f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
di masa pandemi

Kisah Sederhana tentang Secangkir Kopi Angkringan dan Segelas Jamu Gendong

Kisah ini bukan hanya sebuah kisah panjang yang melegenda bagi masyarakat pesisir saja; namun umumnya bagi sejumlah besar masyarakat di pedusunan maupun perkotaan. Angkringan menjadi salah satu penciri bagi siapapun yang menikmati aneka makanan sederhana; yang di bungkus dengan ragam lauk seperti oseng tempe, sambel terasi dengan pelengkap aneka gorengan dan cemilan.

Ditambah lagi dengan sajian wedang uwuh, kopi, jahe dan ragam minuman hangat maupun dingin sebagai pilihan. Begitupun jamu gendong yang biasa khas dibawakan oleh Ibu atau Mbakyu atau Mbok jamu begitu akrab biasa disapa; dengan ragam pilihan jamu sehat seperti kunir asem, beras kencur dan jamu lain yang diyakini memiliki kemanfaatan bagi kesehatan.

Inilah realitas begitu ragamnya kekhasan hadirnya Angkringan dan Jamu Gendong di masyarakat. Di balik romansya Angkringan dan jamu Gendong, keduanya memiliki nilai ‘wisdom’ bagi masyarakat. Angkringan menjadi magnet kebaikan yang dapat dilihat dari nilai guyub rukun yang hadir di sana. Bagaimana orang bisa saling menyapa , menikmati suasana kesederhanaan dengan saling berbagi informasi baik berita yang ringan sampai berita terkini, dari ragam profesi penuh harmoni.

Begitupun hadirnya jamu Gendong yang memiliki kekhasan nilai ‘wisdom’ tentang kesejahteraan berupa sajian kesehatan yang berasal dari alam. Kekhasan yang dimiliki dari ragam penjual jamu Gendong meskipun penjualnya berbeda namun ragam yang tersaji jenisnya sama dan memiliki filosofi atau makna. Biasa orang menyebutnya back to nature. Hadirnya minuman kesehatan yang menyegarkan berasal dari ragam rempah yang tumbuh subur di negeri tercinta ini. Lantas, bagaimana kelestarian dari keduanya mampu bertahan dalam geliat ekonomi masyarakat ? berikut kisahnya..

***

Angkringan dan Jamu Gendong menjadi satu fenomena ‘hebat’ atas geliat ekonomi di masyarakat. Jangan salah hadirnya kedua ragam aktivitas tersebut mampu menguatkan tentang dua bisnis penting di tengah masyarakat yang mampu bertahan dan menjadi primadona serta inspirasi lahirnya ragam penjual makanan tradisional. Simak saja bagaimana potensi kreativitas produk rumahan banyak yang tersaji di angkringan; di mana saat orang kesulitan mencari strategi usaha justru dengan hadirnya angkringan semakin banyak orang dengan kreativitasnya menitipkan usahanya dari mulai jajanan seperti gethuk, onde-onde sampai pizza rasa cinta semua tersaji di sejumlah angkringan.

Baca Juga  Desa Wisata dalam Perspektif Urban dan Pemberdayaan Desa

Hadirnya Angkringan menggairahkan ketahanan pangan bagi masyarakat lokal. Sehingga menyuburkan kembali tatanan aktivitas dagang bagi sebagian besar produk rumahan yang melesu semenjak pandemi mendera masyarakat. Inilah satu realitas yang menjadi pijakan bahwa local wisdom mampu menggugah kekuatan ekonomi di tengah masyarakat; yang di saat seperti ini membutuhkan solusi dari ketidakpastian tentang kesejahteraan.

Kolaborasi yang dahsyat tercipta melalui ruang sederhana berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mampu dimulai dari hal terdekat berupa kantong- kantong ekonomi warga. Saat ini bukan hanya sekedar wacana namun aktualisasi nyata dan benar-benar dibutuhkan warga yang bicara tentang kelangsungan usaha. Bukti nyata haruslah hadir dari unit-unit terkecil tersebut yang tidak lagi dipandang sebelah mata. Usaha angkringan misalnya apabila diakumulasikan dari satu sudut/ titik satu dengan sejumlah titik lain akan terlihat kemanfaatan yang luar biasa.

****

Menghidupkan satu titik akan menyuburkan sejumlah titik lain; karena angkringan memiliki pola yang hampir sama terkait tata kelola sampai kontribusi bagi warga yang menitipkan sejumlah produk rumahan yang sejatinya adalah penguatan ekonomi . Sebab satu penguatan ekonomi masyarakat terutama usaha kecil rumahan atau unit -bisnis dimulai dari industri rumahan.

Begitupun usaha jamu gendong di masyarakat. Di awal masa Pandemi sampai saat ini minuman yang berasal dari alam atau biasa menyebutnya herbal memiliki magnet kebaikan untuk kesehatan. Sejumlah khasiat dari minuman rempah ini membantu kesehatan , menjaga daya tahan tubuh yang saat ini menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Selain asupan berupa makanan yang menyehatkan dalam menjaga imunitas.

Sebagai starting point di sini , sebagaimana sejumlah data menyebutkan bahwa terdapat lima bisnis atau aktivitas ekonomi yang mampu bertahan di masa seperti sekarang yakni; makanan/ pangan, kesehatan/ obat/ sejenisnya, teknologi, jasa / hal keuangan dan Pendidikan. Dari kelima hal sentral tersebut makanan/ pangan  dan kesehatan inilah menjadi kebutuhan penting bagi siapapun menyangkut keberlangsungan aktivitas  baik ekonomi maupun sosial.

Baca Juga  Pengaruh Masa Lalu atau Pemaknaan terhadap Masa Lalu?

Dari sinilah terdapat benang merah atas fenomena masyarakat tentang geliat ekonominya. Solusi yang menjadi kebutuhan dan sejumlah wacana yang tidak berhenti dan mampu teralisasi serta partisipasi dalam memberi kontribusi dengan ragam kreatifitas yang dimiliki bagi masyarakat. Semoga

Bagikan
Post a Comment