f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
edukasi kesiapan

Perlunya Edukasi untuk Kesiapan Memiliki Anak

Terlepas dari para penganut faham childfree sebagai hak pilihan bagi para pasangan yang telah berkomitmen dalam pernikahan, maka pasangan yang memilih untuk memiliki anakpun harus benar-benar mempersiapkan diri. Komitmen pasangan tentang anak mutlak dibicarakan sebelum pernikahan atau sesudahnya dengan konsekuensi tertentu. Karena memiliki seorang generasi penerus baru akan ada hal-hal dalam diri yang tergadaikan.

Masih terasa hangat dalam ingatan tentang berita penganiayaan seorang balita berusia 2 tahun oleh pacar tantenya di wilayah Tangerang. Dalam berbagai berita mengapa tak nampakposisi kedua orang tuanya. Di mana mereka? Dengan begitu teganya meninggalkan anak kepada orang lain. Yaa, meski itu adalah pacar tantenya tetap saja itu orang lain buat anak, yang masih memerlukan kenyamanan kedua orang tuanya.

Belum kering air mata dengan berita di atas, sudah disusul dengan warta yang lebih mengenaskan lagi. Seorang balita berusia 7 bulan dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri di daerah Depok. Padahal secara biologis bayi tersebut adalah anak kandungnya sendiri. Itulah potret orang tua yang sekilas memenuhi layar komunikasi baru-baru ini.

Untuk meminimalisir berbagai hal yang mengarah kepada penelantaran, penganiayaan anak; maka sudah seharusnya pasangan pranikah harus mendapatkan edukasi yang mengarahkan pada hal-hal yang berkaitan dengan kesiapan memiliki anak. Memiliki buah hati berdasarkan perspektif kuantitas atau jumlah anak itu dapat disesuaikan oleh pasangan; dengan pertimbangan beberapa aspek kesiapan yang merujuk pada perspektif kualitas sebagai generasi penerus bangsa.

Persiapan Psikologis

Persiapan aspek psikologis dari pasangan dalam meregenerasi diri. Hal tersebut dapat dilakukan  dengan adanya kesepakatan pasangan untuk segera memiliki atau menunda momongan dengan memperhatikan situasi dan kondisi tertentu. Bila pasangan masih dalam kondisi yang labil maka menunda memiliki momongan itupun tak ada yang menjadi masalah.

Baca Juga  Hak Anak Atas Non Diskriminasi

Apabila pasangan telah mempersiapkan diri untuk segera memiliki momongan dengan jumlah tertentu maka perlu adanya edukasi selanjutnya yang berupa mendalami ilmu parenting atau belajar ilmu menjadi orang tua. Seorang laki-laki bersiap menjadi seorang ayah dan perempuan bersiap menjadi seorang ibu. Tidak sebatas keilmuan saja namun kedua pribadi harus menumbuhkan rasa cinta dan sayang terhadap anak-anak.  Perasaan tersebut dapat tumbuh dengan mengasihi anak-anak di sekitarnya seperti ponakan, anak tetangga atau komunitas anak lainnya.

Perempuan pada dasarnya memiliki tiga kesiapan dan tanggung jawab setelah menikah dan ada kesepakatan memiliki anak. Kesiapan tersebut adalah kesiapan untuk hamil, kesiapan menjadi ibu dan kesiapan untuk menjadi pendidik atau madrasah pertama buat anak. Secara keilmuan perempuan pranikah harus memiliki dasar tersebut.

Edukasi untuk pengarahan ke ahli jiwa atau psikolog juga sangat diperlukan karena ketika dalam mengarungi bahtera rumah tangga pasti ada hal-hal yang menguras emosi. Hal ini nantinya menjadi rentan pasaNgan mengalami gangguan psikologis yang akan memperngaruhi faktor reproduksi.

Pengalaman pribadi penulis sewaktu menjalankan promil juga ikut kegiatan konsultasi psikologis yang diadakan oleh lembaga tertentu. Dan itu ternyata sangat membantu untuk memberikan jalan keluar bagi para perempuan yang selama ini memendam masalahnya masing-masing. Dengan pakarnya maka akan ada banyak metode untuk mengembalikan kondisi psikologis pesertanya menuju keharmonisan dalam berumah tangga terutama dengan pasangan. Menurut Psicologycal Health trainer William Budiman psikologi positif pra atau masa kehamilan untuk perempuan itu sangat diperlukan.

