saat Pandemi Covid-19

Bagi sebagian orang pergi ke rumah sakit (RS) untuk berobat atau periksa di era pandemi ini membutuhkan keberanian yang cukup tinggi. Karena kita tahu rumah sakit saat ini penuh dengan pasien Covid-19. Hampir semua RS merawat pasien dengan covid dari gejala ringan hingga berat tergantung kesiapan masing-masing RS. Sehingga bila tidak darurat- darurat amat orang-orang menghindari RS untuk periksa dan berobat.

Saat awal pandemi sekitar Maret- April 2020, saat diberlakukannya WFH, PSBB dsb; pihak RS memang menghimbau agar tidak ke RS dulu bila tidak dalam kondisi darurat. Namun dengan berjalannya waktu dan adanya protap-protap khusus untuk era pandemi di RS; sekitar Juni-Juli 2020 RS sudah siap melaksanakan pelayanan bagi pasien yang akan berobat dan bukan hanya yang darurat.

Ini  terjadi juga pada istri saya yang akhirnya mau tidak mau ke RS karena nyeri koliknya yang kambuh. Dua hari mengalami nyeri perut yang hebat, awalnya dia tidak mau dibawa ke RS , dengan alasan kondisi saat ini. Tapi saat hari ke-dua nyeri itu datang lagi dan semakin hebat, barulah dia mau diajak ke RS untuk berobat di IGD; bahkan perlu perawatan dan operasi pengangkatan kantong empedunya. Setelah selesai perawatan dan diperbolehkan pulang, masalah tidak selesai sampai di situ saja. Karena masih ada kewajiban untuk kontrol dan evaluasi keadaan luka paska operasi.

Yang Perlu Diperhatikan Saat Berobat atau Periksa ke Rumah Sakit di Masa Pendemi

Pertama, pastikan memakai pelindung diri seperti masker, kalau ada masker medis. Dapat juga masker non medis/ kain tapi didobel, supaya agak tebal. Face shield saat ini juga sudah merupakan suatu hal yang lumrah digunakan ke mana-mana, jika ingin ditambah dengan itu lebih baik lagi.

Baca Juga  Protokol MOS Anak di Era New Normal

Kedua, membawa hand sanitizer, walaupun di RS mestinya banyak disediakan, bahkan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Namun bila kita membawa sendiri hand sanitizer sendiri akan terasa lebih nyaman. Jadi kalau kita buka pintu, naik lift atau naik tangga kita dapat menyemprot sendiri ke tangan kita atau ke benda- benda tersebut sebelum kita pegang, kalau terpaksa.

Ketiga, memakai baju lengan panjang, celana panjang dengan harapan mengurangi kontak dengan lingkungan rumah sakit. Kalau yang sudah berhijab mestinya sudah panjang-panjang. Sekembalinya  di rumah segera mandi, jangan kemana-mana dan ganti baju tersebut.

Keempat, usahakan menggunakan pendaftaran on-line saat akan berobat atau kontrol ke RS. Saat memasuki masa pandemi semakin banyak RS yang membuat aplikasi pendaftaran pasien secara daring. Jadi manfaatkan sarana tersebut sehingga kita bisa tahu pasien berapa, saya urutan berapa jadi dapat diperkirakan datang jam berapa, supaya tidak terlalu lama menanti di ruang tunggu.

Kelima, bila kita mengunjungi klinik atau praktek dokter yang pasiennya banyak, usahakan sedapat mungkin jaga jarak diruang tunggu pasien. Apabila ternyata agak sulit untuk menjaga jarak, dan antrean kita masih jauh, dapat menunggu di lobby RS saja atau bahkan di parkiran biar tetap aman. Saat menunggu resep obatpun, sebaiknya si sakit jangan ikut menunggu, karena kadang penyiapan resep juga butuh waktu lama.

Kalau ada fasilitas penghantaran obat, bisa dimanfaatkan, yaa …ada tambahan biaya pastilah, tapikan lumayan mengurangi waktu di RS. Atau si sakit dapat pulang dahulu atau menunggu di parkiran, sementara salah satu anggota keluarga menunggu resep.

***

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan saat akan berobat atau periksa ke RS di saat pandemi ini, mungkin beberapa hal dirasa lebay… tapi untuk beberapa orang yang parno berurusan dengan rumah sakit mungkin bisa dicoba. Namun yakinlah bahwa pihak rumah sakit saat ini pastinya telah melakukan upaya-upaya untuk menjaga kebersihan dan keamanan untuk pasiennya agar tidak terjangkit virus corona saat berobat di masa pandemi ini.

Baca Juga  Kirim Surat Elektronik juga Harus Beretika, ya!

Rumah sakit tentu saja tidak ingin kehilangan kepercayaan dari pasiennya dan selalu akan memperhatikan dan meningkatkan mutu pelayanan di segala bidangnya serta keamanan pasien itu sendiri saat berobat ke RS. 

Salam sehat selalu Rahmania…..

Bagikan
Comments
  • Wurry Srie

    Trmksih atas pencerahannya, Dok.

    Januari 27, 2021
Post a Comment