f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
mendoakan

Masih Mendoakan Orang Tua dengan Doa yang Pelit?

Oleh: Fadhlinaa Afiifatul Aarifah*

Ramania, seberapa sering pendapat kita berbeda dengan orang tua? Seberapa sering keinginan kita berseberangan dengan keinginan kedua orang tua kita? Belum lagi, seberapa banyak toxic parents yang berimbas dalam kehidupan kita? Sampai kapan kita harus memberikan maklum yang bagaimanapun juga, harus kita kedepankan bakti terhadapnya. Apakah pantas apabila kita menaruh rasa benci terhadap mereka? Pernahkah terbersit rasa benci bahkan menyesali mengapa terlahir dari rahim hasil pelampiasan nafsunya?

Akan tetapi apakah orang tua kita peduli terhadap segala rasa negatif yang kita ekspresikan dengan berbagai macam hal? Tentu, sebenarnya peduli tapi mereka selalu punya cara tersendiri untuk berusaha mengobati dan menyayangi. Rasa sayangnya tidak pernah lekang oleh proses pendewasaan anak-anaknya, rasa sayangnya tidak pernah pupus terbawa arus meski harus mendidik anak-anak di zaman yang berbeda dengan masa kecilnya, rasa sayangnya akan abadi hingga kita tumbuh dan berkembang biak menjadi orang tua juga, bahkan bisa jadi sampai sama-sama beruban tua.

Atas segala usaha melahirkan, mendidik, dan menyayangi hingga nanti jika harus pergi mendahului, berhentilah mendoakan orang tua dengan doa yang sangat pelit. Doa kedua orang tua yang hanya kita panjatkan kepada Tuhan untuk menyayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi diri kita sewaktu kecil. Padahal, kasih sayang orang tua kita terus berlanjut hingga kita besar. Bahkan semakin kita besar, semakin banyak usaha yang harus dilakukan untuk menyayangi supaya tetap dianggap sayang oleh anak-anaknya. Rasanya tidak adil apabila orang tua mau mendoakan segala hajat keinginan baik kita, sedangkan kita hanya sebatas memohonkan ampun dan memohon Tuhan untuk menyayangi dengan sebatas rasa sayang yang diberikan ketika kita kecil.

Baca Juga  Orang Tua Perlu  Mengantisipasi  Dini  Kenakalan Remaja

Oleh karena itu, dengan segala daya dan keterbatasan orang tua kita, mari doakan mereka dengan doa terbaik bukan doa yang pelit. Berikut doa orang tua yang langsung Allah ajarkan kepada kita dalam firman-Nya:

  1. QS. Al-Isra’ (17) ayat 24

وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا 

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

Loh ternyata doa yang pelit (menurut saya) tersebut Allah yang mengajarkan? Nah, ini menunjukkan bahwa sedari kecil, ada banyak hal yang dilakukan orang tua kita. Betapa susahnya merawat bayi yang belum bisa apa-apa namun menjadi fase kunci untuk tumbuh kembang selanjutnya, sehingga harus intens merawatnya. Selain itu, menyayangi saat kecil merupakan fase menyayangi tanpa jaga image (jaim). Sehingga kita mohonkan semoga sayangnya Allah tidak pernah jaim terhadap kedua orang tua kita.   

Dengan adanya dalil ini, maka meskipun doa tersebut pelit menurut saya, tapi sangat sah mendoakan orang tua dengan doa ini. Apalagi ketika kita masih kecil berusia anak-anak. Hanya saja, semakin besar kita dibelainya seharusnya semakin banyak juga doa yang harus terpanjat untuk mereka berdua, baik dari segi kuantitas mengulangi doa ini maupun menambah dengan kualitas doa-doa yang lain.  

  • QS. Ibrahim (14) ayat 41

رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيَّ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ يَوۡمَ يَقُومُ ٱلۡحِسَابُ 

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).

Semakin kita besar, semakin banyak berinteraksi dengan banyak orang. Maka selain wajib mendoakan orang tua, sudilah kita mendoakan sesama khususnya bagi sesama pengemban amanah kholifah, para manusia mukminin-mukminat.

  • QS. Nuh (71) ayat 28
Baca Juga  Pendidikan di Tengah Liburan Kenaikan Kelas: Memaksimalkan Waktu Luang untuk Pertumbuhan Akademik dan Pribadi

رَّبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيۡتِيَ مُؤۡمِنٗا وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۖ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارَۢا 

Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.

Semakin besar pula, semakin banyak orang yang membantu urusan kita. Tidak hanya sebatas membantu kebutuhan pribadi seperti yang dibutuhkan ketika kita bayi, tetapi kebutuhan yang menyangkut perihal rumah tangga maupun urusan bumi manusia.

Beberapa doa diatas merupakan referensi doa yang semuanya bisa kita panjatkan dalam bermunajat. Apabila kita ingin menambah referensi doa dengan doa-doa yang tertera dalam hadis maupun riwayat orang-orang soleh, juga tidak masalah. Bahkan apabila kita ingin merajut doa dengan untaian  bahasa kita sendiri, itu sah-sah saja dan yang terpenting adalah doakan kedua orang tua kita dengan doa sebanyak-banyaknya. Berhentilah mendoakan mereka dengan doa yang pelit.

Atas segala problem yang terjadi dengan kedua orang tua kita, atas segala keterbatasan kedua orang tua kita, atas semakin tidak berdayanya kedua orang tua kita menghadapi fenomena zaman yang terus berkembang, atas dosa dan banyaknya kekhilafan kedua orang tua, mari terus kita doakan. Semoga dengan doa, semua itu akan lebur dan justru berubah menjadi pupuk cinta untuk semakin menyayangi mereka. Aamiin.

*Tulisan ini didedikasikan sebagai pengingat diri sendiri dan semoga bermanfaat untuk sesama.

Bagikan
Post tags:
Post a Comment