Fisik-Kesehatan

Persiapan aspek fisik bagi kedua pasangan bila keduanya telah sepakat untuk tidak menunda momongan. Persiapan fisik antara laki-laki dan perempuan dalam hal ini sangat diperlukan terutama edukasi nutrisi terutama pola makan yang sehat. Misalnya untuk laki-laki hindari makanan atau minuman yang bersifat junkfoood. Untuk perempuan karena akan dihadapkan dengan masa-masa kehamilan perlu ditambahkan mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung  banyak asam folat atau kalsium.

Baca Juga  Rumah yang Bersahabat Bagi Tumbuh Kembang Anak

Laura E Berk dalam bukunya ‘”Development Thraugh the Lifespan” menyatakan bahwa; malnutrisi pralahir dapat menyebabkan kerusakan serius sistem saraf pusat bayi yang kelak dilahirkan. Edukasi nutrisi untuk perempuan dalam menmpersiapkan kehadiran anak, selain demi kesehatan bayi juga untuk kesehatan ibunya kelak. Intinya Ibu yang sehat akan dengan penuh semangat merawat sang buah hati dengan sigap dan enerjik.

Edukasi selanjutnya bisa diarahkan pada konsultasi kepada ahlinya yaitu dokter spesialis kandungan atau obgyn. Pentingnya edukasi ini untuk menghindari banyaknya pasangan yang terjebak pada oknum atau produk-produk tertentu yang menawarkan promil. Agar tidak terjebak dalam kesia-siaan alangkah baiknya bila diarahkan ke ahlinya secara langsung. Dengan dokter obgyn, ada hal-hal yang bisa dikonsultasikan berupa kondisi fisik pasangan terutama yang terkait dengan persiapan pembuahan ataupun konsultasi penyakit bawaan seperti diabetes, hipertensi, atau adanya bakteri atau virus tertentu.

Persiapan Materi

Seperti kata pepatah yang tak asing bagi para pemuda “Jatuh cinta itu cukup dengan hati tapi merawatnya dengan materi”. Pepatah tersebut bila disurvei mungkin akan dibenarkan oleh semua pasangan yang telah menikah. Persiapan materi bagi pasangan yang menikah tak terhenti sebatas persiapan “uba rampe” pernikahan beserta gelar pestanya.

Persiapan materi untuk memiliki anak akan terkait dengan budget baik bagi pasangan yang setelah menikah langsung dianugrahi momongan, terutamabagi yang belum. Pentingnya pasangan untuk menyiapkan anggaran program kehamilan. Anggaran untuk promil biasanya dimulai dari pengadaan nutrisi untuk mempersiapkan keberhasilan reproduksi yang baik berupa vitamin, susu atau suplemen tertentu hingga konsultasi ke dokter ahli. Budget ini sudah seharusnya disepakati oleh pasangan apakah dibiayai penuh oleh suami atau berapa persen dari istri, apakah menggunakan anggaran sehari-hari atau anggaran khusus.

Baca Juga  Adaptasi dalam Menikah, Sebuah Ibadah Yang Tidak Mudah

Ketika Istri dinyatakan hamil maka anggaran yang perlu direncanakan adalah biaya nutrisi ibu hamil, periksa kehamilan, persiapan kelahiran yang disepakati apakah di klinik atau rumah sakit jaminan kesehatan yang dimiliki. Untuk bayi perlu anggaran untuk persiapan peralatan, perlengkapan mandi atau kesehatan bayi dan fasilitas lainnya.  Anggaran ini juga perlu diberikan dana tak terduga semisal bayi tak bisa menyusu ASI otomatis orang tua harus memberikan susu sambung dan perlengkapannya. Setelah itu maka bagi ibu bekerja perlu persiapan anggaran untuk pengasuhan

Pengasuhan dan Pendidikan

Persiapan pengasuhan ini tidak bisa terlepas dari semua pasangan baik suami maupun istri wajib memberikan perlindungan, keamanan, dan kenyamanan bagi bayi terutama bagi bayi usia 0-2 tahun. Ketika dalam suatu kondisi suami istri sama sama berkarier maka harus ada orang lain yang membantu dalam proses pengasuhan tersebut baik baby sister, atau lembaga day care. Secara otomatis itu juga berkaitan dengan anggaran yang perlu dipersiapkan.

Kesiapan memiliki anak dengan disertai perencanaan yang matang memang tidak mudah. Namun Rahmania, ini demi hadirnya generasi penerus diri yang berkualitas bagi keluarga, masyarakat dan bangsanya.

Bagikan
Post a Comment