f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
cinta

Cara Islam Memandang Cinta

Keindahan Cinta Dalam Pernikahan

Ketika kita dihadapkan pada persoalan cinta, kita harus bisa membedakan mana cinta yang semu yang hakiki. Cinta yang hakiki terjalin karena adanya interaksi antara dua individu dalam bahtera rumah tangga. Sehingga bukan suatu alasan jika tidak mau menikah karena tidak adanya rasa cinta, tetapi cinta itu bisa dibangun dan diteguhkan atas dasar pernikahan.

Islam sendiri merupakan agama yang sangat baik dalam memandang yang namanya cinta serta pernikahan. Karena bersatunya antara laki laki dan perempuan dalam ikatan suci yang terjalin dalam pernikahan merupakan suatu hal yang sakral.

Dari cinta lahirlah sebuah peradaban, yang dimulai dari lahirnya seorang penerus generasi yang membawa nilai nilai keislaman di dalam dirinya. Sehingga cinta bukan hanya sekedar nafsu belaka, tetapi harus ada visi dan misi yang kuat. Oleh karena itu penting adanya bagi kita untuk menyiapkan segala hal yang dibutuhkan sebelum memulai kehidupan rumah tangga yang dilandasi atas cinta karena Allah; sehingga semua yang kita jalani dalam bahtera tumah tangga dapat bernilai ibadah yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah; dapat melahirkan generasi penerus Islam yang dapat membentuk peradaban maju serta islami sebagaimana tujuan islam ada di dunia ini.

Kiat Memilih Pasangan dalam Islam

Memang cinta seringkali terjalin setelah berumah tangga. Tetapi tak menutup kemungkinan jika adanya cinta yang terjalin sebelum pernikahan atas dasar perilaku yang baik, fisiknya yang rupawan, nasabnya yang baik, ataupun dari segi kekayaan yang berlimpah. Tetapi yakinlah bahwa yang sifatnya duniawi itu hanyalah suatu hal yang semu; sehingga kita tidak boleh menjadikan kriteria yang bersifat duniawi untuk menjadi patokan dalam kita menemukan pasangan hidup; melainkan kita harus melihat bagaimana sikap serta perilakunya dalam beragama. Sehingga dengan agama yang baik pada diri seseorang dapat memandu kita menjalani cinta yang hakiki dalam bahtera rumah tangga.

Baca Juga  Seberapa Penting Perjanjian Pranikah?

Rasulullah SAW bersabda; “Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (Hadist riwayat Muslim, Bukhari, dan Abu Daud). Walaupun dalam keterangan hadist tersebut ditujukan untuk memilih perempuan untuk dijadikan pasangan; para ulama juga berpendapat hadist tersebut juga dapat dijadikan sebagai pedoman untuk memilih seorang laki laki untuk dijadikan pasangan hidup.

•Anjuran Menikah

Dalam Al-Qur’an Allah Berfirman “Maka nikahilah perempuan perempuan yang kamu senangi, dua, tiga, atau empat. Akan tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, nikahilah seorang saja, atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki.” (QS. An-Nisa ayat 3). Dalam ayat tersebut Allah SWT menyatakan bahwa hakikatnya manusia harus menikah dalam rangka beribadah kepada Allah; menjaga kehormatan antara laki laki dan perempuan, serta untuk memiliki keturunan. Dalam hal lain pernikahan juga merupakan suatu rahmat atau kasih sayang Allah kepada hambanya; di mana kedua belah pihak dapat memadu kasih dan saling menyayangi dalam ikatan yang mulia dan mendapat ridhoi oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman “Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka” (QS. Al-Baqarah ayat 187). Dari ayat tersebut kita bisa mengerti bahwa salah satu manfaat menikah adalah dapat memenuhi kekurangan di antara masing masing pasangan. Sehingga diumpamakan oleh Allah SWT dengan pakaian yang saling menutupi antara aib laki laki dan perempuan yang telah menikah.

Sebagai contoh adanya seorang istri yang menjadi penyejuk mata bagi suaminya; dan suami bersandar pada istrinya sebagai bentuk kasih sayang istri kepada suaminya yang telah lelah dalam bekerja. Seorang istri juga dapat membantu suaminya dengan baik serta mendengarkan keluh kesah suaminya; sehingga dapat meringankan rasa penat setelah seharian bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dan sebaliknya seorang suami juga harus mengerti apa kebutuhan istri sehingga terjadi keharmonisan dalam rumah tangga.

Baca Juga  Peran Musyawarah dalam Rumah Tangga
Pesan Cinta Dalam Pernikahan

“Dan diantara tanda tanda kebesaran-Nya ialah dia menciptakan pasangan pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepada nya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar benar terdapat tanda tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Rum ayat 21).

Memang cinta adalah salah satu kebesaran Allah bagi para hambanya yang sadar, sehingga dalam setiap detik cinta akan ada rasa syukur yang tercermin dalam diri seorang hamba karena bisa merasakannya dalam bentuk ketaatan kepada Allah melalui jalan pernikahan. Namun kita juga harus selalu waspada akan keindahan cinta. Di balik itu ada ujian yang senantiasa menunggu untuk menguji apakah cinta kita merupakan cinta yang hakiki; sebagaimana yang dijelaskan Allah dan Rasulnya, atau justru sebaliknya.

Sehingga kita bisa paham bahwa dalam mengarungi bahtera rumah tangga tak selalu semuanya itu dihadapi dengan gembira dan senang hati; melainkan nanti pasti ada semacam batu sandungan ataupun musibah yang dapat menggoyahkan keyakinan dalam berumah tangga. Sehingga kita harus menanamkan bahwa yang ada dalam pernikahan itu bukan hanya keinginan untuk bersenang senang saja; tetapi apabila sedang medapat ujian, maka kita juga harus bersabar menghadapinya dengan pasangan kita dengan ikhlas atas ujian yang Allah berikan.

Tujuan sebenarnya dari menikah adalah mengharapkan ridho Allah SWT; sehingga apabila kita faham, maka kita akan selalu bersyukur atas semua yang telah Allah tetapkan kepada kita. Oleh karena itu tetaplah berjalan dengan pasangan kita dan berpegang teguh pada tali Allah SWT sampai akhir hayat memisahkan. Allah akan pertemukan kembali cinta kita di akhirat kelak atas dasar cinta kita yang dipersembahkan hanya kepada Allah sebagai ujung dari cinta antara manusia yang hakiki.

Bagikan
Post a Comment