Mengalami Pelecehan Seksual di Transportasi Umum? Lakukan Hal-hal Berikut Ini!
Pelecehan seksual adalah hal buruk yang kerap kali terjadi di masyarakat, mayoritas terjadi pada perempuan, namun tidak menutup kemungkinan juga dialami oleh para lelaki. Beragam jenis mulai dari yang ringan hingga berakibat fatal. Kendati demikian, pelecehan seksual ini tetaplah tindakan kejahatan yang sangat tidak pantas untuk dilakukan.
Dilansir dari kumparan.com, bentuk pelecehan lain yang sering terjadi di ruang publik (transportasi umum) adalah mengomentari bentuk fisik orang lain tanpa adanya kesopanan, menguntit, meraba-raba, masturbasi atau menyentuh alat kelamin, memotret orang lain tanpa izin, menggunakan cermin untuk melihat rok atau pakaian orang lain, serta catcalling. Seperti yang baru-baru ini terjadi di KA Argo Lawu tujuan Solo-Jakarta, di mana tampak sebuah video yang merekam perbuatan seorang pria. Di dalam video itu terlihat seorang pria bercelana coklat susu sedang meraba-raba paha wanita yang duduk di sebelahnya. Bagi sebagian besar orang, perilaku lelaki itu adalah hal yang biasa saja, karena diangggap adanya ketidaksengajaan. Namun nyatanya apa yang ia lakukan itu sudah masuk ke dalam tindakan pelecehan seksual. Sebab meraba-raba dengan sengaja, berulang, dan yang paling penting tanpa izin dari si wanita.
Hal ini tentu saja menimbulkan rasa khawatir bagi para pengguna transportasi umum, apalagi mereka yang menggunakan bus, angkot, KRL, MRT, dan sebagainya. Di situasi dan saat-saat tertentu seperti waktu pagi ketika orang-orang berangkat kerja atau sore menjelang malam ketika mereka pulang kerja, jumlah pengguna transportasi umum akan meningkat. Hal itu membuat sebagian dari mereka harus berdiri dan berdesak-desakan dengan penumpang lain. Apabila lengah, tindakan pelecehan seksual bisa saja terjadi. Menyikapi hal itu, ada beberapa tindakan yang dapat kamu lakukan. Mulai dari tindakan preventif guna menghindari pelecehan seksual dan tindakan yang dapat dilakukan apabila sudah terlanjur menjadi korban.
Pencegahan dini pelecehan seksual di transportasi umum :
1. Pastikan Diri Selalu dalam Kondisi Sadar
Jangan melamun apalagi sampai tertidur, para pelaku pelecehan akan menggunakan kelengahan kita untuk melancarkan aksinya, pastikan kamu melek terus dan tetap waspada, ya!
2. Cari Posisi yang Aman
Terlepas dari duduk atau berdiri, pastikan posisi yang kamu tempati itu aman. Usahakan jangan sampai dikelilingi oleh lawan jenis dan pastikan posisinya strategis. Sebab jika terjadi sesuatu kamu akan lebih mudah untuk melepaskan diri.
3. Periksa Sebelum Naik ke Angkutan
Jika kamu menggunakan angkot atau bus, pastikan kamu sudah mengecek nomor trayek dan jurusan, selain itu pastikan juga kalian sudah memeriksa si supir, lebih bagus lagi jika kita memeriksa penanda yang ia punya (jika ada). Dan untuk kalian yang naik angkot, pastikan juga jumlah penumpang yang naik tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak. Hindari angkot yang menggunakan kaca gelap serta menyetel speaker dengan volume tinggi.
Lantas jika sudah terlanjur menjadi korban pelecehan, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus pasrah dan berdiam diri saja? Oh, tentu tidak. Berikut ini tindakan yang dapat dilakukan apabila mengalami pelecehan di transportasi umum.
4. Melarikan Diri atau Berpindah Posisi
Apabila berada di posisi yang tepat dan strategis, kita dapat berpindah untuk menghindari pelaku pelecehan seksual. Cari posisi atau tempat yang dapat melindungi kita dan membuat mereka sulit untuk menjangkaunya.
1. Berteriak atau Memberi Kode kepada Orang Lain untuk Mendapat Bantuan
Kita tidak selalu mujur untuk mendapatkan posisi yang tepat, sewaktu-waktu bisa saja kita terhimpit atau terdesak sehingga menyulitkan kita untuk melarikan diri. Maka yang dapat kita lakukan adalah berteriak, dengan berteriak orang-orang di sekitar akan menyadari bahwa kita berada dalam kondisi yang tidak baik.
2. Merekam Perbuatan Si Pelaku
Belajar dari kasus pelecehan seksual di kereta api di atas, kita harus memiliki bukti yang kuat. Hal ini agar tidak menjadi boomerang untuk diri kita sendiri. Apabila memiliki bukti, maka si pelaku tidak dapat menyerang kita dengan mengatakan kita hanya menuduh atau memfitnahnya.
3. Melaporkan ke Pihak Keamanan/Berwajib
Dengan melaporkan si pelaku, maka mereka akan ditindak dengan tegas. Bahkan bisa mendapat sanksi akibat perbuatannya.
Bagaimanapun juga, pelecehan seksual adalah tindakan buruk yang tidak patut untuk dilakukan. Peranan besar dalam pelecehan seksual ini tentu saja dipegang oleh si pelaku. Tidak layak apabila menyalahkan korban apalagi dari segi pakaian yang ia gunakan. Sebab, realita menunjukkan orang yang menggunakan pakaian tertutup pun masih menjadi korban pelecehan seksual. Kita tidak dapat mengontrol orang lain, yang dapat kita kontrol dan atur justru diri kita sendiri.
Jangan biarkan tindakan pelecehan seksual ini terus terjadi dan membiarkan para pelaku berkeliaran bebas. Kita harus bersikap tegas atas perilaku-perilaku buruk itu. Tidak peduli di manapun tempatnya, seberapa ramai atau sepi orang-orang di sekitar kita, kita harus tetap waspada. Semoga dengan adanya tips-tips tadi dapat membantu kalian terhindar dari pelecehan seksual dan mengurangi tingkat kasus pelecehan seksual di negara kita ini.
Meitya Azzahra, mahasiswi prodi ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
